
Sesuai yang telah disepakati, ibu dan bibi Chara akan ikut dan tinggal bersama Roy, begitu pun dengan kakek dan nenek. Kedua lansia (Lanjut usia) itu pun akan kembali kerumah mereka.
Sebegai tanda perpisahan, Raffa mengadakan acara makan makan bersama dirumahnya, Raffa pun mengundang Roy dan Aldi untuk ikut makan malam bersama mereka.
Sore ini, semua pelayan tampak sibuk untuk mempersiapkan acara malam nanti, seperti biasa rumah akan sedikit dihias dengan berbagai macam bunga bunga segar. Mengganti semua teplak dan mengeluarkan perabotan makan yang baru, begitulah tradisi turun temurun dari keluarga Aditama.
Ibu Siska, bibi Ranti dan nenek pun tak mau ketinggalan, bahkan mereka mengambil alih bagian dapur untuk memasak makanan kesukaan anak dan cucu mereka, para pelayan bagian daputlr hanya membantu seperlunya saja.
"Wah lagi Rame nih" ucap Raffa, ia baru saja keluar dari kamar bersama istrinya.
"Nihhh, Nenek lagi bikinin makanan kesukaanmu waktu kecil. Nanti Chara cobain ya masakan Nenek" sahut sang nenek penuh semangat. sambil menujukan olehan didepannya.
"Wahh Nenek baik sekali, ajari Chara Nek biar nanti Chara masakin buat Raffa" ucap Chara terseyum rama sambil berjalan kesamping nenek.
"Tidak tidak, untuk saat ini kamu fokus dulu ke yang didalam pertu, urusan yang lain biar suamimu dan Ira yang menganturnya" sahut sang nenek serius.
"Aaahh Nenek emang paling terbaik deh" ucap Chara sambil memeluk manja sang nenek.
"Hei anak nakal dengarKan ya, jangan sampai kau buat cucu dan calon cicit ku kelahan mengerti?" ucap sang nenek sambil menunjuk pisau ditangannya pada Raffa.
"Kenapa jadi Raffa yang kena Nek? Raffa kan dari tadi diam aja" protes Raffa.
"Siapa yang berani buat Nenek ku yang cantik ini marah marah hah?" ucap Chris yang baru saja datang dan semua pun langsung menoleh padanya.
Chris menghampiri neneknya lalu memeluk dan mencium nenek tua itu, sang nenek menyambut hangat pelukan cucunya.
"Lihatlah anak nakal itu, dia selalu saja bikin nenek emosi" ucap nenek mengadu pada Chris.
"Tenang Nek Chris akan mengurusnya. Hei anak nakal ayo ikut denganku, kenapa kau bersama para wanita didapur?" ucap Chris sambil menjepit leher Raffa lalu membawa pria itu ketaman belakang.
"Hei kau tidak waras ya? apa kau sengaja ingin membunuhku?" tanya Raffa dengan muka memerah dan terbatuk batuk karena jepitan Chris yang lumanya keras.
Raffa merasa tidak trima dengan perlakuan Chris, ia bergerak hendak membalas perbuatan Chris, namun pria itu telah lebih dulu kabur dan berlindung dibelakang kakek.
Raffa mula mengejar Chris. Kedua pria dewasa itu saling kejar kejaran layak anak kecil yang sedang berebutan mainan, kakem terseyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya, pria tua tidak heran dengan kelakuan kedua cucunya, karena itulah yang selalu mereka lakukan ketika berada dihadapan kakek dan nenek.
__ADS_1
Kakek sangat bersyukur, Chris hadir disaat yang tepat, dimana Raffa sedang dalam keadaan terpuruk karena baru saja kehilangan kedua orang tuanya. kakek meresa Chris adalah malaikat yang dirim Sang pencipta untuk melengkapi kehidupan mereka, terutama Raffa.
"Apa kalian tidak punya malu? sudah setau itu masi saja kejar kejaran" ucap Roy yang baru saja tiba bersama Aldi.
Raffa dan Chris menghentika aksi kerja kejaran mereka, lalu bersamaan menoleh kearah Roy.
"Apa kalian ber2 tidak punya sopan santu seenaknya saja masuk rumah orang?" Raffa balik bertanya pada kedia pria itu.
"Raffa" tegur kakek
"Kemarilah nak" lanjut kakek, meminta Roy dan Aldi duduk bersamanya.
Roy melangkah menuju kakek sambil terseyum penuh kebanggaan seolah sedang mengejek Raffa, sementara Aldi mengikutinya dari belakang.
"Minggir jangan duduk dekat kakekku" kali ini bukan Raffa yang bicara melain Chris, pria itu melangkah cepat dan langsung mendorong tubuh Roy yang hendak duduk disamping kakek, lalu ia yang duduk disamping kakeknya.
"Cihh, dasar posesif" ucap Roy sambil menatap sinis pada Chris.
Ke4 pria dewasa itu pun duduk dan mengobrol bersama kakek, walau sesekali kakek harus menegur, karena mereka selalu saja berdebat tapi justru itu yang membuat mereka terlihat semakin akrab bahkan seperti keluar yang bahagia.
Rupanya Rima telah datang, saat pulang kerja tadi Chris langsung mengajanya untuk ikut bersama kerumah Chara, namun gadis iti menolak, ia ingin pulang untuk mandi sebentar, setelah itu baru akan kesana, Rima juga menolak tawarin Chris yang ingin mengantarnya.
****
Dimeja makan, semua telah duduk dan menunggu para lelaki itu datang. Setelah semua mengambil posisi duduk masing masing, mereka pun memulai acara makan malamnya.
Semua menikmati makana itu dengan penuh kebahagiaan, walau semuanya akan berpisah besok pagi, tetapi mereka tetap merasa bahagia dan mensyukuri saat saat seperti ini.
1 jam berlalu, mereka semua telah selesai makan, kakek pun langsung mengajak mereka semua keruang keluarga untuk bersantai.
"Kemarilah nak, duduk disamping Kakek" ucap Kakek, meminta Aldi duduknya sampingnya.
Aldi pun menurut lalu duduk disamping kakek.
"Kamu tau nak ayahmu adalah orang yang sangat baik" lanjut kakek sambil menepuk nepuk pelan bahu Aldi.
__ADS_1
"Karena kamu juga adalah anak yang baik seperti ayahmu, kakek akan memberikan kamu sesuatu" ucap kakek sambi mengambil sebuah kotak kecil disampingnya lalu menyerahkannya pada Aldi.
"Apa ini kek?" tanya Aldi penasaran.
"Buka saja" sahut kakek
Aldi pun membuka kotak itu, ia merasa tidak percaya ketika melihat ada dua buab kunci didalam kotak itu, Aldi mengenal betul kunci itu adalah kunci rumah dan kunci mobil.
"Ini hadiahnya terlalu mewah Kek, Aldi rasa tidak sebnding dan tidak pantas menerimanya" ucap Aldi merasa tidak enak.
"Trimakasi Di, kamu bisa kasi ke ibu mu sebelum sebelum pergi bersama Roy" cela Raffa.
"Kesetian itu mahal dan tidak bisa ditukar dengan apapun nak, apalagi dengan semua benda ini. Kakek harap kedepannya kamu selalu seperti itu" sambung Kakek penuh kelembutan.
Aldi terdiam mendengar ucapa kakek, ia tidak mennyakan apa yang ia lakukan sangat diharga oleh keluarga Aditama.
"Trimakasi Kek, Aldi janji akan selalu ingat kata kata kakek" ucap Aldi terseyum bahagia, lalu meraih tangan kakek dan menciumnya.
Raffa merasa senang melihat Aldi menerima semua itu, Raffa lah yang terlah mempersiapakan semua itu untuk Aldi, ia merasa Aldi berhak mendapatkan semua itu, bukan hanya karena Aldi telah melurukan kesalapaham diantara dirinya Roy, tapi juga kerena mendiang ayah Aldi yang begitu baik pada keluarganya.
Dan Raffa minta pada kakek untuk memberikan semua itu pada Aldi, agar pria itu tidak merasa sungkan atau pun tak enak hati padanya.
...:...
...:...
...:...
Trimakasi yang masi setia menunggu up atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏🙏
Maaf ya Author baru up sekarang, hidung Author udah dua hari ini meler, bab ini aja udah nyicil dari kemarin tapi gak kelar kelar🙈🙈. nulis satu kata nariknya 5 kali🤣🤣🤣.
Jangan lupa jempolnya gangs LIKE & COMEN dimainkan.
Love U All❤🖤
__ADS_1