Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
50.# Tidur siang


__ADS_3

"Untuk memastikan kebenarannya kita tunggu kejelasan dari nona Chara Tuan" lanjut Chris


Raffa pun setuju, mereka akan menunggu hingga Chara bangun nanti.


"Istirahat lah dikamar, pekerjaannya bisa urusan nanti" ucap Raffa lalu melangkah keluar ruangan kerja dan kembali ke kamar, Raffa tau Chris juga kelelahan karena belum tidur dari semalam.


Sesampainya dikamar, Raffa langsung naik keatas ranjang dan ikut berbaring disamping istrinya lalu membawa Chara kedalam pelukannya, karena kelelahan tak butuh waktu lama Raffa pun ikut tertidur.


Jam dinding menunjukan pukul 02:00 siang hari, pasangan suami istri itu masi betah berpeluk hangat dibawa selimut mereka, Chara yang merasa nyaman berada dipelukan suaminya enggan untuk membuka matanya, namum perutnya yang mulai merasa lapas, mengharuskan ia untuk bangun dari tidurnya.


Chara menggeliat perlahan membuka matanya, ia terseyum ketika melihat wajah tampan suaminya berada tepat dihadapannya, ia metap dalam wajah tampan itu, tanpa ia sadari jari telunjuk mulai terangkat dan menyusuri seluruh wajah suaminya, dari alis, turun ke hidung hingga kebibir pink suaminya.


"Aawww" ringis Chara dengan muka cemberut karena telunjuknya digigir Raffa dengan tiba tiba.


Raffa terseyum melihat wajah cemberut istrinya, dengan satu gerakan ia telah menindih tubuh Chara, Raffa mentap lekat wajah istrinya yang berada dibawanya, perlahan ia memajuka muka lalu mengecup tiap luka lebah yang ada di muka istrinya.


"Masih sakit?" tanya Raffa dengan posisi yang sama.


"Sedikit" sahut Chara sambil mengangukan kepala.


"Maafkan aku" ucap Raffa sambil menempelkan keningnya pada kening Chara, sejenak ia menutup mata karena terbawa suasana tanpa sadar kedua bibir itu kembali bertemu.


Raffa memainkan bibir istrinya penuh kembut agar tidak menyakitinya, permainan itu semakin lama semakin panas saat lidah mereka bertemu, Raffa yang merasa sesuatu mulai menegang dibawa sana cepat cepat menyudahi permainan bibirnya.


Sebenarnya ikan gabusnya sudah sangat merindukan kolam renangnya Chara, namum Raffa harus bisa menahan diri, karena ia tak mau menyakiti istrinya.


"Kamu lapar?" tanya Raffa setelah melepas ciuman mereka.


"Iyaah" sahut Chara polos.


"Tunggu sebentar yah" ucap Raffa lalu turun dari ranjang dan berjalan masuk kekamar mandi, Raffa harus mengurus ikan gabusnya yang sudah terlanjut menegang.

__ADS_1


Ketika Raffa keluar dari kamar mandi, ia melihat Chara telah duduk didepan meja rias sambil memperhatikan luka luka lebab diwajahnya.


"Ayo" ucapa Raffa sambil mengulurkan tangannya, Chara pun menerima uluran tangan itu lalu mereka berdua berjalan bergandengan turun kebawa.


Sementara dibawa, Chris telah bangun dan sedang duduk diruang tamu sambil menghadap leptopnya, saat brsamaan Rima pun masuk kerumah mewah itu.


"Ini Dia ni orangnya" ucap Rima sambil merepatkan kedua gigi lalu berjalan mendekat kearah Chirs.


Rima merasa kesal pada pria itu, kerena kemaren sore Chris menghunginya untuk menannyakan keberadaan Chara, ketika Rima menjawab sedang tidak bersama Char, Chris langsung memutuskan sambungan telefonnya begitu saja, Rima yang penasaran kembali menghubungi Chris berulang kali, namun pria itu tidak mengangkat telefonnya sama sekali.


Untunglah Rima memliki nomer telefon rumah Chara, sehingga bisa menghungi dan menanyakan masala Chara pada bi Ira, saat mendengar kabar Chara telah kembali Rima merasa legah dan memutuskan langsung berangkat kerumah Chara.


"Kenapa Anda tidak mengangkat telefon saya Tuan? Anda tahu saya hampir mati penasaran karena memikirkan keadaan Chara?" omel Rima saat sampai dihadapan Chris, namun pria itu sama sekali tidak mempedulikannya, bahkan kupingnya tidak bergerak sedikit pun.


"Anda tidak budak kan TUAN?" tanya Rima menekan Kata Tuan


Pertanyaan kali ini mampu mengalikan pandangan Chris sebentar, sedetik ia manata gadis yang berdiri tak jauh darinya itu, lalu kembali fokus pada kerjaannya.


Rima semakin gemas melihat sikap Chris yang lagi lagi tidak mempedulikannya.


"Rima" panggil Chara saat mereka sampai dibawa.


"Chara" teriak Rima lalu berlari memeluk sahabatnya.


"Yaa ampun Ra kenapa sih senang bangat bikin orang jantungan" omel Rima disela peluknya.


"Tapi masi hidup kan?" ucap Chara sengaja bercanda.


"Kebiasa deh udah babak belur gini masi saja bercanda" sahut Rima sambil melepas pelukannya lalu berali memperhati kan wajah Chara.


"Gak usah lebai gitu, biasanya juga lebih parah dari ini kan kalo diatas ring" sahut Chara lagi lagi bercanada.

__ADS_1


"Ayoo makan bareng" lanjut Chara cepat sengaja mengalikan pembicaraan karena takut Raffa semakin merasa bersala.


"Gak gua masi kenyang, gua tunggu didepan ya" tolak Rima karena ia tak ingin menjadi obat nayamuk melihat kemesraaan pasangan suami istri itu.


Chara mengangguk lalu kembali menggandeng tangan suaminya dan berjalan menuju ke meja makan. Seperti biasa Raffa akan memperlakukan istrinya bak seorang ratu, bahkan ia meminta menyuapin Chara sampai habis.


Selesai makan, Raffa dan Chara menuju ruang tamu dimana kedua mahkluk yang seperti sedang perang dingin itu berada.


"Sekarang ceritakan kejadian yang sebenarnya" ucap Raffa setelah mereka duduk.


"Harus bangat ya?" tanya Chara melihat kearah suaminya.


"Harus, dan jangan sampe ada yang terlewat kan" sahut Raffa serius sambil menggegam erat tangan Chara.


"Baiklahh tapi janji ya kamu jangan marah atau pun beraksi berlebihan" ucap Chara karena ia kawatir akan respon Raffa ketika mendengar nama kayla.


"Hemmmmm" sahut Raffa


"Janji dulu yang benar"


"Iyaahh janji" sahut Raffa pasrah.


Lalu memasang telingan untuk mendengar cerita istrinya.


... :...


... :...


... :...


Trimakasi yang sudah setia menunggu up atau pun yang baru datang🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


Jangan lupa dukung Author selalu dengan LIKE & COMENTAR kalian semua, eehh tambahin VOTE nya juga ya🤭🤭, gak apa apa lah yah, otor sedikit seraka😆😆😘🥰🥰


Love U All❤🖤


__ADS_2