Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
55.# Raffa semakin bucin


__ADS_3

Hari trus bergati, waktu terus berjalan, seminggu pun telah berlalu, Pasangan suami istri itu melewati masa masa mereka dengan penuh bahagia. Pria dingin itu benar benar memperlakukan istrinya bagai seorang putri raja.


Sejak kejadian penculikan itu, Raffa tidak mengijikan Chara pergi sendirian. Raffa bagai perangko yang selalu menempel pada istrinya, bahkan ia tidak mengijikan satu nyamuk pun menempel dibaju istrinya, karena Raffa tidak ingin kejadian itu terulang lagi.


Sesuai permintaan Chara, Raffa membebaskan Kayla dan preman preman itu, tentu dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, dan mereka juga akan selalu dalam pantauan orang orang Chris. Kayla menangis sesunggukan dan meminta pada Chara dan Raffa, ia telah berjanji tidak akan mengganggu hubungan Raffa dan Chara lagi, karena itu Kayla memutukan untuk pindah dan menetap diluar Negeri, begitu pun dengan preman preman itu, mereka juga telah meminta maaf pada Chara dan berjanji tidak akan melakukan kejahatan lagi, mereka bersukur karena telah dibebaskan dan mendapat perawatan gratis sampai tangan mereka sembuh, bahkan mereka sangat berterimakasi, karena Raffa memberikan mereka pekerjaan yang layak dan penghasilan yang jauh lebih menjanjikan dari pada pekerjaan mereka sebelumnya.


Dikantor pun Raffa telah mengangkat Chara menjadi asisten pribadinya, tugas Chara membersikan ruangang Raffa, dan membantu menyiankan semua kebutuhan Raffa, mungkin lebin tepatnya melayini suaminya sebagai istri yang baik.


Awal Chara menolak karena ia tidak ingin semakin dibenci oleh para karyawan wanita, namun ia diberi 2 pilihan oleh suaminya, yang pertaman tetap bekerja dan menjadi asisten pribadinya atau yang kedua menjadi ibu rumah tangga yang baik dan berdiam diri dirumah.


Setelah berpikir keras akhirnya Chara memilih tawaran yang pertama yaitu menjadi asisten pribadi suaminya, walau pun ia tau pasti hari harinya akan lebih berat dari pekerjaannya sebagai OB karena harus menghadapi tikah bucin suaminya, setidaknya ia tidak akan mati bosan berdiam diri dirumah mewah itu.


Raffa merasa sangat bahagia mendengar pilihan istrinya, itu artinya dirinya tidak perlu bersusah payah untuk menahan rindu, karene istrinya akan selalu berada disampingnya sepanjang hari.


Pengangkatan Chara sebagai asisten pribadi Raffa yang secera memdadak tentu tidak bisa terhindari dari gosip para karyawan, cap penggoda pun menepel lekat pada diri Chara, karena rumor yang beredar Chara menjual tubuhnya pada tuan Raffa untuk mendapatkan posisi itu.


Chara yang sering mendengar dirinya digosipin tidak mempedulikan hal itu, bahkan ada beberapa yang berbicara terang terangan dihadapanya, namum Chara tidak merespon mereka. Terserah apa kata mereka yang pasti Raffa adalah suaminya, bagi Chara selama tidak ada yang menyentuh atau pun menyakiti fisiknya, semua ucapan mereka bukanlah masala besar, Chara menganggap semua itu hanyalah angin lalu.


Tentu semua gosip itu tidak ada yang sampai ketelinga Chris atau pun Raffa, sehingga kedua pria itu diam seolah tidak terjadi apa apa, Chara sendiri pun tidak pernah bercerita apalagi mengadu pada Raffa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Permisi mbak" ucap seorang wanita pada Chara yang sedang membersihkan pintu ruangan Raffa.


"Iyaa, ada yang bisa di bantu?" tanya Chara sambil berbalik.

__ADS_1


"Rima, ngapain disini?" Chara kaget saat melihat sahabatnya berada dikantor itu.


"Menurut kamu?" ucap Rima membuka kedua tangannya seolah meminta Chara memperhatikan penampilannya.


"Jangan bilang lo mau ngelamar kerja disini?" tanya Chara tak percaya


"Bukan ngelamar lagi sayang, tapi aku akan mulai bekerja hari ini" sahut Rima bersemangat


"Benaran?" tanya Chara memastikan, Rima pun mengangguk pasti, lalu mereka berpelukan penuh bagaia, Chara merasa senang sekarang ia punya teman untuk melawan mulut mulut deterjen yang suka julid.


"Lo dibagian apa?" tanya Chara setelah melepas pelukannya.


"Disini, didepan pintu suami lo dan tugas gua adalah mencegat para pelakor yang mencoba menerobos masuk" sahut Rima menujuk meja kerjanya dengan penuh kebangga


"Bisa aja lo" Chara merasa lucu mendengar ucapan Rima, mereka berdua pun kembali tertawa seakan lupa mereka berada dimana saat ini.


"Tuan Chris, sekertaris Chris" ucap Rima dan Chara bersamaan.


"Tunjukan etitut mu saat pertama kerja" ucap Chris tanpa expresi lalu berjalan masuk keruangan Raffa.


"Sabar ya Ri, biasa kalo jomblo akut kalo ngomong suka pedes" ucap Chara sambil mengelus punggu Rima.


Rima mengangguk pasra, seperti ia harus membiasakan diri mendengar dan memandangi wajah tanpa expresi itu.


"Gua sabar Ra, saking sabarnya gua jadi penasaran sama Dia" batin Rima, Chara pun berpimatan masuk ke ruangan suaminya.

__ADS_1


****


"Sayang" panggil Chara sambil menatap sinis pada Chris yang duduk dihadapan suaminya


Raffa terseyum menyambut istrinya, seperti biasa pembahasan sepenting apapun akan Raffa hentikan hanya untuk mendengar ucapan istrinya, Chara mendekat lalu duduk dipangkuan suaminya sambil memainkan dasi yang terikat dileher Raffa, tanpa mempedulikan Chris.


"Sayang, aku boleh minta sesuatu" tanya Chara dengan jarinya terus bermain menggoda suaminya, sebenarnya ia sendiri pun merasa malu tapi demi memuluskan rencananya Chara rela melakukan apapun.


"Katakan, apapun mau mu akan kuturuti" sahut Raffa


Cup, Chara mencium bibir Raffa sebagai pelumas untuk memuluskan permintaannya.


Chris berusaha keras menelan silavanya, tenggorokannya terasa kering, bukan kerena melihat ciuaman itu tapi melihat tatapan Chara ia merasa nona muda itu sedang merencanakan sesuatu.


...:...


...:...


...:...


Trimakasi untuk yang sudah setia menunggu up atau pun yang baru mampir🙏🙏


Jangan bosan dukung Author dengan LIKE COMENTAR & VOTE kalian smua semua🥰🥰


Hari ini tidak pesan ya, Author cuman mau bilang semoga sehat sehat dan lancar ibadah puasanya bagi yang menjalankan🤗🤗😘😘.

__ADS_1


Love U All❤🖤


__ADS_2