
Kota yang kini porak poranda itu bernama Kota Bintang Terang
Sesuai dengan namanya,Kota itu akan terlihat seperti Bintang dikala alam hari,Sehingga kota itu terlihat indah
Tak hanya keindahannya saja ketika malam hari,Kota perbatasan itu juga adalah salah satu kota pemasok terbesar sandang pangan untuk Kerajaan Bukit Tinggi
Sehingga kota Bintang Jatuh tercatat sebagai kota termaju setelah Ibu Kota kerajaan
Namun kini semuanya terlihat berantakan akibat ulah dua orang yang sedang bertarung itu
Mereka tak lain adalah Naga Taksaka dan Pendekar Dewa Petir
Setelah berhasil mengambil Pusaka Cupu Manik Sangkakala dari tangan Naga Taksaka,Ia berlari ke arah timur dengan kecepatan yang sangat hebat
Namun ternyata kecepatan ilmu meringankan tubuhnya masih kalah jauh dengan milik Naga Taksaka,Sehingga ia tersusul
Ketika mereka sampai di Kota Bintang Terang barulah pertarungan terjadi dengan hebat di sana
Naga Taksaka meskipun sudah terluka,Ia masih bisa menggempur Pendekar Dewa Petir dengan jurus-jurus bawaanya
Sedangkan Pendekar Dewa Petir,Ia menggunakan jurus-jurus hebatnya sehingga akibat dari pertarungan itu Kota yang semula tenang menjadi kacau balau
Orang-orang mengutuk perbuatan kedua pendekar itu,Mereka tak menyangka jika kerusakan dari pertarungan mereka akan sedahsyat ini
Tuan kota sendiri yang menjadi pemimpin di sana gemar akan ulah kedua orang itu Ia bahkan diam-diam menyuruh bawahannya untuk melukis wajah kedua orang itu untuk di laporkan kepada Raja Bukit Tinggi
"Keparat,Dua iblis itu sudah hampir merusak seluruh Kota Bintang Terang,Tapi untung tidak asal korban yang meninggal"Kata seorang laki-laki berusia 60 tahun bertubuh tinggi tegap
"Tuan,Sketsa wajah kedua orang itu sudah selsai di buat"Kata seorang laki-laki muda sambil menyerahkan sebuah gulungan kertas
Lalu orang yang di panggil tuan yang tak lain adalah tuan kota itu,Membuka gulungan kertas tersebut
"Hmm bagus,Perintahkan 2 orang pengawal untuk berangkat ke Ibu Kota untuk memberikan sketsa wajah kedua iblis itu,Dan katakan agar secepatnya mengirimkan bantuan ke kota ini,Karena keadaan kota ini sudah hancur,Kita butuh bantuan mereka untuk membangun kembali Kota besar ini"Kata Tuan Kota
__ADS_1
"Baik tuan"Kata pemuda itu
Lalu ia pergi dari hadapan sang tuan kota
Di lain tempat terlihat Naga Taksaka dan Pendekar Dewa Petir sudah kembali saling serang menyerang satu sama lain
Darah terlihat mengalir dari bahu Pendekar Dewa Petir,Sepertinya ia terkena tusukan Tombak milik Naga Taksaka
Sehingga gerakan seranganya menjadi lemah,Dengan muda Naga Taksaka menghindari setiap serangan Pendekar Dewa Petir
"Cihh,Manusia busuk,Serahkan kembali pusaka yang bukan menjadi hak mu itu,Aku pasti akan mengampunimu"Kata Naga Taksaka
"Hahaha Naga Bodoh,Apa kau lupa jika pemilik dari pusaka ini,Boleh meminta tiga permintaan kepada Cupu Manik ini"Kata Pendekar Dewa Petir sambil mengeluarkan Pusaka itu yang Masih mengeluarkan sinar cahaya
"Manusia picik,Apa yang akan kau lakukan dengan pusaka itu"Kata Naga Taksaka mulai khawatir
"Hahaha tentu kau tidak bodoh Bukan"Kata Pendekar Dewa Petir sambil melukai jarinya dengan pedang nya
Seketika darah keluar dari luka sayatan itu,Lalu ia meneteskanya ke cahaya tersebut
"Hahaha,Bagus-bagus,Karena kau sudah mengakui aku sebagai tuanmu,Maka aku akan meminta satu permintaan kepadamu Cupu Manik"Kata Pendekar Dewa Petir sambil memegang pusaka itu yang kini cahayanya tidak setabal tadi
Sehingga samar-samar dapat terlihat bentuk dari pusaka itu yang berbentuk kotak berwarna perak,Di atasnya terlihat ada sebuah mutiara lima warna
Ketika Pendekar Dewa Petir berkata seperti itu,Terlihat pusaka yang ia pegang memberikan reaksi
"Hahaha,Bagus,Hancurkan siluman yang ada di depanku itu buat dia hancur berkeping-keping bersama dengan kota sialan ini"Kata Pendekar Dewa Petir
Seketika,Alam bergejolak,Langit menjadi hitam,Awan bergumpal menyerupai lorong yang tidak terbatas
Petir mulai bermunculan kembali,Angin bertiup dengan kencang,Tanah berguncang dengan hebat
Entah kapan datangnya,Tiba-tiba sebuah petir dan cahaya berwana merah menghantam Naga Taksaka
__ADS_1
"Duarrr"
"Akhhh"
"Bommm"
Terdengar ledakan-ledakan hebat yang menghantam Naga Taksaka dan seluruh Kota Bintang Terang
Tanah tiba-tiba saja terbelah,Sehingga seluruh bangunan yang ada di atasnya ambles tertelan
Naga Taksaka tak terlihat lagi,Bahkan deru nafasnya saja sudah tidak terdengar
Setelah membuat ambles seluruh benda yang ada di kota bintang terang,Tanah itu kembali menyatu seperti semula,Juga alam pun kembali tenang seperti tidak terjadi apa-apa
Orang-orang yang melihat kejadian barusan menjadi syok dan ketakutan
Mereka menjerit-jerit bagaikan orang kerasukan,Tuan kota terlihat semakin murka dengan apa yang baru saja terjadi kepada Kotanya
"Bangsat,Iblis laknat,semoga Dewata Yang Agung menutukmu dengan sepedih-pedihnya kutukan"Geram tuan kota mengutuk perbuatan Pendekar Dewa Petir
"Hahahaha daras manusia bodoh,Rupanya kalian sudah bosan hidup hahaha"Kata Pendekar Dewa Petir sambil tertawa menyeramkan
Ia langsung mengangkat kan tanganya ke atas
"Petir Kematian"
Seketika keluar sebuah petir berwarna merah dari telapak tanganya
Petir itu langsung menghantam warga kota bintang terang dengan sekali hantaman
Semua orang-orang dibuat gosong menjadi abu,Tak perduli itu siapa,Semuanya di buat menjadi debu hanya dengan sekali hantam saja
Sehingga tempat itu menjadi sunyi sepi
__ADS_1
"Hahaha sudah selsai,Saatnya pergi untuk menguasai dunia ini hahahaha"Kata Dewa Petir sambil tertawa,lalu ia pergi meninggalkan kota bintang terang yang kini sudah lenyap
Tak lama kemudian dari jauh terlihat satu sesok berkelebat menuju arah Kota yang kini sudah lenyap itu