
Feng Yin kini sedang duduk di tepi sungai sendirian sambil merenungkan kata-kata Resi Abyasa
Hatinya masih di penuhi dengan kegelisahan dan kesalahan, Sang Resi mengatakan jika Anak yang seharusnya ia latih nantinya ternyata kini sudah berguru kepada seorang datuk sesat di dunia persilatan
"Apa aku salah ketik waktu itu"Gumamnya
"Kau tidak salah, Ini sudah menjadi suratan takdir yang maha kuasa"Tiba-tiba saja seseorang menyahuti perkataan Feng Yin
Feng Yin langsung melihat siapa gerangan yang berkata itu
Ketika ia melihat siapa orang itu, Ia langsung memberi hormat
"Betara Ismaya"Kata Feng Yin sambil memberi hormat dengan menundukan tubuhnya
"Semua yang terjadi memang sudah di takdirkan oleh yang maha kuasa, Kita hanya bisa menerima dan menjalaninya saja"Kata orang yang tak lain adalah Betara Ismaya yang tiba-tiba saja muncul
"Jika seandainya waktu itu aku langsung menuju ke sini, Mungkin ceritanya akan lain lagi Betara"Kata Feng Yin
"Kedang seperti itu, Memang penyesalan selalu datang di akhir, Tapi meskipun begitu kau masih memiliki harapan"Kata Betara Ismaya
__ADS_1
"Harapan, Apa itu masih ada, Sedangkan anak yang kau sebut akan menjadi penyeimbang di daratan java ini sudah menjadi seorang penjahat"Kata Feng Yin
"Jahat dan tidaknya seseorang jangan di lihat dari dimana dia tinggal, Bisa jadi ketika dia berpindah tempat dia akan menjadi sesok yang baik, Karena saat ini kau masih belum terlambat"Kata Betara Ismaya
"Belum terlambat"Kata Feng Yin kebingungan
"Benar, Anak itu selagi masih menjadi murid datuk sesat itu masih belum berbahaya bagi daratan java ini, Tapi jika anak itu sudah di ketahui oleh Iblis itu baru lah akan berbahaya"Kata Betara Ismaya
Feng Yin termenung sesaat memikirkan perkataan Betara Ismaya
"Betara apa sebenarnya yang spesial dari anak itu, Bukankah dia hanyalah seorang anak dari pengembala sapi di sebuah bukit"Kata Feng Yin yang memang ia penasaran dengan identitas anak itu
"Tidak sesederhana itu nak, Suatu saat nanti kau akan tau siapa dia sebenarnya, Tidak mungkin Maha Dewa memilih dia untuk menjadi penyeimbang tanah java ini jika dia tidak memiliki latar belakang yang spesial"Kata Betara Ismaya
Betara Ismaya tidak langsung menjawab pertanyaan Feng Yin, Ia mengelus-elus dagunya sesaat
"Hanya ada satu cara lagi"Kata Betara Ismaya
"Kau sendirilah yang harus menghancurkan iblis itu"Kata Betara Ismaya
__ADS_1
"Tidak bisa, Aku ke daratan ini hanya memiliki tugas yang sudah kita sepakati, Apa kau lupa tentang itu, Lagi pula di negriku aku masih memiliki tanggung jawab yang lebih besar dari ini"Kata Feng Yin menolak perkataan Betara Ismaya
"Jika begitu kau harus memilih kandidat yang cocok untuk melawan Iblis itu nantinya, Masalah siapa nanti yang berhak memegang Pusaka Betara Narada biarkan takdir yang memilihnya sendiri, Kini tugasmu adalah pergi ke puncak Mahameru"Kata Betara Ismaya
"Ingat waktunya hanya tinggal sedikit, Aku bisa merasakan jika Iblis itu sudah mulai mengumpulkan kekuatanya"Kata Betara Ismaya
"Baiklah, Aku akan segera berangkat ke Puncak Mahameru itu"Kata Feng Yin
"Bagus, Kau hanya di perbolehkan pergi kesanah sendirian tanpa ada yang boleh ikut"Kata Betara Ismaya
"Kenapa demikian"Kata Feng Yin
"Karena jika ada yang ikut, Aku regu jika mereka bisa kembali hidup-hidup"Kata Betara Ismaya
Feng Yin yang mendengar itu menjadi kaget, Kenapa bisa demikian
"Tapi kau jangan cemas, Nanti di puncak gunung itu kau akan bertemu dengan para putraku yang sedang bertapa di sana, Ketika kau bertemu dengan mereka tunjukan saja ini, Kau pasti akan di lindungi oleh mereka"Kata Betara Ismaya sambil memberikan sebuah gelang yang terbuat dari akar berwarna hitam,Di tengah-tengah gelang itu terdapat sebuah mutiara berwarna hijau
"Aku harus pergi sekarang, Jaga dirimu baik-baik"Kata Betara Ismaya
__ADS_1
Lalu ia pergi menghilang begitu saja meninggalkan Feng Yin sendirian
"Hahhh, Baiklah sekarang saatnya pergi ke Puncak Mahameru"Kata Feng Yin sambil berdiri