Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
96. #Sore yang indah.


__ADS_3

Waktu menunjukan pukul 05:00 sore hari, semua karyawan berbondong bondong untuk pulang, termasuk Chris dan Rima. Mereka berdua pun berjalan beriringan turun kebawa.


"Boleh nggak kita pulangnya naik motorku saja?" tanya Rima saat mereka sampai di pintu luar.


"Naik motor? baiklaahh tunggu sebentar yaa" Tanpa berfikir panjang Chris langsung menyetujui ucapan Rima.


Pria itu merasa senang dengan permintaan Rima, artarinya mereka akan berdekatan sepanjang perjalanan pulang. Tak ingin terlihat formal saat mengendarai motor, Chris membuka jas dan dasinya lalu menyimpannya didalam mobil.


Chris pun meminta pada securyti untuk membawa kembali mobilnya keparkiran, lalu ia menghubungi salah satu orang kepercayaannya untuk mengambil mobil itu dan mengantarkanya ke apartamennya.


"Ayoo" ajak Chris, mereka berdua pun jalan kearah parkiran motor.


Rupanya Rima telah mempersiapkan semuanya, terlihat jelas dari 2 helm yang bergatung dimotor ninja itu.


Rima mengambil kunci motor dari dalam tasnya lalu memberinya pada Chris, dengan terseyum pria dingin itu menerima kunci tersebut, setelah menancapkan kunci pada motor, Chris meraih salah satu helm lalu memakaikannya pada kepala Rima.


Pasangan kekasi yang sedang dimabuk asmara itu terlihat sangat romantis, tatapan keduanya yang begitu dalam dan seyuman lebar yang terpancar dari bibir mereka membuat siapa saja orang yang melihatnya akan merasa iri, apalagi yang jomblo bisa dipastikan mereka akan berteriak minta segera dicarikan pasangan.


Chris menyalakan mesin motornya, Rima pun langsung mengambil posisi duduk dibelakangnya. Gadis itu melingkarkan kedua tangannya diperut Chris dan memeluknya erat seakan tidak ingin lepas.


Chris terseyum sambil mengelus elus tangan Rima yang melingkar diperutnya, Chris pun mulai menjalankan motornya.


Chris sengaja melaju pelan agar lebih menikmati perjalanan mereka, sementara Rima sendiri menyandarkan kepalanya di pundak Chris, dengan kedua mata tertutup rapat seolah sedang merekam dikepalanya masa masa indah bersama Chris.


Tiga puluh menit perjalanan, akhirnya mereka tiba diapartamen Chris, setelah memarkirkan motor, mereka berdua berjalan bergandengan menuju unit apartamen Chris.


Rima melangkah masuk setelah Chirs membuka pintu dan mempersilakanya masuk. Gadis itu mengedarkan pandangannya meyapu seluruh isi apaetamen itu.


"Boleh aku lihat kamar mu?" tanya Rima.


Chris menganggukan kepala menanggapi pertanyan Rima, ia menatap dengan perasaan tak menentun atas sikap gadis itu.


Rima terseyum ketika melihat sebuah bingkai kecil yang tersimpan diatas nakas, tampak jelas fotonya yang sedang tertawa lepas, entah kapan Chris memotretnya.


"Ayo keluar, aku akan memasakkan sesuatu untukmu" ajak Chris, ia mrasa tidak nyaman berdua bersama Rima di dalam kamar, Chris takut ia tidak bisa manahan diri.

__ADS_1


"Aku sedang tidak ingin makan" sahut Rima menatap serius pada Chris.


"Baiklahh" ucap Chris dengan jantung berdetak tak menentu karena Rima menatapnya begitu intes.


Rima melangkah perlahan kearah Chris, lalu meraih kedua tangang Chris.


"Boleh aku menciummu?" tanya Rima serius.


Belum sempat Chris menjawab, Rima sudah menerkam bibirnya. Gadis itu membawa kedua tangan Chris melingkar dipinggangnya, lalu ia sendiri mengalukan tangan dileher Chris.


Chris yang tidak ingin terpancing dan melakukan hal hal yang aneh berusaha mepelas ciuman mereka, tapi Rima kembali menarik tengkuknya.


Sebagai lelaki normal , Chris mulai terpancing dengan permainan bibir gadis yang ia cintai itu. Chris menekan tengkuk Rima agar ciuman mereka lebih dalam.


Permainan yang awalnya lembut mulai terasa panas saat nafas keduanya memburu dengan cepat, Rima kembali menuntun tangan Chris pada 2 gunung kembarnya.


Merasakan kenikmatan tersendiri saat tangannya menyetuh dua gunung kembar Rima, Chris semakin tak terkendali dan ingin melakukan sesuatau yang lebih jauh dari itu.


Perlahan tapi pasti, Chris mulai memberikan sentuhan sentuhan mematikan dengan bibirnya dileher jenjang Rima, sementara gadis itu sendiri tampak menikmati setiap permainan yang dilakukan oleh Chris.


Chris tersadar saat Rima tangan Rima bergerak membuka kancing kamejanya.


"Aku tidak sedang menggodamu, aku benar ingin melakukannya denganmu" sahut Rima, gadis itu pun sama seperti Chris sudah terpancing dengan permainannya sendiri.


"Maaf, tapi aku tidak bisa, kita akan melakukannya satelah kita menikah nanti" jelas Chris pelan agar Rima tidak tersinggung. Chris tidak ingin merusak Rima sebelum ada ikatan resmi diantara mereka.


"Jangan minta maaf, aku yang salah. Maaf karena sudah lancang" sahut Rima lalu memeluk erat Chris.


"Tidak apa apa sayang, bersabarlah setelah menikah nanti kamu bebas melakukan apapun padaku" ucap Chris berusaha menenangkan gadis itu sambil mengelus elus kepalanya.


"Baiklah, sebagai tenda permintaan maafku aku akan memasakan sesuatu yang enak untukmu"


"Oke, tapi aku kamar mandi sebentar yaa" ucap Chris, ia harus segera kekamar mandi untuk mengurus ikan gabusnya yang sudah terlanjur terpancing.


"Aku tunggu dibawa yaa" sahut Rima, keduanya pun sama sama melangkah ketempat tujuan masing masing.

__ADS_1


Sesampainya dipintu, Rima berbalik lalu menatap kearah Chris yang baru saja menutup pintu kamar mandi. Buliran bening menetes begitu saja dari kedua matanya, entah apa yang sedang disembunyikan oleh gadis itu.


Rima tersadar lalu cepat cepat menghapus air matanya, Rima pun bergegas turun kebawa dab melangkah menuju dapur.


Rima memperhatikan seisi dapur, lalu ia membuka kulkas, gadis itu mengangguk kecil saat melihat beberapa bahan makanan tersedia didalam kulkas, tapi ada satu hal yang membuat ia penasaran dan terus mencari.


"Kamu cari apa?" tanya Chris mengangetkannya.


"Aah itu eeh, aku cari rice cooker buat masak nasi" sahut Rima menghentikan aksi percariannya.


"Nggak akan ketemu, disani tidak ada rice cooker apalagi beras." ucap Chris sambil melangkah menuju kulkas dan mengeluarkan beberapa mahan masakan.


"Lohh trus kamu makan apa tiap hari?" tanya Rima penasaran.


"Aku tidak terbiasa makan nasi dimalam hari, jdi tidak menyediakan. " jawan Chris.


"Udah jangan bengong gitu, duduk sana aku yang akan masak untuk kita"


"Baiklah" Rima menurut lalu duduk dikursi yng barada didepan Chris.


Chris memang tidak menyediakan beras di apartamennya, karena Chris tidak biasa makan nasi dimalam hari, pria dingin itu hanya mengkonsumsi protein dimalam hari, seperti telur, daging dan kawan kawannya.


"Katakan anda ingin pesan apa Nona?"


"Tersarah saja, apapun akan saya habisakan karena dilayani oleh pria tampan seperti Anda, Tuan." sahut Rima, keduanya pun tertawa bersama.


Chris membuatkan Steak daging sapi untuk mereka berdua, selesai memasak keduanya pun makan bersama dimeja makan.


Mereka berdua menikmati makan sore menjelang malam itu penuh dengan kebahagian, dicela makan mereka, Rima mengeluarkan ponsel lalu mengabadikan momen indah itu.


...:...


...:...


...:...

__ADS_1


Happy reading, guys. Love U All❤🖤


"


__ADS_2