
Chara menatap tak percaya, pria tampan didepannya itu adalah si gendut yang sering ia lindungi dan ia pukuli pantatnya waktu kecil.
"Apa Tuan benar si gendut itu?" tanya Chara memastikan.
Raffa menganguk, menanggapi pertanyaan Chara
"Aku sudah menempati janjiku, berusaha kurus agar tidak mempermalukanmu lagi." ucapnya
"Apa Tuan benar benar melakukannya karena, aku?" tanya Chara, gadis itu merasa belum percaya dengan smua ini.
"Yah! dan aku juga menunggumu ditempat yang sama hingga detik ini" sahut Raffa dengan penuh kelembutan.
Chara terdiam, menatap dua bola mata itu, Chara bisa merasakan tidak ada kebohongan disana.
"Maafkan aku karena tidak menempati janjiku untuk kembali menemuimu." sahut Chara sambil terseyum tulus.
"Suuttt, tidak perlu dibahas diingat lagi, yang penting sekarang kamu ada dihadapnku" Raffa membalas tatapan itu sambil membelai lembut rambut gadis kecil yang telah ia tunggu selama 20 tahun lamanya.
"Tidurlah, aku akan menjagamu disini" lanjut Raffa sambil terus mengusap sayang kepala Chara.
Chara mengangguk, lalu menutup matannya, tak butuh waktu lama gadis itu telah terlelap, karena masi dibawa pengaruh obat obatan. Setelah memastikan Chara tidur dengan baik, Raffa pun melangkah keluar dari ruang itu.
"Bagaimana?" tanya Raffa pada Chris yang sejak tadi menunggu di luar ruangan.
"Sepertinya orang ini bukan orang biasa Tuan, benar yang diktakan dokter, pisau yang digunakan bukan pisau biasa. karena pisau tersebut adalah salah satu pisau rakitan dari Clan Camorra" sahut Chris memberi penjalasan.
"Camorra?" guman Raffa pelan.
Raffa tau betul tentang geng itu, Camorra adalah geng mafia yang terkenal paling brutal dan mematikan di nagaranya, bahkan geng itu melakukan transaksi obat obatan terlarang secara terang terangan tanpa takut pada pihak yang berwajib dan mereka juga sering memeras para pebisnis dengan sangat kejam disana.
"Perketat keamanan, jangan sampe kajdian ini terulang lagi" ucap Raffa lalu hendak kembali masuk ruangan Chara.
"Target mereka adalah Tuan, Nona Chara hanya sebagai tameng untuk menjatukan Anda" ucap Chris ketika melihat Raffa hendak pergi.
Raffa berhenti saat mendengar ucapa Chris, lalu ia berbalik, dan menatap Chris seolah meminta penjelansan lanjutan.
"Sepertinya orang ini sudah lama mengincar kita Tuan, kejadian ini ada hubungannya dengan dua kejadian sebelumnya" lanjut Chris.
"Bukankah orang yang menghancurkan sasana Chara adalah orang yang pernah mengganggunya waktu didanau?" ucap Raffa tidak paham dengan semua kejadian ini.
"Benar Tuan, sepertinya orang ini memiliki banyak mata mata sehingga dengan cepat Dia memanfaatkan keadaan" sahut Chris.
Raffa menarik nafas kasar mendengar ucapan Chris, siapa yang berada dibalik semua ini, seingat Raffa, dirinya tidak pernah membuat masala, apalagi memiliki musuh.
__ADS_1
"Tapi Tuan tidak perlu kawatir, Semuanya akan saya selesaikankan" ucap Chris menyakinkan Tuan nya.
Raffa terdiam dan menatap Chris sejenak lalu kembali melangkah masuk kerungan Chara.
...****************...
Hari hari berlalu, Raffa dengan setia menjaga dan merawat Chara dirumah sakit, begitu juga dengan Rima, sering bolak balik menjenguk sahabatnya itu.
Seminggu sudah Chara berbaring dirumah sakit, dan hari ini Chara diijinkan pulang oleh dokter, Karena keadaan Chara mulai membaik dan lukanya pun mulai mengering.
Kini Chara sedang bersiap untuk pulang, dan sang sahabat dengan setian menemani dan membereskan baju bajunya, saat sedang asik mengobrol sambil merapikan baju, pintu diketuk dari luar, mereka berdua pun menoleh bersamaan.
Cekleekk
Pintu terbuka, tampaklah kedua lelaki tampan tapi dingin itu.
"Sudah siap?" tanya Raffa sambil berjalan kearah Chara.
Entah kenapa Chara seperti terhipnotis melihat wajah tampan dan segar yang berjalan menuju kearahnya, ia tak menyangka teman masa kecilnya yang begitu gendut bisa kurus dan tempan itu.
Dan yang paling membuat Chara lebih tidak parcaya lagi adalah Raffa menjadi seorang pemimpin perusahaan yang begitu besar, Chara tak berkedip menatap pria dihadapanya itu, sampe sampe ia tak sadar jika Raffa telah berdiri tepat dihadpannya.
"Ayo pulang, mikirin apa sih sampe bengong gitu?" tanya Raffa sambil mengacak rambut Chara layaknya anak kecil.
Setelah mendapat jawab, Raffa langsung merangkul bahu Chara lalu menuntunya keluar, tanpa mempedulikan Rima dan Chris yang berada diruangan itu.
"Aku bisa jalan sendiri, Tuan. Aku sudah sembuh" prostes Chara karena Raffa terus merangkulnya sampai diluar.
"Diamlah, anggap saja ini balas budiku kerena dulu kamu selalu baik padaku" sahut Raffa.
"Tapi aku tidak mengharapakan balasan" Chara berusaha melepas tangan Raffa dari bahunya.
Raffa menurut dan melepaskan rangkulannya, lalu diam diam Raffa langsung mengangkat tubuh mungil itu ala bridal style, dan membawanya menuju mobil.
"Apa yang Anda lakukan, Tuan? Turunkan aku malu dilihat banyak orang." ucap Chara sambil meronta inging diturunkan.
"Tenanglah, nanti luka jahitmu bisa terbuka lagi." Raffa dengan santai.
Mendengar ucapan Raffa soal jahitan, Chara pun menurut karena dirinya juga ingin cepat cepat sebuh.
Kini mereka telah berada dalam perjalanan pulang, mobil melaju dengan kecepatan sedang, beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di apartamen Chara.
Setelah mobil berhenti dengan baik, Raffa keluar lalu mengulurkan tangannya pada Chara, gadis itu menyambut uluran tangan Raffa dan mereka berempat pun berjalan beriringan menuju lift.
__ADS_1
Ketika sampai dipintu apartamen Chara, Chris langsung memasukan sandi dan membuka pintu, tanpa basa basi Raffa langsung menuntun Chara menuju kamar.
"Istirahatlah, aku akan memasak untukmu" ucap Raffa setelah menduduklan Chara diranjang
"Istirahat lagi?" tanya Chara.
"Ya! karena kamu belum sembuh betul"
"Tapi aku bosan, boleh yaa aku nonton didepan sambil ngobrol sama Rima?" ucap Chara memelas.
"Tidak, biar Rima saja yang kesini" sahut Raffa lalu berbalik hendak keluar.
Chara merasa kesal lagi lagi diatur oleh Raffa, Ia merasa sangat bosan jika harus berbaring lagi diranjang.
"Heehh gendut, kamu pikir kamu siapa main larang larang aku, hah?" tanya Chara dengan mata melotot sambil bercakak pinggang.
Raffa berbalik, lalu terseyum melihat tingkah Chara.
"Baiklah tuan putri, apapun demi tuan putri, ayo aku antar kedepan" ucap Raffa kembli menuntun Chara kedepan, sedangkan yang dituntun pura pura ngabek.
"Rima, temanilah tuan putri ini mengobrol" ucap Raffa sambil mendudukan Chara disamping Rima.
"Siap Tuan" sahut Rima.
"Dan kau, ikut aku kedapur" ucap Raffa pada Chris.
Chris menurut tanpa berucap apapun, karena Ia sadar betul kesalahan besarnya belum dibayar.
"Segera buatkan makan malam yang paling enak" perintah Raffa, ketika mereka sampai di dapur.
"Tuan, apakah Tuan akan membiarkan Nona Chara mencicipin masakanku untuk yang pertama?" tanya Chris.
Raffa berpikir sejenak.
"Menyingkirlah, tidak akan kubiarkan Charaku menyicipi masakanmu yang tidak enak itu." ucapnya Sambil mendorong pelan tubu Chris karena menghalangi kulkas.
Chris terseyum senang menanggapi perlakuan Raffa, pria itu merasa puas kerena berhasil memancing Tuannya yang mulai kelihatan bucin itu.
...:...
...:...
...:...
__ADS_1
Happy reading, love u all❤🖤