
Hari sudah pagi
Kini keadaan di kekaisaran awan merah terlihat tenang dengan kemenangan kemarin melawan pasukan iblis
Ketegangan tak terlalu bersemayam di hati masyarakat kekaisaran awan merah
Dari jauh terlihat beberapa orang menunggang kuda menuju ibukota kekaisaran
Setelah mereka semakin dekat jelas lah terlihat wajah mereka
Tenyata itu adalah kaisar,Tetua ke-3 dan beberapa orang lagi yang bertugas melindungi kaisar
Tak beberapa lama akhirnya mereka sampai di ibukota dan menasukinya
Terlihat wajah masyarakat ibukota yang gembira menyambut kaisar
Mereka sangat kaget ketika melihat kaisar kembali tak bersama pasukanya
Lalu kaisar memberi tahu jika kembalinya ia ke ibukota karna ingin menemui tamunya
Akhirnya semua orang menjadi tenang kembali
Setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka sampai di depan istana
Perajurit langsung membuka gerbang istana dan kaisar serta tetua ke-3 langsung menuju tempat Feng An yang sudah di beri tahu oleh perajurit
Feng An tak jadi berangkat tadi malam karna ia melihat murid-muridnya masih kelelahan maka ia memutuskan untuk menginap saja di istana
Setelah mencari akhirnya kaisar bertemu dengan Feng An di tempat istirahatnya
"Salam yang mulia kaisar"Kata Feng An
"Salam Patriak"Jawab kaisar
"Salam Patriak"Kata tetua ke-3
"Tetua ke-3 bagaimana keadaan mu"Kata Feng An
"Saya Baik-baik saja patriak"Jawab Tetua ke-3
"Sukurlah"Kata Feng An
__ADS_1
"Selamat datang di istanaku,Maafkan saya jika tidak menyambut anda"Kata Kaisar
"Hahh tak apa-apa yang mulia"Jawab Feng An
"Lebih baik kita berbicara di Aula utama sama tuan patriak"Kata kaisar
"Hmmm baiklah mari"Kata Feng An
Lalu mereka keluar dari tempat feng an menuju ke Aula Utama Istana
Sesampainya di sana mereka langsung berbincang-bincang kepada intinya saja
"Maaf yang mulia jika saya terlambat datang,Saya mendapati masalah waktu di perjalanan kemarin"Kata Feng An
"Masalah apa patriak"Kata Kaisar
"Sebuah insiden kecil,Rombongan kami di serang oleh sekelompok yang mengaku sebagai siluman"Kata Feng An
Lalu Feng an Menceritakan apa yang terjadi sewaktu di perjalanan nya
Kaisar dan tetua ke-3 sangat terkejut mendengarnya apalagi mendengar jika murid-murid sekte banyak yang meninggal
Mereka terus berbincang-bincang sampai siang tiba
#O
Hari terua berlalu
2 hari kemudian
Feng An dan kaisar serta tetua ke-3 belum kembali ke pasukan yang sedang berperang
Mereka masih di istana untuk menyusun strategi
Sampai di suatu malam ketika Feng An sedang bersemedi ia merasakan jika ada Aura muridnya yang mendekat ke istana
"Mo Guan,Kenapa ia seperti terburu-buru dan Khawatir"Gumam Feng An
Lalu ia membuka matanya dan berdiri setelah itu ia keluar dari tempat istirahatnya menuju ke luar
Sesampainya di luar keadaan sudah hening karna waktu sudah larut malam kala itu
__ADS_1
Hanya ada perajurit yang berjaga saja
Feng An melihat ke depat dan ternyata ada sebuah cahaya biru sedang melesat dengan cepat ke arah istana
Semakin dekat cahaya itu semakin jelas jika itu adalah manusia
Beberapa saat kemudian cahaya itu sampai di hadapan Feng An
Dan ternya itu adalah Mo Gan yang baru saja datang
"Salam Patriak"Kata Mo Guan sambil menundukan badanya
"Bangun lah,Ada berita apa sehingga kau buruu-buru dan sangat khawatir"Kata Feng An
Mo Guan terdiam sesaat lalu ia menjawab
"Ada kabar buruk patriak"Kata Mo Guan
Pandangan Feng An menatap lurus ke depan
"Apa sesuatu terjadi di sekte"Kata Feng An
"Benar patriak,Tapi"Kata Mo Guan Terhenti seperti ia enggan untuk mengucapkanya
"Katakan lah"Kata Feng An
"Tetua agung patriak"Kata Mo Guan
Sontak pandangan Feng An langsung menatap Mo Guan dengan Tajam
"Ada apa dengan istriku"Kata Feng An
"Di-dia terluka Sangat Parah patriak"Kata Mo Guan
Feng An Mundur ke belakang satu langkah karna terkejut
"Bagaimana bisa,Siapa yang melakukanya"Kata Feng An dengan nada geram
"Kaisar Meng Long patriak"Kata Mo Guan
Mendengar jawaban Mo Guan seketika Aura Yang sangat mengerikan keluar dari tubuh Feng An sehingga bangunan di belakangnya runtuh seketika karna saking besarnya Aura itu
__ADS_1
Mo Guan sendiri ia langsung terlempar ke belakang beberapa meter
Mendengar ada keributan para perajurit istana langsung berhamburan ke arah suara keributan itu