
Jam dinding menunjukan pukul 08:00 malam hari, pasangan suami istri itu baru saja siuman dari tidur mereka.
"Aauuuwww" ringis Raffa ketika membuka mulut hendak berbicara, tampaknya luka lebab diwajahnya mulai terasa sakit.
"Kenapa?" tanya Chara langsung terduduk sambil menatap wajah suaminya.
"Sakit" ucap Raffa kurang jelas karena tak bisa membuka mulutnya dengan lebar.
"Nah kan, aku bilang juga apa tadi, sekarang jadi sakit kan" ucap Chara dengan nada sedikit kawatir
"Tunggu sini aku ambil air es dibawa buat kompres" lanjut Chara, lalu turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar.
Raffa yang tak ingin jauh jauh dari istrinya pun meminta ikut kebawa, mereka berdua berjalan menuruni anak tangga dengan tangan Raffa merangkul bahu Chara, penampilan keduanya terlihat acak acakan karena baru saja bangun tidur.
Langka keduanya terhenti dibawa tangga, saat melihat semua mata tertuju pada mereka, tampaknya semua sedang menunggu mereka berdua, karena terlihat disana ada 2 orang Dokter yang duduk ditengah tengah keluarga mereka.
"Sayang kita lupa, kan tadi udah janjian sama Dokter" ucap Chara pelan, ia merasa malu, sepertinya kedua Dokter itu sudah lama menunggu.
"Tidak masala sayang, ayo" sahut Raffa cuek, ia pun mengajak istrinya mendekat kesemua yang sedang duduk diruang tamu.
Semua terseyum lucu melihat wajah Raffa yang dipenihi luka lebam, wajah tampan itu kini terlihat sangat lucu. Raffa melototkan matanya pada Chris yang ikut terseyum, sementara Chara memasang seyum malu malu kucing.
Kerena tuan dan nyonya itu sudah banguan, kedua Dokter itu pun langsung menjalankan pekerjaan mereka, semua keluarga perempuan mengajak ibu Dokter itu atas untuk melakukan pemeriksaan terhadap Char, semetara Dokter Hendrik memeriksa Raffa diruang tamu.
"Apa kau tidak bisa lebih pelan?" ucap Raffa pada Chris yang sedang mengompres luka luka diwajahnya.
"Ini juga udah pelan, manja bangat sih" sahut Chris dengan tangan terus mengompres wajah Raffa.
Raffa menatap tajam pada Chris yang mengatainya manja, sementara yang ditatap berlaku cuek seolah tak berucap apapun.
__ADS_1
15 menit berlalu rombongan para wanita itu berjalan menuruni anak tangga, pemeriksaan telah selesai. Chara dan janinnya baik baik saja, karena semuanya telah selesai kedua Dokter itu pun berpamitan pulang, tentu sebelumnya mereka sudah membuatkan resep untuk kedua pasien mereka.
Setelah kedua Dokter itu pergi, semua keluarga berpamitan kekamar, karena malam mulai larut.
"Sekertaris Chris ayo makan bersama" ajak Chara.
"Ayo sayang, tidak perlu mengajaknya" ucap Raffa sambil menarik tangan Chara sementara matanya melotot pada Chris, rupanya Raffa masi marah dengan pria itu.
Chris yang memang belum makan, langsung berdiri dan mengikuti pasangan suami istri itu, sesampainya dimeja makan Chara langsung mengambilkan nasi untuk suaminya, setelah itu ia mengambil piring lain dan hendak mengambil nasi untuk dirinya.
"Tidak perlu sayang kita makan berdua saja" ucap Raffa menahan tangan Chara.
"Berdua sepiring?" tanya Chara sambil melirik Chris yang duduk dihadapan mereka, Chara merasa malu jika harus suap suapan didepan Chris.
"Iyaa sayang biar lebih romantis, anggap saja disini tidak ada orang" sahut Raffa, berbicara sambil melirik Chris seolah mengejek pria jomblo itu.
Chris menelan silavanya kasar mendengar ucapa Raffa, lalu menyuap nasi kemulutnya dengan sedikit kasar, andai saja pria dihadapanya itu bukan atasannya, mungkin sudah Chris bungkam mulutnya.
"Udah suapin aja sayang, apa kamu tidak kasian sama suami kamu yang lagi sakit ini" ucap Raffa pelan sambil merapatkan kedua rahangnnya, Raffa merasa kesal saat melihat Chris terseyum mengejek ketika mendengar Chara sedikit keberatan masala suap menyuap.
Tak ingin menjadi istri pembangkang, Chara pun menurut, dengan kecanggungan ia mulai menyuapi suaminya, Chara juga perlahan meyuapi nasi kedalam mulutnya, Chara kawatir mualnya akan datang lagi jika ia makan dengan lauk lauk diatas meja itu, tampaknya dede bayi itu merasa senang makan sepiring berdua dengan papanya, Chara tidak merasa mual sama sekali sampai makanan itu hampir habis.
Sementara Raffa terseyum bangga seolah ingin pamer pada Chris bahwa ia sedang disuapi istrinya, sedangkan Chris memalingkan wajahnya seolah tak melihat tingkah Raffa.
Kedua pria dewasa itu terus saja saling ejek dengan ekspresi mereka masing masaing, sampai nasi dalam piring mereka pun habis, selesai makan Chris langsung berpamitan pulang, sang jomblo akut itu tidak ingin berlama lama melihat kemesraan pasangan suami istri itu.
Seperti orang normal pada umumnya, lain dihati lain dimulut pun berlaku untuk Chris soal perasaan, mulutnya berkata tidak peduli tapi hatinya ingin mencoba dan merasakan apa yang dilakukam oleh Raffa dan istrinya.
Setelah kepergian Chris, pasangan suami istri itu pun langsung menuju ke kamar, sepenajang perjalan Raffa terus memutar otaknya mencari ide agar bisa dapat jatah malam ini, karena ikan gabus sudah berpuasa 3 hari lamanya, sebenarnya Raffa bisa saja langsung menerkam istrinya, tapi Raffa tidak ingin langsung memaksa istrinya, menurut Raffa untuk mendapat sensasi yang berbeda butuh sedikit pemanasan awal, Raffa merasa gairahnya lebih bertama ketika melihat ekspresi istrinya yang menunjukan malu malu tapi.
__ADS_1
"Sayang apa kau lelah?" tanya Raffa saat mereka sampai dikamar.
"Hum'uh, aku pengen cepat cepat mandi trus lanjut tidur" sahut Chara, ia benar benar merasa tubuhnya masi sangat membutuhkan istirahat, sebenarnya Chara malas mandi, tapi badannya sudah sangat lengket karena ia belum mandi sajak dari penculikan itu terjadi, Chara pun langsung berjalan masuk kekamar mandi.
Raffa terdiam mendengar jawaban istrinya, seperti malam ini ia harus berpuasa lagi, Raffa menatap sedih pada ikan gabusnya yang sejak tadi sudah bersiap ingin menyebur, Raffa mendudukan pantatnya disofa dengan kasar, muka terlihat sedikit kusut karena hasratnya belum tersalurkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Chris melajukan mobilnya menembus dinginnya angin malam menuju apartamen nya, tak butuh waktu lama pria itu telah sampai dikawasa tempat tinggalnya.
Chris mengerutkan dahinya ketika melihat sebuah amplop mutih terselip dibawa pintunya unit apartamen nya, setelah membuka pintu Chris pun meraih amplop itu, karena penasaran Chris langsung membuka dan melihat isinya.
"Aku tunggu kamu ditempat biasa, hari minggu jam 5 sore. Anggi" Chris membaca isi surat itu dalam hati.
"Anggi" ucap Chris dengan ekspresi penuh tanya, apa mungkin gadis itu telah kembali?
Anggi adalah nama wanita dimasa lalu Chris, wanita yang berhasil mencuri perhariannya sekaligus mematahkan hatinya. Mungkinkah pria dingin itu akan berada diantara 2 pilihan? bagaimana pria sekaku Chris mengenali dan menentukan pilihannya sementara ia sendiri tidak mengetahui getaran cinta yang ia rasakan didadanya?
...:...
...:...
...:...
Trimakasi untuk sudah setia menunggu up, atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏🙏.
Jangan lupa jempolnya digoyang say, jangan sampai kelewat LIKE, COMEN, HADIAH & VOTE😁😁🥰🥰🥰
__ADS_1
Love U All❤🖤