
Namun protesnya tidak didengar lagi oleh Raffa, suaminya itu langsung membawanya kekamar mandi, dan melakukan aksinya sekali lagi disana.
Selang beberapa menit, pasangan penganti baru itu keluar dari kamar dengan memakai jubah mandi masing masing.
Raffa menuntu istrinya kemeja rias untuk mengeringkan rambutnya.
"Masi sakit?" tanya Raffa sambil melihat kearea sensitif Chara setelah mendudukannya dikursi.
"Apa sihh, udah cepatan keringin, mau tidru" sahut Chara berpura pura ketus karena sebenarnya ia malu dengan pertanyaan Raffa.
"Baiklaahh nona muda" sahut Raffa terseyum lalu mulai mengering rambut istri tercintanya.
Setelah dirasanya kering, Raffa mematikan hair dryer lalu pergi mengambilkan sepasang baju tidur untuk Chara.
"Ayo ganti baju dulu" ucap Raffa sambil menyerahkan piama pada Chara.
"Heemm trimakasi" sahut Chara sambil menerima piama itu
"Mau dibantuin" tawar Raffa
"Tidaaaaaakkkkk aku bisa sendiri" sahut Chara lalu berjalan cepat masuk kekamar mandi
Raffa terkeke melihat tingkah istrinya, lalu ia cepat cepat mengganti bajunya.
5 menit kemudian Chara keluar dari kamar mandi, Ia kaget karena Raffa berdiri menunggunya di pintu.
"Ngapin disini" tanya Chara
"Nungguin bidadari keluar dari kamar mandi" sahut Raffa santai sambil terseyun
Chara tidak menjawab ucapan suamianya, ia langsung berjalan ke ranjang dan membaringkan badannya, sementara Raffa pergi mematikan lampu, lalu ikut berbangring samping Chara.
"Mendekatlah" ucapa Raffa sambil membentangkan lengan kekarnya meminta Chara untuk tidur disisinya.
Chara menurut, lalu mendekat dan tidur bebantalkan lengan suaminya.
"Selamat tidur istruku" ucap Raffa sambil mencium kening, mata, pipi, hidung, dagu dan terakhir bibi tipis istrinya.
Chara yang kelelahan pun langsung tertidur seperti seorang bayi dalam dekapan suaminya, Raffa terseyum dalam keadaan mata tertutup, membayangakb adegan padanas yang baru saja ia lewati bersama Chara, lalu ia berbalik menghadap Chara memeluknya erat dan ikut terlelap.
...****************...
Pagi kembali menyapa, matari mulai menampakan diri, cahaya menembus dan membangunkan setiap insan yang masi tertidur pagi itu.
Chara menggeliat, perlahan membuka matanya, lalu kembali menyembunyikan mukanya karena silau cahaya matahari dari jendela.
"Astaga aku kesiangan" ucap Chara langsung loncat daritempat tidur setelah menyadari bahwa ia telah menikah lalu terburu buru masuk kedalam kamar mandi.
5 menit kemudian ia keluar dari kamar mandi, setelah merapikan rambutnya Chara pun berjalan keluar kamar.
__ADS_1
Ketika hendak menuruni anak tangga, matanya menangkap suamianya berlari menaiki tangga dengan sebuah handuk kecil melingkar ditangannya, sepertinya suaminya itu habis berolaraga pagi.
"Mau kemana?" tanya Raffa saat sampai diatas
"Mau kedapur" sahut Chara
"Ngapain kedapur, ayo masuk" ucap Raffa sambil membawa Chara masuk kembali kemar
"Mau bikinan kamu sarapan" sahut Chara
"Lain kali saja bikinya, sekarang bersiaplah kita akan antar ibu kebandara" ucap Raffa sambil duduk disofa lalu melepaskan sepatunya.
"Bandara?" tanya Chara bingung, karena setau Chara Ibunya akan pergi tempat bibinya.
"Nanti aku ceritakan, sekarang mandilah waktu kita tidak bayak" sahut Raffa
"Tapi aku pake apa? baju bajuku kan masi diapartamen" ucap Chara
"Ayoo ikut" ucapa Raffa sambil menarik tangan Chara dan membawa ke walk in closet yang berada di kamar itu.
Chara menatap kagum isi ruangan itu, ruangan yang hampir sama besarnya dengan ruang tidur mereka, disana terdapat berbagai jenis model baju baju wanita, tas, sepatu dan juga banyak aksesoris wanita, semua tersusun dengan rapi pada tempatnya.
"Ini semua milikmu" ucapa Raffa yang berdiri dibelakang Chara
"Milik ku?" tanya menujuk dirinya sambil berbalik menghadap Raffa
"Yaa!, dan bukan hanya itu, smua milik ku adalah milikmu juga" ucap Raffa
"Yaah yah yah, tapi tolong lepaskan karena aku harus mandi sekarang" sahut Chara berusaha menutupi kecanggungannya
"Mau ditemani?" goda Raffa sambil melepas pelukannya
"Tidaaaakkkk" teriak Chara sambil berlari kecik ke kamar mandi karena tidak inging kejadian semalam terulang lagi.
******
Sementara dibawa, Chris telah stand by menunggu Tuannya, ditemani secangkir kopi hangat dan sebuah koran ditangannya.
"Pagi Tuan" sapa Rima yang baru datang untuk mengantar ibu Siska kebandara.
Chris menole sebentar lalu kembali fokus pada koran yang ia pegang tanpa menjawab sapaan Rima.
"Iiih sombong skali, sok kecakepan bangat sih, nyesel gua nyapa Dia" omal Rima pelan sambil melirik tajam kearah Chris.
Karena tidak memperhatika jalannya, Rima menabrak sofa yang ada didepannya.
"Aauuww " ringis Rima jatuh tertelungkup diatas sofa
Emosinya semakin bertamba, saat melihat Chris tidak mempedulikannya sedikit pun saat ia jatuh.
__ADS_1
"Bener bener ni orang, manusia apa bukan sih gak punya hati bangat, awas aja lu " ucap Rima mengepal kedua tangannya dan terus menatap tajam kearah Chris.
Sementara yang ditatap bersikap seolah tidak terjadi apa apa, namun dibalik koran sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah seyuman kecil.
30 menit belalu, terlihat pasangan pengantin baru itu berjalan menuruni anak tanggga dengan tangan saling bergandengan.
"Pagi Bu" sapa Chara pada Ibu Siska yang telah menunggu mereka dimeja makan.
"Pagi juga sayang" sahut Ibu Siska terseyum.
"Ibu udah siap?" tanya Chara.
"Udah sayang" sahut ibu Siska.
"Rima udah datang Bu?" tanya Chara saat melihat tas Rima dikursi.
"Udah, tuh orangnya" sahut ibu Siska menunjuk pada Rima yang baru dari toilet.
"Pagi pengantin baru" sapa Rima terseyum sambil mendudukan pantatnya dikursi.
"Pagi Ri" sahut Chara.
Mereka pun mulai sarapan pagi, selesai sarapan mereka semua langsung berangkat kebandara mengantar ibu Siska.
Dibandara bibi Chara telah menunggu, Chris telah mengutus orang untuk menjemput bibi Chara sejak semalam, dan berangkat pagi pagi sekali karena jarak tempuh yang lumayan jauh.
Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di bandara.
"Bibi" panggil Chara ketika turun dari mobil dan langsung berlari memeluk bibinya yang duduk kursi Roda
"Keponakan Bibi sudah besar, slamat yaa sayang maafkan Bibi karena tidak hadir diacara pernikahan mu" ucap Bibi sambil mengusap punggu Chara
"Gak apa apa Bi, doa dan restu dari Bibi sudah cukup buat kami" sahut Chara sambil melepas pelukannya.
Lalu mereka pun berpelukan satu sama lain sebagai tanda perpisahan.
"Nak Raffa, Ibu titip Chara tolong jaga Dia untuk Ibu" Ucap Ibu Siska pada Raffa.
"Baik Ibu, Ibu jangan kawatir, pergilah nikmatila hari hari Ibu disana, Chara akan aman bersama saya" sahut Raffa pasti.
Ibu Siska mengangguk mendengar ucap menantunya, lalu mereka pun diantar oleh para pengawal Chris hingga duduk didalam pesawat.
... :...
... :...
... :...
Trimakasi untuk yang masi setia menunggu up, atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏
__ADS_1
Jangan lupa dukung Author dengan LIKE & COMENTAR kalian selalu😘😘
Love U All❤🖤