
Suasana istana kekaisaran awan merah menjadi gaduh oleh sebab itu
Kaisar sendiri dan tetua ke-3 yang sedang di kamarnya langsung keluar karna merasakan energi yang sangat besar dan mengerikan
Sasampainya mereka di luar,Betapa terkejutnya mereka ketika melihat bangunan di sekitar sudah porak poranda
Juga para perajurit yang tergeletak pingsan di sekitar sanah
Lalu kaisar menghampiri tetua ke-3
"Tetua ada apa dengan patriak"Tanya kaisar kepada tetua ke-3
"Ntah lah yang mulia,Aku pun baru pertama kali melihat patriak seperti ini,Mungkin saja ada sesuatu yang membuatnya seperti ini"Kata tetua ke-3
Lalu tetua ke-3 datang menghampiri Feng An yang masih berdiri mematung dengan mengeluarkan energi yang besar itu
Dengan susah payah akhirnya tetua ke-3 sampai di dekat Feng An
"Patriak,Sadarlah"Kata tetua ke-3
Feng An hanya terdiam tanpa menjawab perkataan tetua ke-3
Lalu Mo Guan yang kini sudah berdiri kembali mendekati Feng An
"Patriak,Sadar lah,Lebih baik anda secepatnya kembali ke sekte karna menurut tabib hanya anda lah yang bisa menyembuhkan Tetua agung dengan Pil-Pil obat ajaib buatan anda"Kata Mo Guan
Mendengar perkataan Mo Guan
Tiba-tiba saja Feng An menarik nafas dalam-dalam
Lalu seketika Aura besar itu hilang dengan sekejap
"Hmmm baiklah,Yang Mulia kaisar maaf kan aku yang tak bisa membantumu,Biarkan murid-muridku saja yang membantu mu,Aku harus kembali secepatnya ke sekte karna ada urusan yang sangat penting"Kata Feng An
"Lebih baik begitu patriak,Aku ucapkan terimakasi karna anda sudah mau repot-repot membantu kami,Maafkan jika permintaan aku yang membawamu kesini mengakibatkan hal buruk di sekte mu"Kata Kaisar
"Tak apa-apa yang mulia,Mungkin sudah seharusnya seperti ini,Yasudah aku pergi dulu"Kata Feng An
"Tetua ke-3 dan kau Mo Guan kalian berdua tetap di sini untuk membantu kaisar melawan musuh-musuhnya,Aku pergi dulu"Kata Feng An
"Kaisar kapan-kapan berkunjung lah ke sekte ku"Kata Feng An
Sekejap kemudian dia tak terlihat lagi di hadapan mereka semua sudah hilang entah kemana
Semuanya kembali normal,Kaisar mamanggil perajurit yang lain untuk mengurus perajurit yang tergeletak pingsan
Sesaat kaisar merasa ngeri dengan kekuatan Feng An,Pasalnya hanya dengan Auranya saja ia mampu menghancurkan sebagian bangunan istana dan membuat perajurit istana pingsan
#O
Sedangkan di perbatasan Benua Awan dan Benua Bulan
Terlihat 3 buah kereta kuda yang sederhan memasuki gerbang perbatasan
Terlihat gerbang perbatasan hari ini sepi tak terlalu banyak yang datang
3 Kereta kuda itu kini mendapat giliran untuk di periksa
Sang penjaga gerbang menggeledah kereta itu
"Dari mana asal kalian"Tanya perajurit itu
"Kami dari kekaisaran awan putih"Jawab suara wanita di dalam kereta pertama
"Tujuan"Tanya lagi perajurit itu
__ADS_1
"Kekaisaran Bulan Darah"Jawab suara wanita itu lagi
"Hmmm 1000 koin emas per kereta kuda jadi total 3000 koin emas"kata perajurit itu
"Kenapa mahal sekali,Biasanya hanya 100 koin emas untuk setiap kereta kuda,Jangan bilang kalian sedang memeras kami"Kata suara wanita di dalam kereta
"Apa kau tak tau jika memang segitu harga masuknya,Apa kalian ingin melawan kami"Kata perajurit itu
"Plukk"
Suara benda jatuh yang di lemparkan dari dalam kereta
Si perajurit terlihat senang,Karna ia mengira itu adalah uang
Tapi ketika ia mengambil benda itu ia menjadi heran karna tak mengenalinya
"Apakah tubuhmu ingin tergantung di alun-alun benua,Karna menyalah gunakan jabatanmu"Kata suara wanita di dalam kereta
"Heii apa maqsudmu,Sepertinya bukan aku yang akan di gantung itu tapi kau wanita ******"Kata perajurit itu geram
Karna ia mengira ita adalah uang yang seperti ia harapkan,Tapi kenyataanya itu hanyalah sebuah tanda pengenal yang ia tak tau
Karna terlalu lama di periksa si komandan perajurit penjaga gerbang heran
Lalu ia menghampiri si perajurit yang sedang adu mulut dengan orang di dalam kereta kuda
"Ada apa"Tanya si komandan yang baru datang itu
"Tuan,Dia tidak ingin membayar biyaya masuk ,Jadi aku menahanya tapi dia malah memberikan ini kepadaku"Kata si perajurit itu sambil memberikan tanda pengenal kepada si komandan
Tanda pengenal itu terbuat dari batu giok ungu dengan lambang bulan berwarna putih namun di kelilingi dengan darah
Di bawahnya terdapat tulisan"Keluarga Istan,Kin Rong"
Seketika si komandan menghampiri kereta kuda di depanya
"Yang Mulia putri,Maafkan anak buah hamba yang tak mengenal tuan putri"Kata si komandan itu
Si perajurit tadi heran kenapa atasanya seperti ketakutan
"Komandan bagus kau mengenali ku,Kau tau apa kesalahan bawahan mu itu,Ia meminta 1000 koin emas untuk setiap kereta kuda yang aku bawa ini,Jadi kau sudah faham akan hukumanya bukan,Kau uruslah bawahanmu itu,Atau jika kau terlibat menyalah gunakan jabatanmu aku yakin besok kau sudah tak melihat matahari terbit lagi"Kata suara di dalam kereta yang tak lain itu adalah Kin Rong yang baru sampai di benua bulan
Lalu kereta kuda Kin Rong berjalan memasuki benua bulan
Sedangkan si komandan masih mematung di tempatnya
Setelah sadar dari lamunanya ia langsung menghampiri si perajurit itu dan menamparnya
#O
Sedangkan si sekte teratai hijau
Kini hampir 3 hari setelah Mo Guan Pergi
Keadaan Tetua Agung semakin memburuk,Semua tabib sudah pasrah dengan keadaan Tetua Agung
Para tabib mengatakan jika organ yang hancur kini sudah membusuk,Itu pun terlihat dari kulit tetua agung yang pucat bercampur biru
Semua Patriak sekte yang tak ikut bersama Feng An satu persatu mendatangi kediaman tetua agung untuk melihat kondisinya
Mereka pun membantu untuk mengobati tetua agung dengan caranya masing-masing namun tak ada yang berhasil
Hari ini terdengar suara-suara dibacanya sajak-sajak indah oleh manusia di kediaman patriak itu
Ternyata di kediaman patriak sedang ada banyak para budha yang di ketahui jika mereka berasal dari sebuah sekte yang tak pernah mencampuri urusan duniawi
__ADS_1
Mereka sengaja datang ke sekte teratai hijau karna mendengar jika tetua agung sedang sakit
Mereka mengenali tetua agung karna dahulu tetua agung pernah menyelamatkan sekte itu dari kehancuran
Sekte itu bernama Sekte Sawlinpai
Sebuah sekte yang mengajarkan ilmu agama sekaligus ilmu beladiri tanpa mencampuri urusan dunuawi
Mereka kini sedang mengelilingi tetua agung yang terbaring di atas tempat tidurnya
Namun berbeda kali ini,Keadaanya seperti terbujur kaku tanpa bernafas
Bukan hanya para biksu itu yang ada di sana,Ada juga para tetua dan para patriak yang mengelilingi tetua agung
Ayat-ayat sajak yang di bacakan oleh para biksu itu begitu menyentuh hati
Ketika mereka sedang khusyu tiba-tiba mereka merasakan aura yang sangat besar
"Sambut kedatangan patriak"Kata suara perempuan yang ternyata itu adalah Huang Mei yang kini ada di sekte
Mendengar perkataan Huang Mei semua yang ada di ruangan itu langsung berdiri dan keluar dari sana
Sesampainya di luar mereka menanti kedatangan sang pembawa aura yang sangat besar itu
Tak lama kemudian terlihat sebuah cahaya yang melesat dengan cepat ke arah mereka semua
Sesaat kemudian cahaya itu sudah berubah menjadi Feng an yang sedang bediri di hadapan mereka semua
"Selamat datang Yang Mulia patriak"Kata mereka semua
"Kenapa aku tak merasakan Aura kehidupan istriku"Kata Feng An dengan tatapan datar
Semua yang ada di sanah tak ada yang menjawab satu pun,Mereka hanya menundukan kepala mereka
"Jawablah,Aku ingin mendengarnya"Kata Feng An lagi
"Tetua agung Telah meninggal beberapa saat yang lalau patriak"Jawab Pelan Seorang Biksu sepuh
"Amitabaa"
Kata para biksu memanjatkan puji
Feng An langsung memasuki kediamanya menuju kamar Tetua Agung
Sesampainya di sana ia melihat istri tercintanya yang terbujur kaku di tempat tidurnya
Tak tertahankan Airmatanya mun turun membasahi pipinya
Feng An membuka topeng Emasnya menjadi terlihat jelas jika kini ia sedang menangis
Tak ada kata-kata yang mampu ia keluarkan,Hanya dengan air mata ia ungkapkan
Feng An memeluk istrinya dengan erat di bawah tangisanya
Tak ada satu orang pun yang berani masuk mengganggu Feng An yang sedang berduka
"Andai aku lebih cepat sedikit,Mungkin kau bisa terselamatkan"Gumam Feng An
"Percuma saja aku memiliki kekuatan yang tinggi jika keluargaku saja tak mampu aku lindungi,Percuma saja aku menjadi murid para dewa jika orang yang kucintai tak bisa ku lindungi"Kata Feng An
Kata-kata Feng An itu terdengar keluar yang sudah tentu di dengar oleh orang-orang di sana
Mereka terkejut ketika mendengar kata-kata Feng An jika ia adalah murid para dewa
Berarti bukan hanya murid 1 dewa saja melainkan banyak
__ADS_1
#O