
Sedangkan di dalam istana Feng An sudah menunggu di ruangan utama istana yang mana tempat itu biasa di gunakan untuk acara pertemuan para petinggi istana
Feng An sudah duduk di kursi tahtanya dengan gagahnya
Para petinggi istana dan Mo Guan pun ada di sana menemani kaisar
Tak beberapa lama terlihat Sui memasuki ruangan itu bersama dengan ayahnya
"Salam Yang Mulia"Kata Sui
"Duduk lah"Jawab Feng An
Matanya tertuju kepada orang di belakang Sui,Seorang pemuda yang tampam dengan jubah hijaunya
"Salam Yang Mulia Kaisar"Kata Pemuda yang tak lain ayah Sui itu dengan senyum ramah
"Yang Mulia,Perkenalkan beliau adalah ayah hamba"Kata Sui
Sontak seisi ruangan menjadi terkejut mendengarnya
Terlebih Mo Guan yang heran,Karna bagaimana mungkin ayah dari ibunya masih begitu muda
Sedangkan Feng An ia hanya sekilas keterkejutanya,Selanjutnya ia biasa-biasa saja karna sudah tau kenapa ayah Sui masih terlihat muda
"Salam Yang Mulia Kaisar Dari Benua Matahari,Aku tak menyangka jika istanaku akan kedatangan seorang tamu yang begitu agung"Kata Feng An sambil berdiri
"Tak perlu seformal itu yang mulia"Kata Kaisar May Shen
__ADS_1
"Ahh sampai aku lupa,Silahkan duduk"Kata Feng An
"Terima Kasih Yang Mulia"Jawab Kaisar May Shen
Lalu ia duduk di dekat Sui
Matanya tertuju kepada sesok Mo Guan
"Kenapa Mirip sekali dengan suami putriku"Batin Kaisar May Shen
"Mo Guan,Kenapa kau tak menyapa kake mu"Kata Feng An mengejutkan Mo Guan yang sedari tadi hanya diam melongo melihat kakenya yang masih muda itu
"Ehh Itu"Gagap Mo Guan
Sedangkan Kaisar May Sehn ia semakin mempertajam tatapanya karna terkejut,Ternyata pemuda yang tampan yang dia kira mirip dengan menantunya adalah cucunya sendiri
Dengan ragu Mo Guan berjalan dengan hati-hati
Setelah dekat kaisar May Shen langsung memeluk cucunya itu
"Ahh kau sudah besar ternyata cucuku,Maafkan kake mu ini yang tega mentelantarakan mu maaf"Kata Kaisar May Shen dengan sedih sambil memeluk cucunya
"Kake,Apa benar kau kakeku"Kata Mo Guan dengan polos
"Benar cucuku,Aku kakemu,Wajar jika kau tak mengenaliku karna dulu kau masih kecil di saat aku mengusir kalian berdua,Maafkan kakemu ini"Kata kaisar May Shen
Air Matanya menetes kembali,Wajar meskipun fisiknya masih muda tetap saja usianya sudah tua,Dan jiwa kekakeanya yang merindukan seorang cucu dan perasaan bersalah selalu timbul di hatinya sehingga ia selalu menangis jika mengingat putri dan cucunya itu
__ADS_1
"Tapi kenapa kau masih muda,Mungkin usiamu sama denganku"Kata Mo Guan
"Hahahaha ternyata kau masih polos cucuku"Kata Kaisar May Shen sambil tertawa karna lucu menurutnya
"Ibu,Apa benar dia kake ku"Kata Mo Guan bertanya kepada ibunya
"Benar anaku,Dia kakemu ayah ibu"Jawab Sui dengan ramah sambil tersenyum
"Mmm jadi benar kau kakeku,Ehh tapi kenapa kau dulu mengusir kami,Mengusir ayah,Ibu dan aku dari rumah"Kata Mo Guan yang memang ia menyimpan pertanyaan itu ketika ia mengetahuinya dari utusan yang beberapa tahun menemui ibunya
Kaisar May Shen hanya terdiam tak mampu menjawab sekata pun
"Mo Guan,Jangan lancang di depan kakemu dan yang mulia kaisar"Tegur ibunya
"Tapi ibu,Aku harus mengetahuinya kenapa dan apa alasanya"Kata Mo Guan
"Cukup,Nanti kau akan tau sendiri kenapa bisa seperti itu,Bukankah aku sudah menceritanya"Kata Sui
"Tapi itu belum cukup,Aku herus mengetahui darinya juga"Kata Mo Guan
"Yang Mulia,Maaf ketidak sopanan putra hamba ini"Kata Sui kepada Feng An
"Tak apa-apa,Dia memang seharusnya mengetahuinya Bibi"Kata Feng An
"Cucuku,Aku mempunyai alasan kenapa harus mengusir kalian dari istana waktu itu,Jawabanya mungkin jika aku tak mengusir kalian dari istana,Hari ini kalian tak akan hidup di bumi ini"Kata Kaisar May Shen
Mendengar jawaban dari kakenya Mo Guan langsung terdiam
__ADS_1
Apa benar yang dia katakan,Jika aku dan ibu tak di usir aku dan ibu sekarang takan hidup di dunia ini"Batin Mo Guan