Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
51.# Jebakan


__ADS_3

Lalu memasang telingan untuk mendengar cerita istrinya.


Saat Chara tiba digedung itu firasat mulai tak enak, ketika tiba tiba ia bekap dari belakang, Chara yang menyadari itu dijebak pun langsung berpura pura pingsan agar sapu tangan yang berisi obat bius itu langsung dilepas dari mulutnya.


Chara memang terpengaruh dengan obat bius itu, namum ia masi setengah sadar, bahkan telingannya mendengar dengan jelas semua ucapan Kayla.


Setelah kepergian Kayla Chara terus bepura pura tidur, Chara berpikir akan menunggu hingga preman preman itu tidur dan Dia akan berusaha kabur dari sana, namun semua diluar perkiraannya, semakin malam preman preman itu semakin banyak berdatangan, Chara dapat mendengar dengan jelas kedatangan mereka.


Karena menunggu terlalu lama, sala satu preman itu mulai merasa geram, ia sengaja mendekati Chara lalu memandingi wajah cantik Chara, kemudia tangan mulia bergerak membetulkan anak rambut Chara yang menutupi wajahnya.


Chara masi tetap pura pura tidur, berharap preman itu menjauh, namun harapnnya tinggallah harapan, karena preman itu mala tergoda dengan kecantikannya dan menatap penuh nafsu padanya.


Ketika preman itu mendekat dan hendak mencium nya, Chara langsung melayang satu pukulan yang lumanya keras dan mengenai tepat dipelipis preman itu sehingga ia jatuh terduduk dilantai.


"Kau brani memukul jalang?" ucap preman itu mulai terpancing emosi sambil memegang pelipisnya yang sakit, seketika mereka jadi pusat dan semua preman mulai mendekat kearahnya.


"Akhirnya kau bangun juga cantik" ucap salah satu dari mereka.


"Ciiiihhh pada pake rok aja lo semua braninya sama perempuan" ucap Chara sama sekali tidak takut pada preman preman itu


"Woooww kita disuruh pakai rok hahaha" ucap yang satunya lagi lalu mereka semua pecah tertawa.


"Maju lo satu satu kalo brani" ucap Chara sambil membuka jurus untuk bertarung.


"Gua dulu bro lumayan ni ada daging empuk" ucap sala satu preman dengan penuh semangat sambil berjalan mendekat kearah Chara.


Saat preman itu hendek menyetuh nya, Chara langsung memutar tangannya kelakang dan menendang pantat preman itu dengan keras hinggia preman itu jatuh menindi beberapa temannya, karena mereka tak terima atas perlakuan Chara mereka pun ramai ramai menyerang Chara.


Dengan gesit Chara menjatuhkan semua lawan itu, namun jumlah mereka yang semakin banyak membuat Chara sedikit kewalahan menghabisi mereka, shingga Chara beberapa kali terkena pukulan.


Chara menyadari kondisininya yang mulai melemah akhirnya ia mencari cara untuk kabur dari sana, setelah menuntun mereka ke pintu keluar chara menjatuhkan beberapa dari mereka dan langsung berlari dengan cepat.

__ADS_1


Karena preman preman itu terus mengejarnya, Chara berlari memasuki hutan, dengan sisa tenaga yang ia punya, Chara berusaha memanjat sebuah pohon besar dan duduk diatas ranting yang paling tinggi, Chara memeluk erat pohon itu sambil menempelkan mulutnya disana agar deru nafasnya yang ngos ngosan tidak didengar oleh preman preman yang sedang mencarinya dibawa.


Pohon yang panjat oleh Chara lumayan tinggi, ditamba bulan yang sedang terang sehingga Chara bisa melihat dengan jelas, preman preman yang berkeliaran kesana kemari mencarinya dibawa, untuklah Chara memakai jaket hitam yang diberikan oleh Raffa sehingga preman preman itu tidak melihatnya diatas pohon.


Chara terdiam lama diatas pohon itu, karena hari mulai subuh preman preman itu pun memutuskan menghentikan pencarian mereka. Setelah Chara merasa aman, ia pun perlahan turun dari atas pohon itu.


"Astaga ini pohon ternyata tinggi bangat, gimana cara turunnya" Chara sendiri merasa bingun bagaimna ia bisa sampai diatas pohon itu.


Karena tidak tahu bagaimna cara turun, Chara melepas jaketnya lalu mengikatnya disalah satu ranting pohon itu, pikir Chara setidaknya dengan begitu kakinya tidak terlalu jauh untuk menjangkau tanah.


Bruuukkkk


"Auuuwww" ringinya karena ranting pohon itu patah dan ia pun terjatuh kebawa


"Apesss bangat nasib gua" ucap Chara lalu berdiri sambil memegang pinggangnya yang sakit.


Perlahan Chara berjalan keluar hutan dan mencari jalan umum dengan hati hati, nasib baik lagi lagi berpihak pada Chara, matanya melihat sebuah pick up berjalan kearahnya, tanpan berpikir panjang Chara langsung menyetop pick up itu.


"Ampun neng, saya bukan orang kaya neng, kambing kambing dibelakang punya majikan saya neng biarkan saya lewat" ucap pria parubaya itu dengan seluruh badan bergetar karena takut, apalagi saat melihat muka Chara yang babak belur.


"Tenang Pak saya bukan perampok, saya hanya mau menumpang mobil bapa sampai kota" ucap Chara menenangkan bapak itu.


"Benaran neng bukan perampok?" tanya pria paru baya itu mulai tenang.


"Benar Pak, tapi kalo Bapak berlama lama disini bakal dirampok benaran" sahut Chara sedkit menakut nakuti bapak itu.


"Yaa udah silakan naik neng, tapi dibelakang ya didepan penuh barang" ucap pria parubaya itu.


"Terserah mau dimana aja, asal sya bisa sampai ke rumah" sahut Chara berjalan kebelang lalu naik katas mobil dan duduk bersama kambing kambing dibelakang.


****

__ADS_1


Raffa rapatkan kedua giginya dengan keras, mukanya memerah seperti habis makan cabai, berusaha keras menahan emosi, hati seperti tersayat sayat mendengar perjuan panjang yang dilewati istrinya semalam.


"Kayla" guman Raffa pelan dengan penuh emosi.


"Chris" panggilnya suara berat itu, Chara dan Rima saling menatap merasa kering tenggorokan mereka saat melihat wajah Raffa.


"Baik Tuan" sahut Chris lalu berdiri memberi hormat dan melangkah keluar dari rumah mewah itu untuk menjalankan perintah Tuannya, entah perintah apa hanya Chris yang memiliki tingkat kepekaan diatas rata rata lah yang mengerti maksud ucapan dari tuannya.


Tidak lupa Chris juga menarik tangan Rima dan membwanya kelura bersama.


"Ra gua pulang yaa, nanti gua telefon" ucap Rima sedikit berteriak karena Chris tak memberinya kesempatan untuk berpamitan.


"Lepasin, apa maksud Anda main tarik tarik tangan saya" ucap Rima sambil menepis kasar tangan Chris ketika sampai diluar.


"Sudah pernah saya ingatkan, pekah lah terhadap sekeliling Anda nona" ucap Chirs lalu hendak melangkah ke mobilnya


"Eehh enak aja main pergi gitu aja" ucap Rima sambil memegang lengan Chris dan langsung mendapat tatapan mematikan dari Chris.


Rima yang menyadari perubahan wajah Chris langsung melepaskan tangannya dan tidak brani berucap apapun algi.


... :...


... :...


... :...


Trimakasi yang sudah setia menunggu up atau pun yang baru datang🙏🙏🙏🙏


Jangan lupa dukung Author selalu dengan LIKE & COMENTAR kalian semua, eehh tambahin VOTE nya juga ya🤭🤭, gak apa apa lah yah, otor sedikit seraka😆😆😘🥰🥰


Love U All❤🖤

__ADS_1


__ADS_2