Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
44.# Morning Kiss


__ADS_3

Beberapa menit kemudian Raffa telah sampai dirumah, setelah memarkirkan motor, Raffa langsung bergegas kekamar.


Dan seperti biasa sekertaris teladannya telah menunggu nya dibawa, ditamini segelas kopi panas dan sebuah koran ditangannya.


30 menit berlalu, Raffa berjalan menuruni anak tangga dengan wajah berbinar, ia mengenakan pakaian yang telah disiapkan oleh istrinya.


"Bagaimna menurutmu? aku terlihat keren kan dengan jas ini?" tanya Raffa sambil berpose ala ala model penuh percaya diri.


Chris merasa bingung dengan pertanyaan Raffa, tidak biasanya tuan nya itu bertanya soal penampilan.


"Bagus Tuan" sahut Chris dengan kebingungannya.


"Tentu saja bagus, karena ini Chara ku yang menyiapkannya" ucapa Raffa dengan bangganya,


lalu melangkah kelua menuju mobil


Chris menggeleng tidak percaya, ternyata ini alasana Raffa bersikap aneh, lalu ia pun mengekor dari belakang.


Selama dalam perjalanan menuju kantor, Raffa terus memperhatikan penampilannya, tangannya selalu menyapu nyapu bahu kiri dan kanan nya , memastikan tidak ada kotoran ,sedikit pun yang menempel pada jas itu, pria dingin itu seperti mendapat sebuah kado berharga dari istrinya, sehingga ia benar benar menjaganya.


"Apa yang telah nona Chara lalukan, kenapa Anda bersikap sekonyol ini Tuan" batin Chris sambil memperhatikan tingkah Raffa dari balik kaca.


Beberapa menit kemudian mobil mewah itu telah terparkir sempurna di pintu masuk gedung Aditama group, securyti pun langsung mengambil alih mobil itu dan membawanya ketempat parkir khusus CEO.


Kedua pria tampan tapi dingin itu pun berjalan masuk dengan penuh karisma, sayangnya pagi ini masi terlihat sepih, sehingga tidak ada karyawan manita yang terhipnotis dengan penampilan mereka.


Raffa sengaja berangkat lebih awal, untuk menagih janji pada istrinya, ketika sampai dilantai atas Raffa melihat istrinya sedang serius membersihkan lantai.


"Eheeeemm" Raffa berdehem sambil membetulkan jas nya seolah ingin menunjukan pada Chara.


"Tuan" kaget Chara sambil menunduk memberi hormat.


"Eheem eheemm" sekali lagi Raffa berdehem berharap karena Chara belum melihat kearahnya.

__ADS_1


"Tuan apa Anda kurang enak, biar saya bikinkan teh jahe" ucap Chara dengan posisi yang sama


Raffa merasa gemas dengan ketidak pekaan Chara, dengan rahang mengeras pria dingin yang mulai bucit akut itu mendekati istrinya lalu mengakat tubuh mungil itu seperti karung beras dan membawa ke dalam ruangannya.


"Turunin Tuan, bagaimna kalo ada yang melihat" ucap Chara memberontak memukul mukul pelan punggung Raffa.


"Biarkan saja orang lihat, karena kamu istri yang tidak peka" sahut Raffa tidak peduli


Chara merasa bingun denga ucapa suaminya,


untunglah kantor masi sepi, karena karyawan belum ada yang datang, hanya beberapa OB yang berkeliaran dilantai bawa.


"Apa yang Anda lakukan Tuanp, bagaimana kalo ada yang lihat" omel Chara setelah diturunkan sambil merapatkan kedua giginya.


"Biarkan saja, memangnya kenapa kalau mereka lihat?" sahut Raffa santai sambil merangkul pinggang Chara.


"Mau ngapain?" tanay Chara sambil menahan dada Raffa


"Menanggih hutang nona muda" sahut Raffa semakin mendekat kan wajahnya


"Hemmm, apa kamu lupa ucapan mu sebelum mandi tadi" tanya Raffa


Chara yang baru sadar dengan ucapan saat dirumah langsung mengangkat tangan hendak menutup mulutnya, namun sayang ia kalah cepat dengam suaminya.


Tangan kiri Rafa dengan cepat menangkap tangan Chara yang hendak menutup mulutnya, lalu tangan kananya menahan tengkuk istrisnya, ciuman panas pun tidak bisa Chara hindara.


"Buka mulut mu sayang" ucap Raffa dicela ciumnannya, setelah dirasanya punya Raffa pun melepaskan ciuaman itu.


"Morning kiss sayang, karena kamu menolok melakukannya dirumah" ucap Raffa sambil membersikan sudut bibi Chara yang basah.


"Heeemmm" sahut Chara cemeberut


"Apa kamu tidak ingin memperhatikan penampilan ku?" tanya Raffa.

__ADS_1


"Kamu suka dengan pilihan ku?" tanya Chara mulai terlihat senang karena Raffa memakai baju yang ia siapkan.


"Tentu saja, apa pun yang istriku siap kan pasti aku pakai" sahut Raffa sambil mengusap kepala Chara.


"Baiklah seterusnya aku akan siapkan untuk mu" ucap Chara langsung dapat satu kecupan dibibirnya.


"Itu bayaran untuk, jika kurang akan ku tambakan" ucap Raffa lalu mendekat hendak mencium Chara lagi


"Tidak Tuan, trimakasi bayak ini sudah lebih dari cukup" sahut Chara mulai merasa aneh dengan kelakuan Raffa


Setelah Raffa selesai dengan urusannya, Chara pun keluar dari ruangan itu, Chara berjalan menuju pentri karena suaminya meminta segelas kopi.


"Enak bener lu ya kerja main ditinggal gitu aja, trus gua yang disuruh lanjuti" omel Lisa salah satu teman OB Chara yang memang tidak menyukainya.


"Iyaa maaf, soalnya tadi gua di panggil tuan Raffa" sahut Chara merasa tak enak hati.


"Wah wah wah, makin gak tau diri aja lu, bisa bisa nya alasan pake nama Raffa" sahut Beti yang selalu muncul dimana pun ketika ada Chara.


"Siapa yang alasan, ini aja tuan Raffa minta dibikinin kopi" ucap Chara santai sambil berjalan kearah meja untuk membuatkan kopi.


"Minggir lu biar gua aja, brani braninya OB rendahan kaya elu main keluar masuk ruangan Raffa" ucap Beti sambil mendorong Chara menjauh dari meja.


Chara mengalah tak ingin membuat masala, percuman ia melawan, Beti tidak akan mungkin mengalah, Chara juga tahu pasta, Raffa tidak akan minum kopi itu, Chara akan mencari waktu yang pas untuk membuatkan kopi untuk suaminya.


...: ...


...: ...


...:...


Trimakasi yang sudah setia menunggu up atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏. Trimakasi juga untuk suport kalian smua😘😘.


Jangan lupa terus dukung Author dengan LIKE & COMENTAR kalian 🥰🥰

__ADS_1


Love U All❤🖤


__ADS_2