
"Yaahh udah Chara keluar ya, selamat tidur Bu sampai ketemu besok" ucap Chara tak lupa memberi satu kecupan di pipi ibunya lalu melangkah keluar bersama Raffa.
Raffa dan Chara bergandengan menuju meja makan, karena semuanya menolak untuk makan malam, sesampainya dimeja makan mereka berdua pun langsung mulai makan. Selesai makan mereka berdua pun langsung kekamar.
"Sayang" panggil Raffa saat keluar dari kamar mandi.
"Iyaaa, aku disini" sahut Chara dari ruangan ganti.
"Lagi ngapain sayang?" tanya Raffa langsung memeluk istrinya dari belakang.
"Benarin ini biar kamu lebih gampang ambilnya" sahut Chara yang sedang menata daleman mereka didalam lemari.
"Baik bangat sih istriku, ayoo cepatan aku udah ngantuk" ucap Raffa mulai mencium cium leher istrinya.
"Sabar, tanggung nih dikit lagi" sahut Chara sambil memaikan bahunya karena merasa geli.
"Gak bisa sayang, dia udah sabar dari sore tadi" ucap Raffa sambil membalikan badan Chara menghadap kearahnya.
"Dia siapa?" tanya Chara polos.
"Nihh" ucap Raffa sambil menggosokan sesuatu yang sudah menegang dibawa sana pada Chara.
"Iiihh apaan sih" sahut Chara dengan muka memerah merasa malu dengan tingkah suaminya.
"Yang janji tadi sore siapa?" lanjut Raffa, tangannya mulai mengangkat dagu istrinya.
Tanpa menunggu lama Raffa langsung mengulang aksinya sore tadi, lama mereka bertukaran ogsigen di ruang ganti, Raffa mengangkat tubuh istrinya tanpa melepas ciuaman mereka.
Raffa membaringkan istrinya pelan diatas ranjang, lalu ia mulai membuka semua bajunya dan hanya menyisakan boxernya yang berna hitam. Raffa yang sudah menahan hasratnya sejak sore tadi langsung merangka naik keranjang dan menindih tubuh istrinya.
Pelan namun pasti Raffa mulia meluncurkan aksinya, Raffa bermain dengan lembut agar tidak menyakiti istrinya yang sedang hamil, pria tampan itu terseyum puas ketika dirinya sudah mencapai puncak kenikmatannya.
"Trimakasi sayang" ucap Raffa, lalu mengecuk kening istrinya.
Mereka berdua pun pergi kekamar mandi untuk membersikan apa yang harus dubersikan, lalu kembali dan langsung tidur.
...****************...
Pagi kembali menyapa, tepat jam 6 pagi Chara tersadar dari tidur. Chara menatap sejenak wajah tampan suaminya yang masi terlelap, lalu perlahan turun dari ranjang dan berjalan masuk kekamar mandi.
Sebenarnya Chara merasa sedikit berat untuk bangun, tapi karena ada keluarganya ia berusaha untuk bangun lebih awal, apalagi ada kakek dan nenek Raffa, Chara tidak ingin dianggap menantu yang malas oleh kakek dan nenek Raffa. Selesai cuci muka Chara langsung turun kebawa dan meunju dapur.
"Pagi Bu" sapa Chara pada ibunya yang sadang didapur.
__ADS_1
"Pagi juga sayang, sini Ibu lagi buatin makanan kesukaanmu" sahut Ibu.
"Aaahh Ibu tau aja Chara lagi pengen makan masakan Ibu" ucap Chara memeluk manja ibunya.
"Chara bikinin Ibu teh ya skalian buat kakek dan nenek" lanjut Chara.
Ibu Siska terseyum sambil mengangguk, dan Chara pun mulai membuatkan 4 cangkir teh dan 1 cangkir kopi untuk suaminya.
"Pagi" sapa bibi Ranti yang baju saja datang kedapur.
"Pagi bibi, nih Chara buatin teh" sahut Chara sambil meletakan 2 cangkir teh diatas meja makan.
"Trimakasi sayang, keponakan bibi baik skali" ucap bibi sambil mengelus sayang pundak Chara, bibi Ranti sangat mengyangi Chara, karena Chara selalu mengingatkannya pada kakak lali lakinya, yaitu ayah Chara.
"Chara antar minum ke kekak nenek dulu ya" ucap Chara, lalu mengantarkan minuman itu ketaman bekalang dimana nenek dan kakek berada.
"Pagi Nek, Kek" sapa Chara lalu meletakan dua cangkir teh diatas meja.
"Pagi juga nak, tidak udah repot repot ada mereka berdua yang mengurus kakek dan nenek" sahut sang kakek lembut sambil menunjuk dia suster yang tak jauh dari mereka.
"Tidak apa apa kek, mumpung disini biar Chara layani" sahut Chara.
"Cucuk benar benar tidak salah pilih mantu" puji sang nenek penuh bangga. Setelah berbincang bincang ringan Chara berpamitan kekamar untuk membangunkan Raffa.
****
"Sayang, aku harus kekator sekarang ada meething penting yang harus aku hadiri. Kamu tidak apa apakan aku tinggal?" ucap Raffa menyambut istrinya dipintu.
"Tidak apa apa sih, tapi kenapa Tidak bilang dari semalam, kan aku bisa bantu siapi baju" sahut Chara dengan muka sedih.
"Maaf aku lupa bilang semalam, jangan sedih gitu aku hanya sebentar" ucap Raffa sambil memegang dagu istrinya.
"Iyaaahhh, cepat pulang yaa" ucap Chara lalu memeluk erat suaminya, entah kenapa Chara merasa berat ditinggalkan suaminya pagi ini.
"Iyaa sayang, kitakan mau kasi kejutan soal dede bayi kesemua" sahut Raffa membalas pelukan istrinya.
"Tidak bisa yaa meething ditunda?" tanya Chara mendongekan kepala menatap suaminya.
"Tidak bisa sayang, ini klien penting jadi tidak bisa diundur" sahut Raffa.
"Baiklaahh" sahut Chara pasra sambil melepas pelukannya.
"Dede bayi, maafin papa ya kali ini papa tidak bisa turuti kemauan kamu" ucap Raffa mensejajarkan tubuh dengan perut Chara lalu meninggal satu kecupan disana.
__ADS_1
Chara terseyum mendengar ucapan suami, lalu berpamitan untuk mandi sebentar, selesai Chara mandi dan berpakian mereka langsung turun kebawa untuk sarapan bersama.
"Pagi semua" ucap Raffa ketika sampai dimeja makan.
"Pagi" keempat orang tua yang telah menunggu mereka dimeja makan pun menjawab serentak.
Mereka semua pun menikmati sarapan pagi itu dengan penuh hikmat dan kebahagian, karena semua keluarga kumpul pagi ini.
"Raffa berangkat kekantor ya, pulang nanti Raffa dan Chara punya kejutan untuk semua" ucap Raffa lalu menyaliminya semuanya satu satu.
Setelah berpamitan Raffa dan Chara berjalan begandengan kepintu keluar.
"Sekertaris Chris tidak jemput ya?" tanya Chara ketika mereka sampai diluar.
"Tidak sayang, meething ini dadakan jadi Chris sibuk mempersiapkan materinya" sahut Raffa.
Chara menarik nafas dalam, hatinya bgitu berat membiarkan suaminya pergi sendirian.
"Yaa udah hati hati ya, kabari aku kalo udah sampai" ucap Chara.
"Siap nona muda, kenapa kamu udah cinta mati ya sama aku, sampe sampe tidak mau jauh jauh dariku" goda Raffa.
"Iiihh bukan gitu, udah sana brangkat intinya langsung kabari aku kalo udah sampai"
"Iyaa aku pergia ya" ucap Raffa mencium kening Chara lalu berjalan kerah mobil.
Chara berlari kecil mengikuti suaminya dan memeluk erat suaminya dari belakang, Raffa tediam sambil mengelus tangan Chara yang memeluk, firasatnya mulai tak enak, kenapa istrinya bersikap seperti itu pagi ini.
"Sayang, heeii aku kekantor hanya beberapa jam, aku janji akan cepat pulang" ucap Raffa berusaha menenangkan istrinya lalu berbalik dan kembali memeluk Chara.
Setelah Raffa menyakikan Chara bahwa semuanya akan baik baik saja, Chara pun melepas kepergian suaminya.
"Smoga tidak terjadi apa" batin Chara menatap mobil yang dibawa oleh sumainya, setelah mobil itu hilang dari pandangannya Chara pun masuk kedalam rumah.
... :...
... :...
... :...
Trimakasi untuk kasian smua yang masi setia menunggu up, atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏
Jangan lupa jempolnya tekan, LIKE, VOTE & COMENTAR, eehh tambahin BUNGA atau JANTUNG juga boleh, atau disugihin KOPI juga Author lebih senang lagi, apalagi KOIN jangan ditanyalagi perasaan othor😆😆🥰🥰🥰.
__ADS_1
Ingat pesan Nenek sabar itu menjadi subur😘😘
Love U All❤🖤