Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
72.# Musibah


__ADS_3

Dipinggir jalan umum, terlihat banyak sekali orang orang berkerumunan, terdengar desas desus, baru saja terjadi tabrakan yang lumanya parah.


"Nek, nenek sadar nek" ucap seorang pria sambil memangku tubuh seorang nenek yang bersimbah telah darah.


"Seseorang tolong panggilkan ambulance" teriak pria itu mukai panik karena nenek itu belum sadarkan diri, saking paniknya pria itu lupa bahwa mobilnya sedang terparkir disampingnya.


Saat sedang berusaha membangunkan nenek itu, dari balik kerumunan orang orang yang melihat kejadian itu munculah sepasang suami istri yang mengaku sebagai anak dan menantu nenek itu.


Tampak anak yang saat pria saat tersurur emosi.


"Apa yang mau lakukan pada ibu ku, hah?" tanya dengan nada meninggi


"Ibu" teriak yang wanita dengan nada bergetar sambil membawa ibunya dari pangkuan pria itu ke pelukannya.


Tak lama kemudian terlihat 3 orang polisi datang, mereka pu langsung melarai pria yang sedang marah marah itu, dan Polisi pun memerintah untuk segera membawa ibunya kerumah sakit, tanpa menunggu lama pria itu langsung mengangkat tubuh ibunya dan membawa menuju mabil ambulance yang baru saja tiba.


"Tuan Anda harus ikut kami ke kantor Polisi untuk melakukan pemeriksaan" Ucap pak Polisi pada pelaku tambrakan itu.


"Tapi saya harus memastikan dulu keadaan nenek itu" sahut pria yany ternayata adalah Raffa.


"Biarkan anggota kami yang mengikuti korban, Tuan silakan ikut kami kekantor" sahut polisi itu.


Raffa menurut karena ia tak mau melawan aparat kePolisian, Raffa pun melajukan mobilnya mengikuti mobil Polisi itu kekantor mereka


Raffa adalah pria yang menabrak nenek tua itu, saat Raffa sedang dalam perjalan menuju kantor, sebuah mobil dari arah belakang melaju dengan kecepat tinggi, dan pengendara mobil itu membunyikan klakson sepanjang perjalanan, saat sampai disamping mobil Raffa, orang itu sengaja memperlambat kecepatannya dengan klakson tetap berbunyi seakan ingin mengalikan perhatian Raffa, dalam hitungan detik mobil itu pun menghilang dari penglihatan Raffa.


Raffa yang merasa terganggu memperhatikan mobil itu, sempat ia berucap "Saiap orang gila yang buat masala pagi pagi begini" karena fokusnya terarah pada mobil itu, Raffa tidak memperhatikan jalan didepannya, seketika Raffa menghentikan mobilnya secara tiba tiba saat ia merasa mobilnya menabrak sesuatu didepannya.


Karena penasaran Raffa pun turun dari mobil, matanya membulat sempurna, dan kepanikan terlihat jelas diwajahnya ketika melihat seorang wanita tua yang tegeletak tak sadarkan diri dan bersimba darah didepan mobilnya.


Dalam perjalanan menuju kantor polisi, Raffa menghubungi Chris dan pengacaranya untuk mengikutinya.

__ADS_1


Chris yang mendengar Raffa dalam masala langsung menceritakan hal itu pada klien, dan meminta agar meething itu diundurkan, namun klien itu tidak mau memahami situasi yang dialami oleh Raffa, klien itu pun marah besar dan langsung membatalkan rencana kerja sama mereka, lalu pergi meninggalkan gedung Aditama Group.


*****


Satu jam berlalu, Chris dan pengacara sudah berada dikantor polisi, Raffa telah diintrogasi 30 menit yang lalu, Raffa pun menceritan awal kejadian sampai akhirnya menemukan nenek itu telah terjatuh bersimba darah didepan mobilnya, Raffa mengatakan ia tidak tau bagaimna menabraknya, ia hanya merasa seperti menabrak sesuatu.


Pengacara Raffa telah bernegosiasi dengan kepolisian untuk menyelesaikan masala ini secara kekeluargaan dengan pihak korban, namun setelah posisi menghubungi pihak korban mereka menolak keras untuk datang kekantor polisi, alasan mereka adalah ibunya masi belum sadarkan diri.


Pengacara pun mengajukan jaminan agar Raffa bisa bebas bersyarat, namun lagi lagi smuanya gagal, pihak kepolisi menolak dengan berbagai macam alasan, sudah 4 jam mereka berada di kantor Polisi tapi belum menemukan titik terang untuk masala itu.


Raffa mulai gelisah memikirkan alasan apa yang harus ia berikan pada istrinya, melihat semuanya seperti dipersuli Raffa kawatir ia harus menginap di sel malam ini.


Chris terdiam, seperti sedang mencerna semua kejadian itu, Chris merasa ada sesuatu yang janggal dalam masala itu, mereka seolah sedang dipermainkan, Chris menatap Raffa sejenak lalu mendekat kearah tuannya itu.


"Tuan berapa kecepan mobil yang Anda melajukan pagi tadi" tanya Chris.


"Seperti biasa" sahut Raffa, ia selalu mengingatkan pada semua sopir bahkan Chris untuk mengemudi dalam kecepat 40-60 km, Raffa akan marah jika semua sopirnya melajukan mobil dengan kecepatan 80-100 km.


Raffa terdiam seakan menyadari sesuatu, bagaimana bisa dengan kecepat 40-60 km bisa membuat korban bersibah darah seperti itu. Pikirannya mulai mengulang kejadian pagi tadi, disekitar kejadian tidak ada batu besar atau pun sesuatu yang bisa menyebabkan nenek itu terluka para, bahkan dipembatas jalan pun tidak ada bercak darah sama sekali, tanpa berucap apapun Raffa langsung berlari keluar dan memperhatikan bercak darah yang masi menempel dimobilnya.


Raffa mulai memperhatikan dan mencium darah itu.


"Siaaaalllll" ucap Raffa ketika menyadari dirinya telah dipermainkan karena bercak merah dimobilnya bukanlah darah sungguhan. Raffa pun langsung melangkah masuk kedalam kantor polisi.


"Katakan dimana rumah sakit korban dirawat" tanya Raffa dengan rahang memgeras, pria itu terlihat sangat marah.


Polisi itu tampak bingung untuk menjawab pertanyaan Raffa, raut wajahnya pun terlihat malai ketakutan.


"Katakan" betak Raffa sambil menggerbak meja.


"D-dirumah sakit xxx Tuan" sahut polisi itu gugup.

__ADS_1


"Siapa pun yang bekerja sama dengan kalian, urusan kita belum selesai" ancam Raffa dengan Rahang mengeras lalu melangkah keluar dan diikuti oleh Chris dan pengacaranya.


Chris melajukan mobil kealamat rumah sakit yang beritahukan oleh Polisi tadi, tujuan mereka mencari para korban bayaran itu untuk menannyakan siapa dibalik semua ini.


Sesampainya dirumah sakit Raffa dan Chirs langsug melangkah cepat menuju meja resepsionis.


"Apa ada pasian korban tabrakan yang diatar pihak kepolisi kesini?" tanya Chris.


"Maaf Tuan kalo boleh tau diantar kapan?"


"Pagi sekitar jam 8-an" sahut Raffa.


"Maaf Tuan, untuk hari ini belum ada pasien korban tabrakan apalgi diantar pihak kepolisian kesini" sahut resepsionis itu.


"Anda yakin?" tanya Chris.


"Yakin Tuan, karena saya yang berjaga disini sejak pagi" sahut penjaga resepionis itu lagi, mantap. Raffa dan Chris pun melangkah kekuar kembali kemobil.


...:...


...:...


...:...


Trimakasi untuk kasian smua yang masi setia menunggu up, atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏


Jangan lupa jempolnya tekan, LIKE, VOTE & COMENTAR, eehh tambahin BUNGA atau JANTUNG juga boleh, atau disugihin KOPI juga Author lebih senang lagi, apalagi KOIN jangan ditanyalagi perasaan othor😆😆🥰🥰🥰.


Ingat pesan Nenek sabar itu menjadi subur😘😘


Love U All❤🖤

__ADS_1


__ADS_2