
Seperti yang telah dikatakan Raffa pada Roy, sore ini Raffa meminta para pelayannya dirumahnya untuk memasak lebih banyak. Raffa pun berencana akan memperkenalkan Roy pada kakek dan neneknya, mengingat kebaikan mendingan ibu Yasmin, Raffa yakin kakek dan neneknya akan memaafkan Roy.
"Emang mau ada tamu ya entar malam?" tanya Chara karena mendengar suaminya meminta bi Ira memasak lebih bayak.
Saat ini pasangan sumai istri itu telah berada dikamar mereka, dan sedang duduk bersampingan disofa.
"Iyaa" sahut Raffa sambil melepa sapatu kerjanya.
"Siapa?" tanya Chara kepo.
"Tidak penting, nanti juga kamu akan tau. Sekarang ceritakan ngapain aja seharian dirumah?" tanya Raffa sambil membawa kepala Chara bersandar didada kekarnya, lalu mulai mencium dan menghirup wangi rambut istrinya.
"Nggak ngapa ngapin, cuman cerita sama kakek dan yang lainnya, setalah itu makan bersama trus tidur siang" sahut Chara sedikit manja.
"Gimana dede bayi? apa Dia rewel hari ini?" tanya Raffa lagi dengan tangan mengelus perut Chara yang mulai sedikit membuncit.
"Nggak, sepertinya anakmu mulia pintar" sahut Chara sambil mengankat kepala dari dada Raffa.
"Mandi sekarang ya, aku siapin airnya" ucap Chara lalu berdiri dan hendak berjalan kekamar mandi.
"Nandi aja, aku masi kangen" ucap Raffa sambil menarik Chara duduk dipengkuannya.
"Lebaiiiii, baru juga sehari kekantor" ucap Chara terseyum dengan muka memerah, wanita itu memaling kan wajahnya karena marasa malu.
Raffa terseyun sambil menarik dagu Chara, lama ia menatap wajah cantik itu, rindu yang menggebu bercampur dengan hasrat yang belum tersalurkan sejak 3 hari lali, menuntunnya melakukan apa yang ia inginkan.
Perlahan tapi pasti, Raffa memajukan mukanya dalam sekejap bibir keduanya telah saling menyapa disore yang indah itu.
Raffa bermain dengan pelan dan lembut pada bibir seksi istrinya, semakin lama ciuaman itu semakin cepat dan memanas, tangannya yang nakal pun tak kala memanas, Raffa mulai membuka rosleting belakang dres istrinya tanpan melepaskan bibir mereka.
Raffa mulai menyusuri leher jenjang istrinya dan perlahan ciuaman itu semakin menurun ke dua gunung kembar istrinya, Raffa memaikan lidahnya dengan lembut pada dua benda kenyal itu, Chara memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawanya, tampak ia agar tidak mengelurkan suara aneh.
"Lepaskan sayang" ucap Raffa dengan nada parau, ketika mearaskan istrinya sepeti menahan diri.
Nafas keduanya semakin memburu, Chara semakin menekan kepala suaminya ketika merasa sudah tak tahan, Gairah Raffa semakin memuncak ketika nerasakan istrinya menikmati permainannya.
__ADS_1
Raffa kembali menerkam bibir istrinya dan perlahan menuntunnya berdiri, Raffa melepaskan dres Chara tanpa melepas ciuaman mereka.
"Sayang boleh yaa?" tanya Raffa dengan nada serak dan mata sayu.
Chara pun mengangguk dengan malu malu, Chara tidak menolak karena ia juga mengingkan hal yang itu.
Mendapatkan persetujuan dari Chara, Raffa langsung mengangkat tubuh istrinya keranjang, setelah membaringkan istrinya Raffa mulai melepaskan semua bajunya tanpan menyikan sehelai benang pun. Raffa kemabli melakukan adegan panasnya, dan mulai meluncurkan ikan gabusnya pada kolam renang istrinya, pasangan suami istri itu terus berpatu diatas ranjang sampai akhirnya keduanya mencapai puncak kenikmatan masing masing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Roy melajukan mobilnya memasuki halaman rumah mewah Raffa, Setelah mobilnya terparkir dengan sempurna, Roy pun keluar dari dalam mobilnya.
"Selamat malam Tuan, silakan masuk" ucap bi Ira, rupaya Raffa telah meminta bi Ira untuk menunggu Roy diparkiran.
Roy melangkah masuk mengikuti bi Ira dari belakang, Roy menghentikan langkahnya ketika melihat semua keluarga Raffa telah duduk dengan rapi dimeja makan.
Tampak dimeja makan itu ada Chris dan Rima yang ikut makan bersama mereka, Rima yang kebetulan mengunjungi Chara karena kawatir akan penculikan itu, diajak makan malam bersama oleh Chara.
"Sudah datang? ayo gabung" ucap Raffa ketika melihat Roy, semua pun menoleh kearah Roy.
Bi Ira menarik kursi disamping Rima dan mempersilakan Roy untuk duduk, pria itu melemparkan sebuah seyuman manis saat Rima melihat kearahnya.
Chris menatap tak suka pada interaksi yang tujukan dua orang yang duduk tepat dihadapannya itu, hatinya semakin memberonta ketika melihat Rima membalas seyuman Roy itu. Rupanya pria kaku sedang cemburu pada Rima, namun sayang ia belum menyadarinya.
Karena tamu yang mereka tunggu telah datang, mereka pun memulai makan malam bersama, Roy memulai makanan dengan tatapan tertuju pada bibinya yang duduk disamping Chris, pertanyaan apakah bibinya akan memaafkannya selalu muncul dikepalanya.
Selesai makan Raffa membawa semua keluarganya keruang tamu, setalah semua duduk Raffa memberi kode pada Roy untuk mebuka percakapan, lama Raffa menunggu namun pria enggan membuka suara.
Roy menggeleng ketika Raffa kembali menatapnya, seperinya ia tidak punya keberanian untuk mengatakan siapa diri pada semua, Roy mengingat semua kelakuan buruk yang pernah ia lalukan pada bibinya dan Chara, Roy takut bibinya akan marah dan mengusirnya dari sana.
Melihat gelengan kepala dari Roy, Raffa pun memutuskan untuk membuka suara dan menjelaskan semuanya pada kekuarganya, Raffa pun mulai menceritakan kisah orang tua mereka. Dari persahabat, percintaan sampai pada penculikan yang terjadi kemarin.
Semua yang ada diruangan itu kaget mendengat cerita Raffa, bedahal dengan ibu Siska, wanita itu menatap sendu pada Roy, air matanya berlinang tiada henti saat mendengar kakak laki lakinya telah meninggal dunia.
"Maafkan aku Bibi, aku bukan keponakan yang baik, aku telah membuat kesalahan yang fatal. Tapi percayalah Bi hati kecil aku selalu merindukan dan mencari Bibi saat ayah pergi meninggalkan aku" ucap Roy, pria itu telah bersujud dilutut bibinya dan menangis sesunggukan.
__ADS_1
Ibu Siska mengelus sayang kepala Roy, bayangan masa masa bahagia bersama kakanya kembali muncul, sosok kakak laki laki yang saat menyangi dirinya.
Mereka terpisahkan karena ibu Siska lebih memilih menikahi ayah Chara yang hanya seoran pegawai pemerintahan, sementara kakaknya mengikan ia menikah dengan pria pilihannya yang merupakan seorang pengusaha sukses dan kaya raya. Dari kejadian itu kakaknya benar benar marah dan memutuskan hubungan denganya.
"Kamu tidak salah nak, semuanya terjadi karena kesalapahaman, maafkan bibi yang mengganti nama sehingga kamu kesulitan memenukan bibi" ucap ibu Siska lalu mengecup kepala Roy.
"Bibi memaafkan ku?" tanya Roy mengakat kepala menatap bibinya dengan mata memerah.
Ibu Siska mengangguk, lalu bibi dan keponakan itu saling berpelukan penuh haru. Roy pun beralih pada kakek dan nenek Raffa.
Hal yang sama ia lalukan, bersujut dan meminta maaf pada kedua orang tua itu, nenek dan kakek yang mengenal betul siapa Yasmin pun ikut memaaafkannya. Terakhir Roy beralih pada Chara dan hendak menyentuh lutut Chara.
"Mau ngapain?" tanya Tanya Raffa menetpis tangan Roy.
"Minta maaf" sahut Roy polos.
"Ngomong aja gak usah sentuh sentuh istriku" ketus Raffa sambil memuk istriny agar tidak sentuh oleh Roy. Semua diruang itu pun tertawa melihat sikap Raffa.
Roy merasa legah akhirnya ia bertemu dengan bibinya, dan ia juga merasa bahagia karena bibinya telah memaafkan dirinya, Roy telah berjanji pada dirinya untuk membawa dan merawat bibinya layak orang tua kandung, Roy akan berusaha membahagiakan bibinya dan menajaga Chara sapupunya.
Raff pun tak kalah bagaianya seperti Roy, Raffa merasa senang akhirnya masalanya telah selesai, Raffa berharap hingga acara resepsi dan seterusnya tidak ada lagi yang menggnggu rumah tanggannya.
... :...
... :...
... :...
Trimakais yang sudah setia menunggu up, atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏🙏
Jangan lupa dukungannya buat Author ya, dengan cara LIKE COMENTAR & VOTE🥰🥰🥰😘
-----
Love U All❤🖤
__ADS_1