Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
70.# Menjemput keluarga.


__ADS_3

"Sayang seriusan aku harus pakai semua ini ?" tanya Raffa setelah keluar dari kamar mandi.


"Iyaah, ayo cepatan ganti udah telat bangat nih" sahut Chara.


Dengan berat hati Raffa mulai mengganti pakiannya karena tidak ingin istrinya tersinggung.


"Sayang ini aja ya, yang lainnya gak usah" ucap Raffa setelah memakai celana pendek selutut dan kaos oblong berwarna putih.


"Gak bisa sayang, ini semua harus dipakai biar lebih keren" sahut Chara.


Chara pun mulai membantu suaminya, mengalukan sebuah rantai yang berukuran sedikit besar, tas selempang dan tapi dengan posisi terbalik.


"sempurna" ucap Chara setelah memakaikan suamunya, entah kenapa ia merasa ingin melihat suaminya berpenampilan seperti itu.


"Apanya yang sempurna" batin Raffa, dengan wajah pura pura senang.


"Tunggu sebentar" ucap Chara berjalan kearah lemarin lalu mengambil sebuah jaket kulit dan langsung memakaikannya untuk Raffa.


"Gak sekalian helm nya sayang?" tanya Raffa ingin sekali berteriak, harga dirinya sebagai CEO tampan dan berwibaya hacur dalam sekejap karena ulah istrinya yang sedang hamil.


"Gaklahh, kita kan gak naik motor" sahu Chara polos.


"Udah bisa berangkat belum nih?" tanya Raffa.


"Bisa dong sayang kan udah selesai, ayoohhh" sahut Chara terseyum manis lalu menggandeng lengan suaminya.


Raffa yang melihat seyuman manis istrinya ditamba dengan gandengan itu, semua emosinya hilang begitu saja, Raffa terseyum tulus sambil mengelus tangan Chara yang menggandengnya lalu mereka berdua pun turun kebawa dan langsung menuju bandara.


Raffa menyentri mobilnya sendiri karena Chris yang masi sibuk dengan pekerjaan kantor, Raffa juga membawa satu mobil lagi untuk ikutnya dengannya Bandar, karena neneknya mengajak 2 pengasuh mereka.


Letak bandara yang sedikit jauh ditamba jalanan sore yang begitu padat, membuat Raffa membutuhankan waktu hingga satu jam lebih untuk sampai diBandara.


"Sayang coba telefon ibu tanyakan mereka menunggu dimana?" ucap Raffa sambil melirik jam ditangannya.


"Biarin aja sayang, pesawat baru lending 10 menit yang lalu mungkin sekarang mereka lagi antri bagasi" sahut Chara.


"Coba aja sayang takutnya nenek ngamuk kelamaan menunggu"


Chara pun menurut lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi ibu nya, tak lama ponsel itu tersabung ibunya pun langsung mengangkatnya.

__ADS_1


"Ibu bilang mereka lagi makan soalnya nenek kelapar" ucap Chara setelah selesai berbicara dengan ibunya.


"Syukurlah, jadi kita tidak perlu buru buru" ucap Raffa bernafas lega, sementara Chara sendiri terlihat bingung, ia memikirkan bagaimna bisa keluarnya bisa secepat itu keluar dari bandara, seperti biasa Chara selalu lupa bahwa suaminya seorang sultan.


*****


"Heii anak nakal kenapa lama skali jemputnya?" ucap nenek itu menyambut kedatangan Raffa dan Chara yang telah sampai.


"Nenek" ucap Raffa langsung memeluk erat neneknya yang sedang duduk dikursi.


"Maaf tadi perut cucu mantu Nenek sedikit bermasala jadi kita telat sampai sini" bisik Raffa ditelinga nenek.


Sang nenek yang tadi sudah siap untuk menjewer dua kuping Raffa pun langsung lulu ketika mendengar sebutan cucu mantu, Raffa tersyum merasa senang karena neneknya menerima alasan itu, lalu ia beralih memeluk kakek ibu dan juga bibi Chara.


Begitu pun dengan Chara, memeluk dan mencium ibu besarta bibinya bergantian, melepas semua rindu yang selama ini dipendam, lalu beralih ke kakakek dan nenek Raffa.


"Cucu mantuku ternyata lebih cantik dari yang Kakek lihat ditelefon" ucap kakek sambil memeluk hangat Chara.


"Katakan apa Dia bersikap seenaknya padamu?" tanya nenek yang kini bergantian memeluk Chara.


"Tidak Nek, Raffa baik sekali sama Chara" sahut Chara lalu melepas pelukannya.


"Siap Nek" sahut Chata sambil tertawa kecil.


Semua pun ikut tertawa karena merasa lucu dengan ucapa nenek yang ingin menjewer Raffa, selesai berbasa basi Raffa langsung memboyong keluarga pulang kerumah.


Jam dinding menunjukan pukul 06:30 menjelang malam hari barulah mereka semua tiba mansion utama.


"Nenek dan Kakek mau langsung istiraha, besok aja kita ngobrolnya ya" ucap nenek sambil mengelus kepala Chara. Perjalanan yang lumayan jauh membuat pasangan lansia (lanjut usia) itu kelelahan.


"Aah baik Nek, ayoo Chara antar kekamar. Ibu tunggu sebentar disini ya" ucap Chara.


"Pergilah sayang, aku akan antar Ibu dan Bibi kekamar mereka" ucap Raffa.


Chara terseyum sambil mengangguk, lalu menggandeng tangan nenek dan membawa kedua orang tua itu kekamar mereka yang telah dibuat khusus oleh Raffa sejak mansion itu berdiri, dua pengasuh mereka pun mengekor dari belakang.


Sementara Raffa juga langsung mengantar ibu dan bibi Chara kekamar tamu yang telah dipersiapkan oleh pelayan Rumah itu.


"Istirahatlah Bu, jika butuh sesuatu jangan sungkan bilang pada smua yang ada dirumah ini" ucap Raffa, sebelumnya Raffa juga telah mengantar bibi Chara terlebi dulu.

__ADS_1


"Makasi nak Raffa, Ibu tidak tau harus berterimakasi seperti apa untuk semua kebaikan nak Raffa" ucap ibu tulus.


"Jangan bilang begitu Bu, Ibu juga Ibu ku, kita ini keluarga sudah seharusnya saling membantu. Seharusnya aku yang bilang makasi sama Ibu karena sudah membesarkan Chara menjadi gadis yang cantik, baik hati dan tidak sombong" ucap Raffa panjang lebar, lalu ia berpamitan keluar.


Ibu Siska terseyum mendengar ucapa Raffa, ia merasa bahagia anaknya memiliki suami seperti Raffa, baik hati, tampan dan juga kaya raya. mertua mana pun akan bangga ketika memiliki mentu seperti Raffa, sudah dipastikan akan menjadi menantu kesayangan mertua.


*****


"Ibu belum tidur?" tanya Chara saat memasuki kamar ibunya.


"Belum sayang, sini duduk" sahut ibu meminta Chara duduk disampingnya.


"Gimana kabar kamu sayang?" tanya ibu membelai lembut rambut anak perempuannya.


"Aku baik seperti yang Ibu, tapi aku kaaangeeeen bangat sama Ibu" sahut Chara memeluk dan menyembunyikan wajah didada ibunya.


"Kamu sudah punya suami masi manja aja nak" ucap ibu terseyum.


"Biarin, aku kan tetap anak Ibu" sahut Chara tamba mengeratkan pelukannya.


Saat ibu dan anak itu sedang asik berpelukan Raffa datang mengetuk pintu, karena pintu sedikit terbuka Raffa bisa melihat dengan jelas istrinya sedang bermanjaan denga ibu nya, Raffa terseyum sambil menggeleng pelan.


"Sayang, ayo ajak Ibu kita makan malam dulu" ucap Raffa.


"Tidak, kalian saja yang makan Ibu masi kenyang. ibu mau langsung tidur saja" sahut ibu.


"Yaahh udah Chara keluar ya, selamat tidur Bu sampai ketemu besok" ucap Chara memberi satu kecupan di pipi ibunya lalu melangkah keluar.


Raffa dan Chara bergandengan menuju meja makan, karena semuanya menolak untuk makan malam, sesampainya dimeja makan mereka berdua pun langsung mulai makan.


... :...


... :...


... :...


Trimakasi untuk semua yang masih setia menunggu up atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏.


Maaf yaa seharian Author hilang✌✌, biasa lagi cari wasing buar dapat ide😅😅, jangan lupa dan jangan bosan dukung Author selalu dengan jempol kalian, LIKE, COMEN & VOTE.🥰🥰🥰

__ADS_1


Love U All❤🖤


__ADS_2