
Hari-hari terus berlalu tanpa ada sedikitpun kejadian aneh di sekte teratai hijau
Sampai pada suatu hari tiba-tiba saja datang segerombolan orang berseragam perajurit perbatasan datang ke sekte teratai hijau
Para Penjaga gerbang langsung membuka pintu gerbang dengan segera karna siapa tau ada hal penting yang akan di sampaikan oleh perajurit penjaga perbatasan itu
"Komandan ada apa kalian datang ke sini,Apa ada hal yang penting yang akan kalian sampaikan kepada patriak"Kata ketua penjaga gerbang
"Benar aku datang kesini karna ada hal penting yang harus aku sampaikan kepada patriak,Apa beliau sudah kembali dari latihan tertutupnya"Kata Komandan pasukan itu
"Kebetulan beliau sudah keluar beberapa hari yang lalu,Silahkan kalian langsung saja kesana"Kata Ketua penjaga gerbang
Lalu rombongan komandan itu langsung berjalan ke arah tempat tinggal patriak sekte
Sesampainya di sana mereka melihat dua orang anak yang kira-kira beriusia 8 tahun lebih sedang bertarung dengan sengit
Keduanya berwajah tampan dan rupawan dengan rambut panjang yang di ikat buntut kuda
Yang satu berbaju merah sedangkan yang satu lagi berbaju biru cerah
"Hiattt"
Keduanya saling serang dengan menggunakan pedang kayu
Ketika pedang kayu itu berbenturan terlihat si baju biru terjatuh cukup jauh
Itu menandakan jika si baju merah menang dalam tenaga
Karna tak ingin berlama-lama komandan pasukan itu langsung menyapa mereka
"Maaf kan paman yang mengganggu latihan kalian,Apa patriak sekte ada di dalam"Kata komandan itu
__ADS_1
Si dua orang bocah yang sedang bertarung itj langsung mengalihkan pandanganya ke arah rombongan yang barusaja datang itu
"Hemmm siapa kalian dan ada perlu apa kalian datang ke rumahku"Kata si baju merah
Mendengar jika dirinya akan ke rumah si bocah itu
Komandan pasukan menjadi kaget,Jika benar seperti itu berarti mereka dua bocah itu adalah putra patriak sekte
"Mohon ampun tuan muda,Maaf kan aku yang tak mengenali tuan muda berdua"Kata si komandan itu sambil membungkukan badanya
"Tak apa lah,Cepat bangun jangan memberi hormat kepada yang lebih muda,Kalian boleh masuk ke dalam karna aya ada di sana sedang santai"Kata si Baju Biru
"Terimakasi Tuan muda,Jika seperti itu kami mohon permisi"Kata si komandan
Lalu rombongan pasukan itu mendekat ke pintu kediaman patriak dan mengetuknya
"Tok tok tok"
"Mohon maaf tuan ada yang bisa saya bantu"Kata si pelayan itu
"Tolong beritahukan kepada patriak jika kami dari perbatasan Utara mohon menghadap"Kata komandan itu
"Tunggu sebentar"Jawab si pelayan
Lalu pelayan itu masuk ke dalam untuk memberitahukan kepada patriak
Sedangkan dua bocah yang tadi sedang berlatih sudah berhenti karna si baju biru sudah kewalahan menghadapi si baju mereh
Mereka berdua tak lain dan tak bukan adalah Sun Long dan Feng Yin
Si baju berah adalah Sun Long yang usianya lebih tua beberapa bulan dari si baju biru Feng Yin
__ADS_1
Kini kedua putra patriak sekte teratai hijau itu sudah tumbuh menjadi anak yang baik dan cerdas lagi tampan rupawan
Sun Long di usianya yang baru 8 tahun lebih sudah menjejaki kakinya di dunia Kultivator
Sedangkan Feng Yin ia tak seperti kakanya yang menajadi kultivator
Feng Yin bukan tak ingin menjadi seperti kakanya
Ia ingin seperti kakanya namun apalah daya dia tak mampu membangkitkan tenaga dalam untuk menyerap energi langit dan bumi
Maka dia hanya fokus ke latihan fisik saja dan ilmu sastra
Keduanya memang akur namun tak selamanya akur
Kadang mereka saling bertarung ketika memperebutkan sesuatu dan berujung dengan kekalahan feng yin
Namun setelah itu mereka akan baikan kembali karna menurut sun long cara seperti itu adalah untuk melatih kekuatan fisik adiknya yang lemah itu
Kembali ke komandan tadi
Kini mereka sudah masuk ke dalam untuk bertemu patriak sekte
"Ada apa kalian jauh-jauh datang kesini"Tanya patriak sekte
"Mohon maaf patriak,Kami membawa berita jika di perbatasan utara sedang kedatangan tamun"Kata komandan itu
"Hmm siapa tamu itu dan dari mana asal mereka komandan"Tanya patriak sekte
"Mereka mengaku Utusan Dari Benua Matahari"Kata Komandan
Patriak yang mendengar siapa yang menjadi tamu itu cukup terkejut juga karna tak menyangka jika mereka dari benua matahari yang jauh di sana
__ADS_1