
Rima kembali melajukan motor menuju rumahnya, ia ingin cepat cepat sampai lalu mengemasi barang dan langsung berangkat ketempat pamanya. saat sedang fokus dengan setirnya, sebuah mobil mengikutinya dari belakang dengan kecepatan tinggi dan mengklakson panjang disampingnya.
Piiiiipppppppp pipipipipipiiiiiiipppppppp.
Rima yang merasa terganggu dengan pengemudi reseh itu pun langsung menghentikan motornya, Rima melepas helmnya lalu menatap tajam pada mobil mewah yang telah berhenti dengan sangat kasar didepan motornya.
Rima mengerutkan darinya ketika melihat Chris keluar dari mobil itu, ia baru menyadari ternyata mobil itu milik pria yang telah membonginya. Chrisn menutup pintu mobilnya dengan sangat kasar, lalu ia berjalan kearah Rima.
"Turun" ucap Chris menatap tajam pada Rima.
Rima diam tidak merespon apapun, rasa ia sangat malas harus berurusan dengan pria itu lagi.
"Turun" ucap Chris lagi.
"Apa mau mu sebenarnya?" tanya Rima tetap diatas motor.
"Aku bilang turun ya turun" ucap Chris kali ini dengan nada sedikit meninggi.
"Cihhh, lo pikir lo siapa seenak lo aja main perintah perintah gua " sahut Rima, ia tidak takut sedikit pun dengan wajah seram pria itu.
Chris merasa geram dengan keras kepala Rima.
"Mau turun sendiri atau aku seret" lanjut Chris dengan rahang mengeras.
"Coba aja kalo brani" tantang Rima dengan mata melotot. Chris pun mulai berusaha mengangkat tubuh Rima dari atas motor.
"Eeehh mas jangan dipaksa dong kalo mbaknya gak mau ikut" ucup beberapa ibu ibu yang kebetulan melewati jalan itu.
Chris menghentikan aksinya lalu menatap pada ibu ibu itu.
"Dia istri saya Bu, kita lagi marahan dan dia mau kabur dari rumah" sahut Chris dengan nada biasa.
"Jangan percaya Bu dia ini PEMBOHONG dan PENIPU, dia sengaja mau culik saya Bu" celah Rima, gadis itu berbicara sambil menatap tajam Chris.
"Dengarkan Bu, bahkan dia menudu suaminya sendiri mau menculiknya" lanjut Chris berusaha setenang mungkin, padahal hatinya sendiri terasa panas karena Rima mengatainya pembong dan penipu.
"Udah mbak ikut aja suaminya biar cepat kelar masalanya, suaminya tampan loh mbak, jangan lama lama ngambeknya, bahaya" ucap salah satu ibu sedikit gemit, lalu mereka semua melangkah pergi.
__ADS_1
"Gak usah tarik tarik, gua bisa jalan sendiri" ucap Rima sambil menepis tangan Chris yang menarik narik tanganya, Rima berpikir ucapan ibu ibu tadi ada benarnya, lebih cepat ia mengikuit Chris makan lebih cepat juga masala diantara mereka akan selesai.
Rima melangkah menuju mobil Chris dengan muka kusut.
"Jangan mengaturku lagi kalau mau aku ikut" ucap Rima sambil membuka pintu belakang, ia merasa sangat malas jika harus duduk bersampingan dengan pria itu.
Chris menurut lalu berjalan masuk kedalam mobil, sudut bibir Chris terangkat membentuk sebuah senyuman ketika melihat wajah kusut Rima dari balik kaca.
Chris merasa senang akhirnya ia bisa mencegah gadis itu pergi, Chris sangat berterimakasi pada tuannya karena telah memberitahukan kabar itu padanya.
Waktu Rima bicara dengan Chara diruang tamu, Raffa yang ingin mengambil minum didapur tidak sengaja mendengar pembicaraan dua sahabat itu, Raffa mulai mencurigai sesuatu saat mendengar Rima meminta istrinya berjanji untuk merahasia tentang kepergiannya pada siapapun, tanpa berpikir panjang Raffa langsung mengirimkan pesan pada sekertarisnya itu.
*****
Sementara disebuah apartamen mewah, seorang gadis sedang tertawa bahagia, berkali kali ia berkaca dan berkali kali pula ia merapikan pakaiannya, wanita itu ingin terlihat cantik dan tidak kekurangan apapun dihadapan pria yang ia cintai.
Satu jam yang lalu ia dihubungi oleh pria yang sangat ia inginkan untuk menunggunya di apartama pria tersebut, Anggi merasa tak percaya dengan semua itu, ternyata hasil dari semua rencananya secepat itu ia tuai.
Anggi sangat bahagia karena Chris juga memberinya kode akses pintu apartamennya, wanita itu merasa diatas angin sampai sampai ia melupakan daratan.
Anggi tersadar dari lamunan indahnya saat mendengar seseorang memutar hendel pintu dari luar, wanita itu dengan bangga dan penuh percaya dirinya berjalan kearah pintu karena ia nyakin betul yang datang adalah Chris.
Namun seyumanya menghilang seketika saat matanya melihat Rima berdiri disamping Chris.
"Masuk" ucap Chris pada Rima.
Gadis itu pun menurut dan berjalan masuk tanpa mempedulikan Anggi yang berdiri tak jauh dari pintu, Chris menutup pintu lalu ikut melangkah masuk.
"Duduk" ucap Chris lagi sambil mendudukan tubu Rima diatas sofa karena gadis itu hanya berdiri saja, sepertinya Rima sedang menjalankan mode keras kepalanya.
"Kau juga duduk" ucap Chirs pada Anggi sambil mendudukan pantatnya disamping Rima.
Anggi menurut lalu duduk dihadapan Chris, seketika ruangan itu menjadi tegang bagi Anggi ketika melihat wajah sangat Chris.
Sementara Rima yang duduk di samping merasa sangat malas, ia tak paham drama apalagi yang sedang dimainkan oleh dua orang itu.
"Kau tidak ingin menjelaskan seauatu?" tanya Chris sambil menatap Anggi.
__ADS_1
"Maksud kamu apa Chris?" tanya Anggi berpura pura tak paham.
"Aku rasa kau paham betul apa maksudku bukan?" tanya balik Chris.
"Tapi aku benar benar ti~~~" ucap Anggi terputus karena Chris melemparkan sebuah amplop kehadapannya sambil menatap tajam padanya.
Anggi meraih amplop itu, lalu perlahan membukanya, wajah memucat dan seluruh tubuhnya terasa remuk ketika melihat isi amplop itu.
Anggi memegang foto foto itu dengan tangan bergetar.
"A-apa hubungannya foto foto ini denganku?" tanya Anggi gugup, wanita itu masi berusaha menyakal.
"Cihhh, masi punya nyali juga kau rupanya" ucap Chris mulai merasa geram dengan penyakalan wanita itu.
"Aku memberimu dua pilihan, pergi dari kota ini dan lanjukan hidup seperti sebelumnya, atau tetap disini tapi tempatmu dipenjara" lanjut Chris dengan nada serius.
Anggi membulatkan matanya tak percaya mendengar ucapa Chris, ia tidak menyaka secepat itu Chris tau semua rencananya. Semua mimpinya ingin memiliki Chris musna begitu saja seiring dengan kejutakan yang diberikan pria itu padanya.
Anggi berjalan teratur keluar dari apartamen itu, tidak ada satu kata pun yang terucap dari bibirnya, ia tau betul Chris tidak akan main main sengan omgannya.
Anggi menyesali perbuatan bodohnya, karen obsesinya yang begitu tinggi membuatnya tidak bisa berpikir jernih, saat ia sampai dibawa sudah ada 4 orang pria yang berpakaian rapih dan serba hitam telah menunggunya sana. rupanya Chris tidak main main dengan ucapanya.
Keempat pria itu akan memastika Anggi menjalankan pilihannya dengan baik.
...:...
...:...
...:...
Trimakasi yang masi setia menunggu up, ataupun yang baru mampir🙏🙏🙏🙏.
Jangan jangan kau menolak pesanku, jangan jangan kau bosan baca kata ini🤣🤣🤣. cukup Author saja yang sengklek karena tulis sambil nyanyi😜😜😜.
LIKE, COMEN & VOTEnya ditiap hari senin gengs🥰🥰
Love U All❤🖤
__ADS_1