
Raffa pun berpamitan pada semua, lalu bersama Chris keruangan kerjanya untuk memulai proses pemindahan saham.
Raffa dan Chris mulai berkutat didepan leptop, proses pengalihan saham bukanlah hal yang mudah, apalagi Aditama Group bukanlah perusahaan yang kecil, semalam suntuk Raffa dan Chris bekerja keras, mulai dari pemindahan data dan menyiapkan berkas berkas yang perlu ditanda tangani nanti.
Jam dinding menunjukan pukul 08:00 pagi hari, kedua pria itu baru akan menyesaikan pekerjaan mereka, lelah dan mengantuk bukan lagi sebuah masala untuk mereka keluhkan, tanda hitam yang melingkar jelas dibawa mata mereka menandakan bahwa kedua pria itu belum memejamkan mata semalam suntuk.
"Selesai" ucap Chris ketika tulisan 100% muncul dilayar leptopnya.
Mendengar ucapan sekertarisnny, Raffa merasa sedkit legah, kerja keras mereka semalaman tidak sia sia, Raffa berharap semuanya bisa berjalan lancar dan membawa istrinya pulang dalam keadaan baik baik saja.
Tanpa berlama lama lagi, Chris langsung melajukan mobil itu menuju base camp, sebelum menuju alamat yang di katakan oleh Roy Fernandes, Raffa dan Chris terlebih dulu harus mempersiapkan diri mereka.
Kedua pria itu berjalan menuju ruangan rahasia, untuk mengambil beberapa senjatan yang sekiranya bisa disimpan dengan aman untuk melindungi diri mereka, Raffa dan Chris bukalah orang bodoh yang mau menyerahkan diri begitu saja kekandang Harimau, penampilan kedua pria itu bukan lagi seperti pemimpin perusahaan besar, melain seperti seorang mafia yang siap melakukan sebuah transaksi ilegal.
Chris melajukan mobil itu menuju Villa yang dimaksud oleh Roy Fernande, saat ini status mereka berdua bukan lagi sebagai atasan dan bawahaan, kedua pria itu terlihat seperti hubungan normal pada umumnya, karena Raffa memilih untuk duduk didepan bersama Chris.
Walau terlihat norma seperti orang orang pada umumnya, tetap saja aura yang mereka pancarkan sangat mematikan, bahkan saat ini lebih meningkat berkali kali lipat dari biasanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara disebuah kamar mewah, seorang wanita sedang terlelap dengan kaki tangan yang ikat kuat. Chara adalah wanita itu, Roy yang tau akan kemampuan bela diri Chara, meminta anak buahnya untuk mengikat kaki tangan wanita itu sekuat mungkin.
Chara menggeliat dan perlahan membuka matanya, karena seluruh tubuhnya terasa pegal Chara bergerak bermaksud merenggangkan otot ototnya, matanya terbuka dengan sempurna ketika menyadari kaki tangannya terikat kuat, Chara mengkerutkan dahi ketika mengingkat kejadian yang menimpanhnya kemarin siang.
*****
Aldi mendatangi mansion utama, ketika ia memasuki rumah mewah itu, ia melihat Chara sedang berbincang dengan ibunya diruang tamu, Aldi mendekat dan langsung memberitahukan maksud dan tujuan kedatanganya.
Ketika mendengar nama Raffa disebut oleh Aldi, Chara langsung bersemangat , tidak ada sedikit pun rasa curiga dihatinya, mengingat suaminya itu begitu romantis padanya. Chara berpikir Raffa sedang ingin memberinya kejutan, ditamba lagi Aldi lah yang menjemputnya.
Chara bergegas kekamar untuk mengganti bajunya, selesai bersiap Chara langsung berpamitan pada ibunya, dan pergi bersama Aldi.
__ADS_1
Sesampainya dimobil, Aldi langsung melajukan mobilnya meninggalkan mansion utama, saat Aldi merasa mobil itu berada dalam jarak yang aman, Aldi dan orang orangnya pun mulai menjalankan aksi mereka.
Chara dibekap oleh seseorang dari belakang dengan obat bius, Chara berusaha keras untuk melawan namun usahanya sia sia, karena ada 2 orang lainnya yang memegang kedua tangannya.
Aldi telah merencanakan semuanya dengan sebaik mungkin, Aldi juga membawa seorang wanita yang memiliki postur tubuh yang sama persis seperti Chara untuk mengelabui para pengawal Chris yang sedang memantau dari jarak jauh, saat sampai di Restoran yang tuju wanita suruh Aldi pun turun dari mobil dan menyamar sebagai Chara, sementara Aldi sendiri langsung membawa Chara ketempat yang telah mereka persiapkan.
Saat Chara sadar ia telah berada disebuah rumah besar yang sangat asing baginya, Chara pun mencoba kabur, ketika ia sedang berusaha membuka pintu, seseorang memukulnya dari belakang dan Chara langsung kehilangan kesadar.
******
"Aldi" ucap Chara pelan dengan rahang mengeras.
"Heloww Nyonya Aditama" sapa Roy Fernandes ketika membuka pintu.
"Dasar penghianat, apa salah suamiku padamu?" tanya Chara menatap tajam pada Aldi yang masuk bersamaan dengan Roy Fernandes.
"Bukan penghianat nona, karena Dia adalah orangku. Dan suamimu yang bodoh itu berurusan denganku" sahut Roy sambil memegang dagu Chara.
"Singkirkan tangan kotormu pengecut, jika kau benar benar lelaki selapaskan ikatan ini dan hadapi aku" tantang Chara ia sama sekali tidak takut pada pria itu.
"Tenanglah, setelah suamimu yang bodoh itu sampai disini aku akan melepaskan kalian berdua ke NERAKA, hahahaha" ucap Roy sengaja menekan kata neraka dan kembali pecah tertawa.
"Ciihhh, dasar banci braninya bersembunyi diketek pengawal" ucap Chara mengejek ia sengaja memancing emosi pria itu.
Benar saja, pria psikopat itu langsung tersulut emosi, tangannya mencengkram kuat rahang Chara.
"Jaga ucapanmu nona sebelum aku bertindak lebih padamu" ucap Roy dengan rahang mengeras.
Chara terseyum sinis, ia seperti tidak takut dengan ancaman Roy itu.
"Cuiiihhhh" Chara meluda tepat dipipi pria yang sedang tersulut emosi itu.
__ADS_1
"Kau" ucap Roy dengan nada meninggi sambil mengakat tangan hendak menampar Chara, pria itu benar benar marah, terlihat jelas dari mukanya yang begitu memerah.
"Tuan" ucap Aldi menghentikan aksi Roy.
Roy menarik kembali tangannya yang hendak memukul Chara, lalu berbalik dan menatap tajam pada Aldi.
"Seperti tuan Raffa telah sampai" ucap Aldi sambil menunduk, ia pun tak brani menatap Roy ketika sedang marah.
Roy berjalan kearah jendela, lalu menyingkap gorden untuk memastiakan ucapa Aldi, matanya melihat dengan jelas mobil Raffa yang sedang terparkit didepan gerbang rumahnya.
Roy terseyum penuh kemenangan, tepat seperti dugaannya Raffa akan datang menyelamatkan istri tercintanya.
"Mari kita bersenang senang Tuan Aditama" batin Roy lalu berjalan keluar untuk menyambut tamu kehormatannya.
"Biarkan mereka masuk" ucap Roy sambil menekal sebuah tombol yang terhubung langsung dengan para pengawal yang menjaga gerbang rumahnya.
Sementara Raffa dan Chris terlihat tak menunggu diluar, Raffa berlaki kali menghubungi nomer Roy tapi panggilan itu tidak terhubung sama sekali, sepertinya Roy sengaja mematikan ponselnya.
Tak lama mereka menunggu, seorang penjaga membuka gerbang dan mempersilakan mereka masuk.
... ...
... :...
... :...
... :...
Trimakasi untuk kalian semua sudah setia menungg up, atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏🙏
Maaf ya Author tidak bisa memenuhi permintaan kalian untuk up 2 bab sehari, selain karena keterbatasa waktu, Author juga masi baru dalam hal menulis, untuk membuat 1 bab saja aku butuh waktu 3-4 jam😔 belum lagi direcokin si bocil. Tapi aku usahakan untuk up tiap hari walau hanya 1 bab.🙏🙏🙏
__ADS_1
Jangan bosan yaa beri aku dukungan dan semngat, dengan LIKE dan KOMENTAR kalian.🥰🥰
Love U All❤🖤.