
"Ra, kepo dong" ucap Rima sedikit berbisik karena tak ingin didengar oleh ke dua pria yang sedang masak di dapur.
"Apa?" tanya Chara tanpa menole.
"Cerita dong, Tuan Raffa itu si gendut kan?"tanya Rima.
"Nah itu udah tau, kenapa nanya lagi?" sahut Chara tetap fokus pada tontonannya.
"Iihhhsss bukan itu, maksudku waktu ditinggal berdua dikamar kalian ngapain aja?" Rima benar benar penasan dengan kejadian waktu dirumah sakit.
Chara kaget mendengar pertanyaan Rima dan langsung menole.
"Waahh para lu, bener bener deh otak lu kudu dilaundry " sahut Chara sambil menunjuk kepala Rima.
"Elu yang para, gua nanya apa lu mikirnya kemana? Maksud gua, lu ceritain gimana Tuan sombong itu bilang ke elu, kalo dia sebenarnya sigendut itu" jelas Rima panjang lebar.
"Lah, elu nanya gak gelas" sahut Chara terseyum malu karena sudah salah paham.
"Otak lu yang mesum" ketus Rima.
Mereka berdua terus saja berdebat tanpa ada yang mau mengalah, seperti biasa Rima yang mendapat kesempatan pasti akan menggoda habis habisan sahabatnya.
Karena asik berdebat, mereka tidak menyadari Chris yang sejak tadi berdiri tak jauh dari mereka dan mendengar smua ocehan mereka.
"Eheemmmm" suara dehem itu mengaget kedua wanita cantik yang sedang asik berdebat itu.
"Tuan Chris" kaget mereka berdua bersamaan sambil menoleh kearah Chris.
"Nona Chara, Anda diminta Tuan Raffa untuk kedapur sebentat" ucap Chris.
"Aaahh baiklah, Rim gua tinggal bentar ya" ucap Chara sambil berdiri lalu melangkah kedapur.
Chara mengangkat lehernya panjang berusaha mengitip apa yang sedang dilakukan Raffa didapur.
"Kemarihlah, kenapa kau mengitip seperti pencuri" ucap Raffa mengagetkan Chara yang sedang mengitipnya.
"Iiihh bikin kaget aja" gumam Chara pelan, lalu perlahan mendekati Raffa.
"Cobain ini" Raffa meniup pelan, memastikan makanan disendok itu telah dingin lalu mendekatkan ke mulut Chara.
Tanpa ragu ragu, Chara langsung membuka mulutnya.
"Enak bangat masakan mahkluk astral" batin Chara sambil mengunyah makanan dimulutnya.
__ADS_1
"Gimna, enak?" tanya Raffa.
"Lumayan."
"Kamu suka?"
Chara terseyum sambil mengagguk, pertanda ia menyukai masakan Raffa.
"Yaa udah mandi sana, setelah itu kita makan bersama" ucap Raffa terseyum.
Chara terdiam mendengar ucapa Raffa, entah apa yang Ia pikirkan.
Raffa yang melihat Chara tidak bergerak membalikan badan gadis itu hingga membelanginya lalu berbisik tepat ditelinga gadis itu.
"Mau mandi sendiri atau kutemani mandi?" goda Raffa.
Chara kaget mendengdengar ucapan Raffa, gadis itu tersadar dan langsung melangkah cepat menuju kamar.
"Kenapa lo?" tanya Rima yang melihat Chara berjalan cepat.
"Gak apa apa, ayo ikut ke kamar" sahut Chara sambil menarik tangan Rima lalu mereka berdua pun masuk ke kamar Chara.
"Ra, gimana kalo gua aja yang gantiin lo di pertanding nanti" ucap Rima setelah Chara selesai mandi.
"Gak apa apa, gua bisa ko, lagian pertandingannyakan masi sebulan" sahut Chara yang sedang menyisir rambutnya didepan kaca.
"Yakin, doain aja gua dan ingat ini rahasia kita, jangan sampe ibu tau, apalagi sih gendut itu" sahut Chara mantap.
"Tapi Gua yang gak nyakin, Ra. Gua kawatir lo kenapa kenapa, Ra." lanjut Rima.
"Udah, gak usah dipikirin kita lihat aja nanti, ayo keluar" ucap Chara sambil menggandeng Rima lalu mereka keluar menuju meja makan.
Raffa telah duduk manis menunggu tuan putrinya, sementara Chris, seperti biasa sekertaris itu selalu setia berdiri dibelakang Raffa tanpa mengenal waktu dan tempat.
Raffa yang melihat Chara datang langsung berdiri dan menarik kursi disampingnya, berharap Chara duduk disampingnya, namum sayang harapannya sia sia kerena Chara lebih memilih duduk bersampingan dengan Rima.
"Ayo cepat makan" ucap Raffa terseyun berusaha menutup rasa kecewanya sambil menggeserkan makanan ke depan Chara
"Chris, dudulah" lanjut Raffa.
Chris menurut lalu duduk disamping Raffa, mereka berempat pun menikmati makan malam itu dengan pikiran mereka masing masing karena tidak ada yang bersuara.
Chara menikmati makanannya, sambil sesekali matanya melirik Raffa yang duduk tepat didepannya, ucapan Raffa yang ingin menemaninya mandi terngiang ngiang dikepalanya, ditamba lagi kejadiam dalam mimpinya malam itu ikut muncul.
__ADS_1
Karena makan sambil berhayal, Chara tak menyadari sudut bibirnya ada sisa sisa nasi, Raffa yang melihat itu langsung berdiri mengabil tisu lau membersikannya.
Jantung Chara berdetak kencang ketika disentuh oleh Raffa,matanya melotot seakan tak percaya dengan apa yang Raffa lakukan, bukan karena marah tapi Chara merasa malu pada Chirs dan Rima yang sedang lihat mereka berdua.
"Lanjutkan makanmu" ucap Raffa lalu kembali duduk.
Chara menghabiskan makanannya sambil menunduk, rasa malu dan jantungnya berdegup kencang membuat dirinya tak berani menatap siapapun.
Setelah selesai makan, Raffa dan Chris pun berpamitan pulang, karena malam semakin larut, tapi Raffa tak pulang ke mansionnya, Ia memilih tidur di Apartamen untuk menjaga Chara.
......................
Kini kedua pria tampan tapi dingin itu telah berada didalam apartamen Raffa, setalah memastikan Tuannya aman, Chris langsung ingin cepat cepat berpamitan pulang.
"Tuan, jika tidak apa perlu lagi, saya permisi pulang" ucap Chris sambil berdoa dalam hati semoga dijikan pulang.
"Kenapa buru buru sekali, bukakah biasanya kau akan menunggu sampai ku usir pulang?" tanya Raffa yang telah duduk bersandar di sofa.
"Akhir akhir ini Tuan kurang istirahat, saya akan pulang lebih awal agar Tuan bisa cepat istirahat" sahut Chris, pria itu berusaha menyusun kata sebaik mungkin.
"Jangan berkelit Tuan, saya rasa otak Anda masi bekerja dengan baik bukan?" ucap Raffa sambil terseyum sinis.
Chris yang mendengar ucapa Raffa, tak mampu berucap apapun, ia pasra menerima hukuman apapun dari Tuannya.
"Menurutmu, hukuman apa yang pantas bagi orang yang berlaku kurang ajar pada atasanya?" tanya Raffa.
"Push up 500 kali Tuan" sahut Chris cepat.
"Tidak, tidak itu terlalu muda"
Chris terdiam tak sanggup menjawab lagi.
"Persiapkan acara lamaran untuk Chara, pastikan semua berjalan dengan lancar dan...." ucap Raffa menggantung.
"Dan apa Tuan?" tanya Chris sedikit cemas, berharap Tuannya tidak meminta hal yang aneh aneh.
"Dan pastikan Chara tidak akan menolak lamaranku, karena jika Chara menolak" Raffa kembali menggantung ucapannya.
Chrisn menelan silavanya kasar, dirinya lebih memilih diperintah lembur atau pun bertarung daripada berusan dengan wanita.
...:...
...:...
__ADS_1
...:...
Happy reading, guys. Love U All❤🖤