
Chris melajukan mobil mewahnya menuju salah satu pusat perbelanjaan terbesa dikota itu, beberapa menit kemudian mereka pun tiba ditempat tersebut.
Setelah memarkirkan mobil, Chris menyusul Raffa dan Chara yang sudah lebih dulu masuk, saat sampai dilantai 2, matanya tidak sengaja melihat sebuah toko perhiasan, Chris menatap sejenak toko itu, wajah Cantik Rima pun mulai terlintas dikepalaya.
Chris berpikir, jika Rima memakai sebuah kalung dilehernya mungkin gadis itu akan terlihat semakin cantik, tanpa berpikir panjang pria dingin dan kaku itu melangkah masuk kedalam toko perhiasan itu.
"Selamat datang Taun, ada yang bisa kami bantu?" sambut penjaga toko itu ramah.
"Tolong carikan sebuah kalung untuk kekasi saya"
"Baik Tuan" sahut penjaga itu lalu mengeluarkan beberapa model kalung berlian dan meletakannya dihadapan Chris.
"Maaf Tuan, jika boleh saya kasi saran, Tuan bisa memilih salah satu dari ketiga kalung ini" ucap mbak penjaga toko itu karena melihat Chris tampak kebingungan.
Chris menole pada 3 kalung yang disaran itu, hatinya tertarik pada salah satu kalung berlian yang berbentuk hati dan ditengaahnya terlulis inisial nama. Chris langsung menujuk dan memesan kalun tersebut.
Chris meminta yang berinisial C, ia berharap seperti bentuk kalung itu, Rima selalu menyimpan nama dan cintanya didalam hati.
Chris pun langsung berjalan kebagian kasir untuk membayar tagihan.
"Tidak perlu, kemarinkan saja kotak" ucap Chris ketika melihat kasir itu hendak memasukan kotak kalung itu pada sebuah paper bag kecil.
"Trimakasi" ucap kasir itu sopan.
Chris meraih kotak itu lalu menyimpannya disaku jasnya, lalu ia melangkah keluar dan mencari keberadaan Raffa dan Chara.
"Kemana saja kau? bawa ini" omel Raffa sambil menaruh bebera paper bag ditangannya pada tangan Chris.
"Habis dari toilet Tuan" sahut Chris bohong.
Calon papa baru itu terlihat sedikit kesal pada istrinya, karena hampir semua stor dimasuki okeh Chara, tapi ibu hamil itu hanya membeli satu baju, kadang juga tidak membelinya sama sekali.
Setiap ditanya kenapa tidak jadi beli, Chara selalu menjawab tidak bagus dan harganya tidak masuk akal. Ditamba lagi dengan Chris yang takunjung tiba, membuat Raffa semakin kesal. Rasanya ia ingin membuang semua paper bag ditangannya dan menggendong istrinya keluar dari sana.
Inilah alasanya kenapa Raffa tidak pernah mengajak Chara berbelanja, karena ia kenal betul seperti apa sifat Chara, istrinya itu pasti akan membanding banding semua harga dan membeli yang paling murah menurutnya.
"Sayang, jika kamu seperti ini terus maka kamu akan kelelahan, lebih baik sekarang kita makan, kasian dede bayi kelaparan dari tadi diajak jalan terus" ucap Raffa sambil memegang perut buncit istrinya, ia berusaha mengatur kata sebaik mungkin agar tidak menyinggung istrinya.
"Tapi aku belum menemukan apa yang aku cari"
"Nanti aku bantu cariin yaa, ayoo"
__ADS_1
"Benaran? janji yaa" tanya Chara memastikan.
"Janji sayang, apa sih yang tidak buat kamu" sahut Raffa lalu merangkul istrinya dan pergi mencari tempat makan.
"Mau digendung?" tanya Raffa.
"Nggak, malu diliatin banyak orang"
"Ya nggak apa apa sayang, emang kakimu nggak pegel jalan dari tadi?"
"Pegel sih tapi dikit, nanti sampe rumah olesin minyak yaa" ucap Chara sedikit berbisik.
"Siap nona muda, apapun itu untukmu" sahut Raffa ikut ikut berbisik.
Chris menatap 2 orang yang berjalan didepannya itu dengan pikiran melangyang jauh, Chris ingin cepat cepat menikahi kekasinya agar bisa merasakan dan melakukan apa yang Raffa lakukan bersana istrinya.
Selesai mereka makan siang, Chara yang kekeyangan dan mulia merasa mengantuk memutuskan untuk langsung pulang.
****
Chris kembali melajukan mobil itu menuju mansion utama, karena Raffa mengatakan tidak ingin kembali kekantor, Chris pun langsung menancap gas menuju gedung Aditama Group, tentu setelah mengantarkan pasangan suami istri itu.
Dengan penuh semangat ia berjalan menuju ruangannya, karena Rima telah mengirikan pesan padanya bahawa Dia menunggu diruangan Chris.
Saat Chris membukan pintu, Rima langsung berdiri dan berjalan menghampirinya. Gadis itu langsung membuang diri kedalam pelukan Chris seolah tak inging lepas, Chris yang dalam posisi tidak siap hampir saja terjatuh, kakinya melangkah mundur kebelakang dan bersandar dipintu yang baru saja ia tutup.
Chris merasa sedikit aneh dengan sikap gadis itu, apa mungkin karena tidak bertemu dengannya sejak pagi membuat gadis itu beraksi berlebihan ketika melihatnya?
"Sudah puasa?" tanya Chris karena tidak ada tanda tanda gadis akan melepaskan pelukannya.
Rima melepas pelukannya lalu menggeleng. Dengan lancang gadis itu langsung menerkam bibir Chris, Rima yang sudah terbiasa melakukan hal itu dengan Chris terlihat lincah memaikan bibirnya.
"Kamu tidak kenapa napa kan?" tanya Chris setelah Rima melepas ciuman mereka.
"Tidak, aku hanya merindukanmu" sahut Rima terseyum manis.
"Maaf jika caraku membuatmu tidak nyaman" lanjut Rima.
"Lupakan itu, aku punya sesuatu untukmu, ayo kita duduk" Chris mengaja Rima duduk disofa, lalu mengeluarkan kotak yang tadi ia beli dari dalam saku jasnya dan memberikannya pada Rima.
"Apa ini?" tanya Rima penasaran.
__ADS_1
"Coba dibuka"
Rima pun membuka kotak itu, Rima menutup mulut tak percaya ketika melihat sebuah kalung yang indah.
"Buat aku?"
"Tentu, sini aku pakaikan"
Rima memberikan kalung itu pada Chris lalu berbalik membelakangi Chris.
"Kamu suka?" tanya Chris, berbicara tepat ditelinga Rima, pria telah melingkarkan kedua tangannya diperut Rima.
"Iyaa, sangat suka. Trimakasi" sahut Rima memegang tangan Chris yang memeluknya.
"Lepaslah kaling ini jika kamu tidak mencintaiku lagi"
Rima mengangguk pertanda mengerti.
"Aku bokeh main ke Apartamenmu pulang kerja nanti?" tanya Rima.
"Boleh dong, mau menginap juga boleh" goda Chris masi belum melepaskan pelukannya.
"Yaa udah aku kembali kerja" ucap Rima.
"Baiklah" sahut Chris, keduanya pun berdiri bersamaan lalu berjalan kearah pintuh.
"Semangat kerjanya sayang" ucap Rima dan langsung berlari keluar.
Chris terdiam mendengar Rima memanggilnya sayang, jantung berdetak sangat kencang ketika mendengar kata itu. Tapi Chris juga merasakan sesuatu yang aneh dari sikap Rima barusan, Chris berharap tidak ada hal buruh yang terjadi lagi.
... :...
... :...
... :...
Trimakasi yang masi setia menunggu up, atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏.
Jangan lupa dukungannya, LIKE COMEN & VOTE.
Love U All❤🖤
__ADS_1