
Chara merasa tidak enak jika harus meminta uang pada suaminya, Chara yang tidak pernah tau seberapa banyak uang 100 juta, tidak tega membebani suaminya.
Selesai makan siang, Chara dan Rima kembali ke gedung Aditama Group dan mulai melanjutkan pekerjaan mereka masing masing. Sementara Raffa dan Chris sedang berada diruang meething bersama klien penting dari luar kota.
Chara membersihkan ruangan suaminya dengan telaten, merapikan buku buku dan melap semua pajangan yang ada diruangan itu, selesai bersih bersih Chara terduduk lemas diatas sofa sambil memijat pelan bebisnya yang terasa pegal, mungkin karena high heels yang ia gunakan terlalu tinggi
Karena kelelahan ditamba dengan dingin semriwing yang dikeluarkan AC membuat Chara tak bisa menahan kantuknya, Chara menaikan kedua kakinya lalu merebahkan badannya, beberapa menit kemudian nafasnya mulia teratur pertanda ia telah jauh masuk kealam mimpinya.
2 jam telah berlalu, wanita cantik itu masi terlelap diatas sofa, bahkan posisinya masi tetap sama dari awal ia tidur, tampaknya Chara sangat kelelahan sehingga ia tak sadarkan diri.
"Dimana istriku?" tanya Raffa saat sampai didepan pintu ruangannya.
"Didalam Tuan, sejak pulang dari makan siang Chara beluk keluar dari ruangan Tuan" sahut Rima berdiri memberi hormat.
Raffa langsung cepat cepat masuk kedalam ruangannya dan diikuti oleh Chris dari belakang.
Ceklereekkk, Raffa membuka pintu drngan pelan, lalu melangkah masuk, matanya menangkap istrinya sedang tertidur pulas diatas sofa.
"Keluar" ucap Raffa sambil berbalik keras Chris, ia tak mau jika Chris melihat istrinya sedang, bukan apa apa, Raffa tidak mau kalau sampai Chris melihat cara tidur istrinya, lebih tepatnya Raffa tidak mau orang lain tau kekurangan istrinya termasuk Chris. Masi teringat jelas dibenak Raffa saat Chara tidak sengaja tertidur diruangan dengan posisi mulut terbuka.
"Baik Tuan" sahut Chris lalu berjalan keluar dengan teratur.
Raffa mendekat kearah sofah, benar dugaannya pipi wanita cantik itu telah dibasahi dengan dengan cairan yang keluar dari dalam mulutnya, Raffa terseyum sembil menggeleng kecil lalu, mengambil benerapa tisu dan membersikan sudut bibir istrinya.
Cup, satu kecupan ia daratkan dibibir tipis istrinya, kemudian Raffa berdiri lalu hendak membopong tubuh istrinya kekamar tidur yang ada diruangan itu, namum Chara telah membuka matanya.
"Maaf aku ketiduran" ucap Chara dengan posisi telah duduk.
"Kenapa minta maaf, kamu boleh tidur kapan pun kamu" ucap Raffa sambil memtulkan Rambut Chara yang berantakan.
"Jam brapa ini?" tanya Chara.
__ADS_1
"Jam 4" sahut Raffa melirik jam tangan mewah yang melingkar ditangan kirinya.
"Astaga, aku tidurnya lama skali pantas saja badan ku rasanya pegel semua" ucap Chara sambil merenggangkan otot lengan dan lehernya.
"Balikan badamu" ucap Raffa
"Mau ngapain?"
"Udah belik aja" sahut Raffa sambil memutar badan Chara lalu mulai memijit penggung istrinya dengan penuh cinta.
Chara terseyum merasa senang, tampak ia sangat menikmati sentuhan tangan suaminya.
"Trimakasi ternyata pijitan Taun Rafa enak juga" ucap Chara terseyum.
"Apa Anda menikmatinya nona muda?" tanya Raffa dengan kedua tangan melingkar diperut Chara sambil menghirup wangi rambut Chara.
"Tentu saja Tuan, kapan lagi bisa memerintah pemimpin Adiata Group hahaha" ucap Chara pecah tertawa karena digelitik oleh suaminya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disebuah taman, seorang pria sedang duduk sendirian sambil menikmati dinginnya angin malam dengan sekaleng minuman disampingnya, tatapannya tak berarah, pikirannya melayang entah kemana.
Bayang bayang bersama seorang gadis cantik yang berambut sebahu pun kembali muncul, gadis yang berhasil mencuri perhatian 5 tahun lalu, sekaligus mengecewakanya.
Pria itu menarik nafas dalam lalu membuangnya kasar, pria itu adalah Chris. Chris yang sekalinya jatuh cinta namun belum sempat ia menyatakan perasaanya ia ditinggalkan begitu saja, tanpa ada kejelasan.
Chris sangat membenci gadis itu, namun ia juga sangat sulit melupakanya, Chris telah berusaha keras melupakan gadis, dengan cara menyibukan diri dan menghabiskan waktu bersama Raffa, namun kenyataannya bayangan itu masi tetap muncul saat ia sedang sendirian.
Karena malam semakin larut, Chris pun memutuskan untuk pulang, saat iya hendak masuk kedalam mobil matanya tidak sengaja melihat Rima yang sedang berdiri didekat gerobak bakso.
"Sedang apa perempuan itu malam malam disini" batin Chris dengan dahi sedikit mengkerut, entah dorongan dari mana ia pun melangkah kan kakinya menuju ketempat Rima.
__ADS_1
"Apa yang ku lakaukan, kenapa aku kesini" ucapnya pelan ketika ia sadar, lalu berbalik dan hendak kembali kemobil.
"Tuan Chris?"
Panggilan itu sontak menghentikan langkah Chris, karena sudah ketahuan Chris pun terpaksa berbalik kearah Rima.
"Sedang apa Tuan disini?" lanjut tanya Rima.
"Apa perlu saya beritahukan sedang apa saya disini, hah?" sahut Chris balik bertanya, seperti biasa pria itu selalu memasang wajah datar tanpa eskpresi.
"Hehehe, saya kan cuman bertanya Tuan, tidak dijawab juga tidak masala ko.... Permisi Tuan Chris" ucap Rima sekalian berpamitan karena baksonya telah selesai dibungkus.
Chris menatap dengan muka bingung melihat kepergian Rima, dalam sekejap wanita itu telah hilang dengan motor ninjanya.
"Pak perempuan tadi beli apa?" tanya Chris lagi lagi ia melakukan hal diluar kendalinya.
"Beli bakso Tuan, mbak Rima selalu kesini tiap malam" sahut si tukang bakso.
"Oohh" ucap Chris lalu mengeluar beberapa lembar uang dan memberikannya pada si tukang bakso itu, lalu kembali kemobilnya dan menancap gas pulang kerumah.
... :...
... :...
... :...
Trimakasi semua yang sudah setia menunggu up atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏
Jangan dukung Author selalu dengan LIKE & CONMENTAR kalian, hari ini Author gak mau seraka dulu jadi gak minta VOTE, tapi kalo dikasi Author mau koh😆😆😆( Sama aja bohong😜😜)
Ingat ya pesan Ibu, berbagi dan bersabar itu Ibadah🥰🥰😘
__ADS_1
Love U All❤🖤