
Hari-hari terus berlalu
Sampai di suatu hari di pagi hari yang dingin,Dimana mataharipun belum menampakan dirinya
Terlihat di dei depan pintu gerbang sekte ada dua orang peria yang masih muda,Menggunakan Baju Putih sedang menunggang kuda
"Saudara Kio apa benar ini Sekte Teratai Hijau"Kata peria muda itu
"Sepertinya benar saudara Ghe,Karna menurut Patriak sekte Teratai Hijau terlihat seperti sebuah istana kekaisaran,Dan lihat di papan itu"Kata orang yang bernama Kio itu
Lalu pandangan Ghe menuju ke sebuah papan yang berukikan sangat indah itu
Di papan itu terdapat tulisan"SEKET TERATAI HIJAU"
"Syukurlah jika benar kita sudah sampai di tempat yang kita tuju,Sebaiknya kita langsung saja masuk,Karna waktu kita tak banyak"Kata Ghe kepada temanya
"Baiklah,Permisiiiii"Teriak Kio
Karna memang kini di depan gerbang tak terlihat ada penjaga,Karna jika hari menjelang pagi penjaga yang di luar gerbang akan pindah ke dalam
Setelah lama menunggu akhirnya terlihat dari atas ada seseorang yang menjawab
"Siapa,Dan ada keperlua apa kalian datang berkunjung di pagi buta begini"Kata suara itu
__ADS_1
"Mohon maaf jika kami mengganggu,Kami dari Sekte Lotus Putih yang berada di kekaisaran Bulan Merah meminta izin untuk bertemu dengan patriak sekte teratai putih,Karna kami membawa berita yang sangat penting untuk di sampaikan kepada patriak sekte"Kata Kio menjawab dari luar gerbang
"Jika benar seperti itu,Tunggu sebentar"Jawab suara dari dalam
Tak lama kemudian gerbangpun terbuka
Tak menunggu lama Kio dan Ghe langsung memacu kudanya ke dalam sekte
Setelah cukup jauh mereka pun berhenti di lapangan sekte karna bingung mencari dimana kediaman patriak sekte yang mereka cari
Untung saja mereka melihat seorang murid sekte yang sedang berjalan seorang diri
"Saudara maaf,Apa kau bisa mengantarkan kami ke kediaman patriak"Kata Ghe
"Baiklah iku saya"Kata murid itu sambil berjalan menuju ke kediaman patriak sekte
Tak lama kemudian mereka sampai di kediaman patriak sekte
"Terimakasi sudah mengantar kami sampai kesini"Kata Ghe
"Sama-sama,Jangan terlalu sungkan"Jawab murid sekte itu
"Hmmm benar kata patriak,Jika sekete ini tak ubahnya seperti istana kekaisaran,Melihat tempat tinggal patriaknya saja seperti aku melihat kediaman Kaisar"Kata Ghe
__ADS_1
"Yasudah,Kita jangan buang-buang waktu lagi"Kata Kio
Lalu kio mengetuk pintunya
Tak lama pintu pun terbuka dan ternyata itu seorang pelayan yang menyambut mereka
"Maaf tuan,Ada keperluan apa anda berdua datang ke kediaman patriak"Kata pelayan itu
"Ahhh katakan saja jika orang dari kekaisaran Awan Mereh mohon izin untuk bertemu"Kata Kio
"Baiklah tuan,Silahkan masuk terlebih dahulu"Kata pelayan mempersilahkan mereka berdua masuk ke kediaman patriak
"Silahkan duduk,Aku akan melaporkan dulu kepada patriak"Kata pelayan itu sambil berlalu dari hadapan mereka berdua
Di ruang satunya lagi,Terlihat feng an sudah bangun dan kini sedang duduk santai sambil membaca sebuah buku tebal yang di temani dengan secangkir teh hangat yang bengitu harum
Tak lama datang pelayan yang tadi menyambut tamu di depan
"Ada apa"Kata Feng An santai
"Maaf tuan mengganggu,Di depan ada dua orang tamu,Mereka mengaku berasal dari kekaisaran Awan Merah,Mohon izin untuk bertemu"Kata Pelayan
"Hmmm ada apa lagi ini,Yasudah kau boleh pergi"Kata Feng An
__ADS_1
Si pelayan pun pergi dari hadapan feng an,Sedangkan dia sendiri kini sudah bangkit dari duduknya untuk menemui kedua tamunya itu