Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
74. # Cinta yang Tulus.


__ADS_3

"Aaaakkkkk" Raffa menarik rambutnya frustasi memikirkan dimana istrinya sekarang apalagi Chara dalam keadaan hamil.


Sesampainya dirumah Raffa dan Chris langsung cepat cepat berlari masuk, semua keluarga yang menunggu duruang tamu langsung berdiri ketika melihat Raffa masuk dengan tatapan seolah meminta penjelas padanya.


"Apa yang terjadi nak Raffa? dimana Chara?" tanya ibu Siska, terlihat kawatir.


"Kau kemana saja, cepat temukan istrimu jangan sampai sesuatu terjadi padanya" ucap nenek dengan suara sedikit meninggi karena merasa kawatir.


"Apa kau punya musu nak? kenapa istrimu bisa dilucik?" tanya sang kakek, seperti biasa kakek akan selalu tenang dalam situasai apapun.


"Tidak ada Kek, kalian semua jangan kawatir, aku janji akan bawa istriku kembali kesini dalam keadaan baik baik saja" ucap Raffa, berusaha menenangkan keluarganya.


Raffa yang tadinya ingin bertanya kejadian yang sebenar seperti apa, langsung mengurungkan niat, Raffa tidak ingin keluarga tamba berpikiran yang aneh, Raffa dan Chris pung berjalan keruangan CCct untuk melihat kejadian yang sebenarnya.


Wajah kedua pria dingin itu terlihat sangat emosi ketika melihat wajah tanpa dosa Aldi mesuk kerumah mewah itu dan mengajak Chara pergi begitu saja.


"Bajingan, akan ku patahkan semua tulangmu nanti" ucap Raffa pelan dengan muka memerah karena menahan amarah, mouse yang tak bersalah itu pun hancur ditangan pria yang sedang terbakar emosi itu.


Raffa mengkerahkan semua orang kepercayaan untuk memantau perjalanan darat maupun udarah, Raffa pun meminta orang orangnya untuk mengecek seluruh manifes keberangkatan hari ini, Raffa berharap istrinya masi berada dikota ini, agar ia lebih mudah menemukannya.


Chris juga mengkerahkan seluruh anggotanya untuk mencari Aldi, Chris juga mengurtus beberapa orang kepercayaan untuk memata matai Roy Fernandes, Chirs yakin betul dalang dibalik semua ini adalah Roy Fernandes.


Chris kembli melajukan mobil mewah itu menyusuri setiap jalanan kota itu, Chris telah meminta orang kepercayaan untuk melacak ponsel Chara namun hasilnya nihil, .mereka tidak menemukan petunjuk apapun, sudah pasti poselnya telah dirusak.


Hari mulai malam, Raffa terlihat sedikit legah ketika mendapatkan laporan bahwa belum ada perjalanan keluar kota atas nama istrinya, stidaknya Raffa hanya perlu fokus mencari istrinya di satu tempat.


Aaakkkhhh, Raffa terlihat kacau, pria itu menyandarkan kepalanya kursi sambil memejakan kedua matanya, wajah cantik istrinya kembli terlihas, mengapa begitu bayak rintangan hanya untuk hidup bahagia dengan Charanya.


Tanpa ia sadari buliran bening itu terjatuh begitu saja, pria dingin itu akan terlihat cengeng ketika berurusan dengan istrinya.


"Sayang jangan takut, aku pasti akan menemukanmu dan anak kita" batin Raffa.

__ADS_1


Dering ponsel yang berbunyi menyadarkan Raffa yang sedang memikirkan istrinya itu, Raffa mengeluarkan ponsel dari saku celananya, rahangnya mengeras ketika membaca nama sipenelfon itu, Raffa pun sempat merutuki dirinya, kenapa ia tidak memikirkan nama itu sajak sore tadi, Raffa memberi kode pada Chris untuk menghentikan mobil, lalu ia menggeser tombol hijau diponselnya dan mengaktifkan pengeras suara agar Chris bisa mendengarnya juga.


"Helooowww Tuan Aditama" ucapan itu terdengar menjijikan ditelinga Raffa.


"Katakan dimana istriku bajingan" betak Raffa.


"Bagaimana rasanya ketika jauh dari orang kau cintai Tuan Raffa?" tanya si penelpon dengan nada mengejek.


"Katakan apa mau mu?" tanya Raffa serius, ternyata benar dugaan readers eh maksudnya Raffa, Roy Fernandes lah yang telah menculik istrinya.


"Hahahaha rupanya Anda paham betul apa mau saya Tuan Aditama" sahut Roy, pria itu tertawa puas diseberang sana.


"Baiklah karena kau bertanya, maka akan saya jawab, pasang telingamu baik baik karena saya tidak suka mengulang kata kata saya" ucap Roy dengan sombongnya.


Raffa mengepalkan kedua tangannya mendengar ucapan Roy, ia harus bisa menahan diri karena istrinya ada pada pria psikopat itu.


"Jika kamu ingin istrimu kembali dalam keadaan hidup, alihkan semua harta warisanmu atas namaku dan temuai aku di Villa xx, ingat saya tidak suka dengan pria pecundang apalagi melibatkan pihak polisi, dan waktumu hanya sampai besok siang" ucap Roy serius dan langsung memutuskan sambungan telefonnya.


"Apa semuanya bisa selesai dalam semalam?" tanya Raffa pada Chris.


"Akan saya usahan kan Tuan, tapi apa Anda yakin dengan semua ini Tuan?" tanya Chris memastikan.


"Sangat yakin, tidak ada yang lebih penting dari istri dan calon anakku" sahut Raffa mantap.


"Baiklah jika Anda yakin" Chris pun melajukan mobilnya kembli ke mansion utama.


*****


Ketika sampai dirumah Raffa berjalan cepat masuk kedalam Rumah, tujuannya adalah mencari kakek dan nenek untuk membicarakan masala permintaan Roy.


Saat Raffa masuk, matanya melihat semua keluarganya masi menunggunya dengan cemas diruang tamu.

__ADS_1


Melihat muka kusut Raffa tidak ada seorang pun yang berani bertanya, semua hannya menatap Raffa penuh tanya.


"Maafkan aku" ucap Raffa sambik mendudukan pantatnya ditengah kakek dan neneknya, hanya kata itu yang bisa ia ucapakan, Raffa pun mulai menceritkan dimana Chara dan permintaan Roy Fernander padanya.


Raffa meminta persetujuan pada kakek dan neneknya karena harta itu adalah harta warisan keluarga, dan terakhir Raffa pun mengatakan dengan berat hati mengenai kehamilan istrinya pada semua.


ke4 orang tua yang duduk disitu terlihat kaget, ibu Siska yang cemas sejak tadi tak kuasa menahan tangisannya ketika mendengar putrinya sedang hamil, nenek dan bibi pun ikut meneteskan air mata karena kawatir.


"Pergilah nak, lakukan apapun dan bawa istri dan calon anakmu pulang, harta bisa dicari, keselamatan mereka lebih dari segalanya" ucap sang kakek tulus, sambil menepuk bahu cucu kesayangannya.


Raffa menatap tak percaya akan jawaban kakek, mata pria itu kembali memerah ia tak menyangkah kakeknya akan semuda itu menyetujui permintaannya, Raffa menatap kearah neneknya, terlihat sang nenek terseyum sambil mengaguk pasti.


Raffa memeluk kakek dan neneknya bergatian, sementara ibu Siska menatap haru pada mareka, ia merasa anak gadis sangat diterima dikelaurga ini.


"Trimakasi" ucap ibu Siska tiba tiba dengan berlinang air mata.


"Jangan dipikirkan" sahut nenek sambil mengelus punggung ibu Siska.


Raffa pun berpamitan pada semua, lalu bersama Chris keruangan kerjanya untuk memulai proses pemindahan saham.


... :...


... :...


... :...


Trimakasi untuk yang sudah setia menunggu up, atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏🙏.


Jangan Lelah beri dukungan pada Author yang kece badai topan ini, biar makin semangat😘😘🥰🥰🥰


Love U All❤🖤

__ADS_1


__ADS_2