
Diruang tamu yang mewah nan elegan itu, Chara berjalan mondar mandir dengan penuh kecemasan, wajahnya terlihat gelisah memikir dimana suaminya saat ini, pasalnya sejak menikah hingga hari ini Raffa belum pernah pergi sampai selarut ini.
Sesekali ia melirik kearah jam dinding yang kini sudah menunjukan pukul 12:30 dini hari, saat berpamitan sore tadi, Raffa mengatakan bahwa ia hanya akan pergi sebentar, namun kenyataannya sudah hampi jam 1 suaminya itu belum juga pulang.
Beberapa kali Chara mencoba menghubungi ponsel Raffa, namun tidak di jawaba sama sekali, Chara takut suaminya melakukan hal yang aneh aneh pada Kayla atau preman preman itu, Chara terus saja menunggu diruang tamu, sampai akhirnya ia mendengar bunyi mesin mobil memasuk pekarangan rumha mewah itu.
Chara yang mengenali suara mesin mobil suaminya langsung berjalan membuka pintu, ia menatap penuh selindik pada dua pria yang berjalan kearahnya.
"Sayang, kenapa belum tidur" tanya Raffa, ia kaget ketika melihat istrinya berdiri didepan pintu, lalu Raffa mendekat dan hendak merangkul istrinya dan membawa masuk.
Chara mendorong pelan tubuh Raffa, lalu memperhatikan baju yang dipakai suaminya.
"Kenapa baju kamu beda dengan waktu berangkat?" tanya Chara penuh selidik.
Raffa mengusap wajahnya kasar, ia baru menyadari bahwa ia belum berganti pakian, Raffa berusaha keras memikirkan alasan apa yang harus ia berikan pada Chara, matanya melirik kearah Chris seolah memberi kode, agar sekertarisnya itu membantunya mencarikan sebuah alasan yang tepat.
"Maaf nona, baju Tuan Raffa tidak sengaja ketumpahan minuman saat bertemu klien tadi" ucap Chris, hanya alasan itu yang muncul dikepalanya.
"Apa baju Anda juga tidak sengaja ketumpahan minuman sekertaris Chris?"
Pertanya Chara itu mampu membuat seorang sekertaria Chris mati gaya, Chris tidak punya kata kata lagi untuk menjawab, bagaimna bisa ia lupa bahwa dirinya juga berpakian yang sama dengan Raffa.
"Sayang kita ini kan satu tim, agar terlihatan kompak dan menyakinkan didepan klien kita harus berpakian yang sama" jelas Raffa pelan berusaha menyakikam istrinya.
"Kalian pikir saya anak kecil yang akan percaya omongan kalian begitu saja?, mana ada ketemu klien sampe selarut ini, dan apa kalian bilang? berpakian seragam agar kelihatan kompak? kalian mau meething atau mau belajar berhitung?" ucap Chara panjang lebar, jelas jelas ia tau kedua pria itu sedang membohonginya.
"Sayang udah yaah bahasnya nanti saja, ayo masuk" ucap Raffa berusaha membujuk istrinya lagi.
"Tidak, katakan dengan jujur apa yang sudah kalian lakukan pada Kayla dan preman preman?" ucap Chara sambil mendorong pelan tangan Raffa yang hendak menyentuhnya.
Raffa dan Chris saling berpandangan seakan bertanya, bagaimana bisa Chara tau apa yang mereka lakukan.
"Sayang kami hanya~"
__ADS_1
"Hanya apa? hanya memberi mereka pelajaran? atau hanya mengasingkan mereka?" ucap Chara pelan memotong pembicaraan suami sambil menatap lekat kedua mata pria itu.
"Aku senang kamu mempedulikan aku, tapi aku juga tidak mau kamu menjadi jahat karena aku, apalagi sampai mengotori tanganmu untuk melakukan kejahatan" ucap Chara sembil menggenggam erat kedua tangan suaminya lalu berjinjit dan memeluk erat suaminya.
"Tolong lepaskan mereka, aku tidak mau ada dendam yang akan membahayakan dirimu dan hubungan kita" lanjut Chara dengan posisi tetap memeluk suaminya.
Raffa terpaku mendengar semua ucapa istrinya, ia tidak menyangka Chara memikirkan keselamatannya, apa mungkin Chara sudah mencintainya?
Raffa membalas pelukan istrinya, dan berkali kali mencium dan menghirup wangi tubuh istrinya, Raffa merasa bahagia karena ternyata istrinya sangat baik hati dan tidak menyimpan dendam.
Chara berusaha melepas pelukannya, ketika menyadari sekertaris Chris masi berada disitu, namun bukannya dilepas Raffa mala mengeratkan pelukan mereka
"Biarkan saja sayang, biar Chris lihat siapa tau habis ini Dia langsung minta kawin" ucap Raffa seakan paham istrinya berusaha melepaskan pelukannya karena apa.
Setelah puas memeluk, Raffa beralih mencium bibir tipis istrinya tanpa mempedulikan Chris.
"Auuww" ringis Raffa karena mendapat cubitan diperut
"Kenapa aku dicubit sayang?" ucap Raffa sambil mengelus perutnya yang sakit karena dicubit.
"Ngapain masi disin, pulang sana mengganggu aja" usir Raffa merasa tidak trima ia dicubit karena Chris.
"Omong yang benar gak?" ucap Chara dengan mata melotot hendak mencubit perut Raffa lagi
"Iyah iyaah, silakan pulang Chris jangan lupa besok kekantor ya" ucap Raffa sambil merapat giginya dan berusaha terseyum semanis mungkin
"Pintar, ayo masuk" ucap Chara menggandengan tangan Raffa dan membawanya masuk
Chris menggeleng merasa tak percaya, bagaimna bisa tuan nya menurut begitu saja hanya karena cubitan di perutnya.
"Tuan tuan, bagaimana jika ada yang melihat Anda takut pada cubitan istri Anda" ucap Chis pelan, otaknya berusaha keras memikirkan adegan yang baru saja ia lihat, namun tidak menemukan jawaban apapun, mungkin setelah Chris nikah nanti ia akan paham apa yang dilakukan tuannya barusan.
Ketika sampai dikamar, Raffa langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, Chara menyiapkan piama untuk suaminya, lalu duduk diatas ranjang dan mamaikan ponselnya.
__ADS_1
Ketika mendengar bunyi hendel pintu kamar mandi, Chara lngsung cepat cepat menaruh ponselnya dan berpura pura tidur, tanpa ia sadari aksi pura pura tidurnya diliaht oleh suaminya, pria itu terseyum sambil berjalan kearah ranjang dengan handuk melilit dipinggangnya.
"Aauuww ternyata luka susukan ini lumayan dalam" ucap Raffa berpura pura sakit
"Mana yang kena tusuk?" tanya Chara cepat, sambil memeriksa perut Raffa
"Ini sayang" sahut Raffa membawa tangan Chara menyentuh sesuatu yang telah menegang dibawa handuk.
"Iiiihh gak lucu" ucap Chara dengan muka memerah lalu berbalik hendak tidur lagi.
"Tanggun jawab sayang, sudah 2 hari dia minta nyebur kekolam renang" ucap Raffa menahan tubuh istrinya dan langsung ******* bibirnya.
Raffa yang udah menahan hasratnya dari 2 hari yang lalu langsung melancarkan aksinya, bibirnya menuyusur seluruh tubuh istrinya, mengabsen dan meninggal jejak ditiap bagian yang ia sentuh.
Tangannya mengangkat kedua kaki istrinya, lalu menenggelamkan wajahnya disana, lindah bermain dengan lembut diarea terlarang istrnya, sehingga membuat istrinya melayang dan mengeluarkan suara suara idah dari bibir tipisnya
Melihat tubuh istrinya begetar karena ada cairan putih keluar Raffa terseyum puas, lalu ia beralih ke kedua gunung kembar istrinya dan kembali bergantung disana, Raffa yang psudah tak tahan lagi langsung menceburkan ikan gabusnya pada kolam renang istrisnya, Raffa terus memaikan pinggangnya sampi akhirnya ia menuju puncak kenikamatan, dan terjatuh lebah diatas tubuh istrinya.
"Trimakasi sayang" ucap Raffa tersyum setelah nafasnya teratur, lalu mencium kening Istrinya.
Karena kelelahan keduanya langsung tidur tanpa memakai baju atau membersihkan badan.
... :...
... :...
... :...
Trimakasi yang sudah setia menunggu up atau oun yang baru mampir๐๐๐
Ingat jangan sampai kelewat jempolnya untuk memberi LIKE & COMENTAR, karena like dan comen kalian adala suport terbesar untuk para Author menyalurkan ide๐, apalagi ditamba VOTE dan dikasi tips atau bunga (Author serakah๐) ๐๐๐ฅฐ๐ฅฐ๐ค๐ค
Ingat pesan Nenek, bersabar dan berbagi itu indah gengs๐๐
__ADS_1
Love U Allโค๐ค