
Hari semakin malam,Bulan purnama bersinar dengan terang,Sehingga malam yang biasanya gelap gulita,Kini di Bukit Nirwana tidak seperti itu
Akibat dari sinar rembulan tersebut,Seluruh area Bukit Nirwana menjadi terlihat dengan jelas
Ketika bulan tepat berada di atas kepala semua manusia,Tiba-tiba saja dari puncak bukit nirwana keluar sebuah sinar berwarna putih
Sehingga orang-orang harus berusaha menutupi matanya agar tidak terkena efek dari Cahaya tersebut
Tak lama kemudian,Sinar cahaya itu hilang kembali,Tapi kini ada sesuatu yang sangat mengejutkan mereka semua
Dimana di puncak bukit nirwana tersebut,Berdiri dengan kokoh seekor Naga berwarna hijau bercampur kuning
Naga itu sangat besar,Sehingga puncak bukit nirwana pun tak mampu untuk menampung tubuhnya tersebut
Panjangnya sekitar 100 meter,Namun kini si naga tersebut seperti sedang menggulung sesuatu
Melihat sesok naga yang sangat besar itu,Orang-orang begitu ketakutan
Meskipun mereka sudah tau akan keberadaan naga tersebut
"Itukah Naga Taksaka yang menjadi sebuah legenda di bukit nirwana ini"Kata seorang pendekar berjubah kuning di dadanya terdapat sebuah lambang berbentuk garuda
"Naga itu sedang terluka,Karna pertarungannya dengan sang resi,Jangan takut"Kata pendekar yang menggunakan jubah berwarna biru langit
"Pusaka Cupu Manik Sangkakala,Ada di bagian perutnya,Maka dari itu ia menggulung tubuhnya seperti itu"Kata Si Dewa Petir
Banyak sebagian dari mereka yang jatuh mental terlebih dahulu karna melihat sesok naga tersebut,Sehingga mereka memutuskan untuk menonton saja
__ADS_1
Tapi tak sedikit juga yang berminat untuk memperebutkan pusaka maha sakti itu
Ketika semua orang sedang terpana karena melihat sesok naga itu,Tiba-tiba saja datang tekanan yang maha dahsyat kepada mereka semua
Sehingga para pendekar kelas rendah tergeletak pingsan seketika,Karna tak kuat menahan tekanan tersebut
Sedangkan mereka yang memiliki kekuatan di atas rata-rata,Masih mencoba berusaha untuk melawan tekanan tersebut
"Sial,Siapa yang begitu sombong ini"Gerutu seorang pendekar tua
"Hahahahaha,Akhirnya keberuntunganku tiba"
Kata sebuah suara yang menggelegar yang di aliri tenaga dalam,Sehingga suaranya menggetarkan bukit tersebut
Semua orang berusaha untuk menutupi telinga mereka,Karna suara itu begitu sangat menyakitkan
"Hahahah,Naga bagus,Hahahah akhirnya aku menemukanmu"Kata kakek tua yang baru saja datang itu
Ketika mereka melihat siapa kakek tua yang baru datang itu,Semuanya kembali di buat terkejut
"Mimpi apa aku semalam,Bukankah dia adalah dedengkot dari Aliran Hitam,Iblis Neraka"Kata salah seorang pendekar
"Apa kau tidak salah lihat,Bukanya Pendekar Iblis Neraka sudah lama tidak muncul di dunia peralatan,Bahkan kabarnya jika dia sudah lama mampus"Jawab temanya
Mendengar ada yang membicarakan dirinya,Si kakek tua yang kini sedang melayang di udara itu langsung melirik dimana asal suara yang membicarakanya itu berada
Ketika matanya menemukan orang yang membicarakan dirinya,Tanpa berlama-lama ia langsung berkelebat dengan sangat cepat ke arah orang tersebut
__ADS_1
"Akhhhh"
Pekik si orang yang tadi membicarakan dirinya
Tak lama kemudian orang tersebut mati dengan tulang lehernya yang remuk,Akibat cengkraman si kakek tua tersebut
"Aku paling tidak suka jika ada yang membicarakanku di depan diriku"Kata si kakek itu dengan suara pelan namun dapat di dengar oleh semua orang
Melihat kejadian tersebut,Para pendekar lainya tak berani membuka suara
Sedangkan si Dewa Petir,Ia menatap sinis kepada di kakek tua tersebut
"Cihh,Dasar sampah"Gumam si Dewa Petir
Ketika semuanya terhening tiba-tiba
"Hahahaha tua bangka,Ternyata kau belum mampus"Kata suara lembut namun menusuk gendang telinga semua orang
Ketika mendengar suara itu,Si kakek tua itu terlihat cemas,Wajahnya sedikit memucat
"Hahahaha jangan lupa ada aku kakek pemalas"
Timpal suara yang lainya
Bersama dengan Terdengar Nya suara tersebut,Tekanan besar kembali terjadi di area bukit nirwana tersebut
Semua orang semakin berusaha untuk melawan tekanan itu
__ADS_1
Sedangkan di tempat yang tak terlalu jauh dari bukit nirwana,Terlihat sesok pendekar bertopeng emas sedang memantau kejadian di sana