
Hari terlah berlalu
Kini acara Turnamen kembali di mulai
Meskipun acara belum di mulai tapi para penonton sudah memadati area tempat turnamen
Karna hari ini adalah bagian semi final yang
Hari menjelang sia satu persatu para partiak sekte dan tamu undangan telah hadir disana
Tinggal menunggu kedatangan patriak dan tetua agung sekte teratai Hijau
Setelah cukup lama akhirnya datang lah kedua orang yang di tunggu-tunggu kehadiranya
Patriak sekte langsung membuka acara kali ini
"Baiklah semuanya saya sebagai patriak sekte teratai hijau sekaligus tuan rumah di ajang turnamen ini tanpa menunda waktu acara semi final dimulai"Kata Patriak
Kali ini yang akan menjadi wasit adalah patriak sekte Laut Biru Jio Han yang sudah berumur hampir 500 tahun dan kultivasinya kini berada di ranah Dewa Akhir dan itu yang menyebabkan sektenya menjadi sekte terbesar nomer 1 di benua Awan
Meskipun sudah tua tapi berkat peraktik kultivasinya ia masih terlihat seperti berusia 30 tahun
Ia terlihat melayang ke arah arena pertarungan dengan jubahnya yang berwarna Biru lau yang menambah kesan berwibawanya
"Baiklah hari ini saya mendapat kesempatan untuk menjadi wasit di babak semi final ini peraturanya masih sama tak di ubah dan untuk urutan pertandinganya pun masih sama kalian cukup mengambil nomber undian nomber 1 akan melawan nomber 8"Kata Jio Han
"Silahkan kalian ambil satu persatu nomber undianya"Tambah Jio Han
Para kandidat yang berjumlah delapan pun maju mengambil satu persatu nomber undianya
"Karna kalian sudah mengambilnya maka acara ini kita mulai"Kata Jio Han
"Nomber 1 dan 8 silahkan naik ke panggung"Kata Jio Han
Ternyata yang mendapat giliran pertama adalah Hui Dari sekte Belibis putih melawan wei dari sekte Pagoda Suci
__ADS_1
"Baiklah tak perlu berkenala terlebih dahulu karna mungkin kalian sudah tau"Kata Jio Han
"Jika Sudah Siap Maka Dimulai"Kata Jio Han menambahkan
Lalu keduanya berisap siaga untuk saling menyerang
Terlihat belum ada yang akan menyerang dan mereka hanya memasang kuda-kuda saja mungkin untuk saling bertahan
Melihat tak ada yang memulai pertandingan terlebih dahulu akhirnya Hui yang memulainya
"Hiattt"
Hui menyabetkan Pesangnya ke arah Wei meskipun pedang itu terlihat lentur d tapi ketika di babatkan oleh hui ternyata bisa di ubah-ubah kadang lentur kadang juga keras seperti Baja
Wei yang melihat serangan Pedang hui yang membawa angin yang cukup besar langsung menghadangnya dengan jurus pagodanya
Terlihat Sebuah pagoda bertingkat 4 berada di depan Wei
Benturan pun terjadi tapi tak menimbulkan ledakan apapun
"Pagoda Pengekang Iblis"
Terlihat pagoda di atas Wei mengeluarkan aura yang besar
Tal lama kemudian ia melemparkanya ke hadapan Hui bermaqsud ingin mengurungnya
Tapi Hui keburu menyadarinya dan ia langsung menghindar
Alhasil Lemparan pagoda Wei hanya mengenai tempat kosong yang mengakibatkan tempat itu menjadi berlubang cukup besar
"Tebasan Kematian"
Hui menyerang Wei dengan jurus yang cukup tinggi tingkatanya
Karna terlihat dari aura yang keluar dari jurus itu sangat mengintimidasi Wei sehingga ruang geraknya seperti terbatas
__ADS_1
Wei yang menyadari dirinya sedang terpojok hanya bisa memejamkan matanya
Serangan Hui Terus menuju ke arah wei dengan membabi buta seperti meminta kematian
Sejengkal lagi Pedang itu mengenai Wei Tiba-tiba Tubuh wei terhalang oleh Pagoda yang menghalanginya
Alhasil serangan hui tak mempan kepada wei tapi bukan tanpa luka wei menerima serangan itu
Meskipin tubuhnya sudah terhalang pagoda tetap saja ia memuntahkan Darah segar dari mulutnya
"Akhhh"
"Sungguh jurus yang mengerikan andai aku tak mengeluarkan jurus ini mungkin aku sudah mati,Tapi meskipun aku selamat kini tenaga dan energi dalam tubuhku sudah habis dan tak bisa melawan kembali"Batin Wei
Hui yang melihat seranganya hanya membuat lawanya mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya cukup kaget
"Pertahanan yang bagus mampu menahan Jurus Tebasan Kematianku ini"Batin Hui
Ketika Hui akan menyerang kembali tiba-tiba wei mengangkat tanganya
"Aku Menyerah"Kata Wei
Sontak perkataanya membuat kaget hampir seluruh penonton di sana
"Apa,,kenapa dia menyerah"
"Cihh ternyata lebih kuat seorang perempuan daripada laki-laki"
"Bagus dia menyerah dan tau diri andai dia memaksakan mungkin ia akan mati"
Banyak tanggapan baik dan buruk dari para penonton tapi tak di dengar oleh wei
"Karna musuh menyerah pemenangnya adalah Hui dari Sekte Belibis Putih"Kata Jio Han mengumumkan
Lalu keduanya turun dari arena pertandingan
__ADS_1
Votr Vote Vote Jangan Lupa Di Vote Ok Like Komen Dan Vote Biar Aku Semangat Up Nya