
Beberapa hari setelah kedatangan Resi Jalakarsa, Feng Yin memutuskan untuk segera mungkin pergi ke Puncak Mahameru
Ia sengaja tidak membawa teman-temanya karna tidak ingin nanti konsentrasinya tidak fokus
Dengan berbekal peta yang di berikan oleh kepala desa, Tepat di pagi hari Feng Yin melangkahkan kakinya untuk menuju Puncak Mahameru
"Inget kau harus memiliki persiapan yang matang, Menurut cerita nenek moyang kami, Di gunung tersebut selain tempat para dewa, Juga banyak makhluk-makhluk jahat yang berkeliaran"Kata kepala desa sebelum Feng Yin berangkat
Setelah berjalan sehari penuh, Akhirnya Feng Yin sampai di sebuah danau yang sangat indah, Ia sungguh takjub dan tak menyangka jika gunung yang tinggi menyeramkan ini memiliki sebuab pensona yang sangat indah
Ketika ia memutuskan untuk beristirahat sejenak di sana, Feng Yin merasakan ada sebuah aura yang seperti sedang mengintainya sedari tadi
Tamun ia tidak takut, Karna menurutnya ia tidak memiliki niat buruk datang ke tempat ini, Sehingga ia menghiraukan keberadaan Aura yang terus mengintainya itu
"Malam besok, Tepat malam bulan purnama, Apa kah benar para dewa akan turun ke gunung ini, Selain harus mengambil Pusaka Batara Narada aku juga harus berhasil mengambil Cawan Surga Betari Saraswati, Hah sungguh melelahkan"Gumamnya sambil merebahkan tubuhnya di atas tanah
Saking lelahnya, Feng Yin tidak sadar hawa ngatuk tiba-tiba menyerang dirinya, Sehingga seketika ia tertidur dengan pulas
Ketika ia sudah tertidur, Tiba-tiba saja sesok kabut berwarna hitam terbang dengan sangat cepat menuju Feng Yin
Setelah sampai di tempat Feng Yin, Kabut itu langsung menyelimuti seluruh tubuh Feng Yin
__ADS_1
Feng Yin yang tertidur lelap tidak mengetahui apa yang terjadi dengan tubuhnya, Hanya saja tepat ketika kabut hitam itu menyelimuti Feng Yin, Dirinya langsung di kirim ke alam mimpi yang menakutkan
Di dalam mimpi itu ia melihat pertumpahan darah yang sangat hebat, Terlihat para Kultivator dan Kaisar-kaisar berdiri memegang pedang di barisan terdepan
Sedangkan di depan merek pasukan musuh dalam jumlah yang sangat banyak, Terlihat musuh-musuh mereka itu bukan saja dari bangsa manusia
Tapi dari bangsa Iblis dan Siluman pun ikut andil bergabung dalam barisan musuh itu, Tak hanya itu, Terlihat juga Hewan-hewan iblis dan Hewan Buas tergabung dalam pasukan tersebut
Zirah perang yang mereka gunukan terlihat sudah penuh dengan darah, Ia juga melihat banyak orang-orang tak bersalah mati mengenaskan
Kota-kota banyak yang hancur rata dengan tanah, Terlihat juga sebuah bangunan istana yang sangat megah, Istana itu tak lain adalah istana Kekaisaran Tanah Surga
Di istana itu terlihat sangat ramai, Begitu ia masuk terlihat para perajurit dan petinggi istana sedang berkabung
Setelah ia sampai di sana, Betapa terkejutnya dirinya ketika melihat sesok yang ada di dalam peti mati itu
"Tidak,, Tidakk,,, Tidak mungkin, Aku belum mati, Aku masih hidup"Kata Feng Yin dengan sura bergetar dengan air mata yang tiba-tiba keluar
Ia terkejut ketika melihat ternyata yang ada di dalam peti mati itu adalah dirinya sendiri
Ketika ia masih larut dalam ketidak percayaanya, Tiba-tiba saja datang seorang komandan perajurit ke dalam istana tersebut
__ADS_1
Kemudian ia melaporkan, Jika panglima terkuat kekaisaran, Telah mati di medan pertempuran, Di susul dengan meninggalnya Jendral Utama Kekaisaran yang mati di penggal kepalanya di alun-alun kota musuh
Feng Yin yang mendengar itu tidam terlalu terkejut, Karena ia tidak mengetahui siapa mereka berdua ini
Namun tiba-tiba saja datang lagi seorang perajurit, Ia mengabarkan jika sang Kaisar Bulan Darah telah gugur di medan pertempuran
Mendengar kabar itu, Semua orang yang ada di dalam sana langsung bersujud, Suara tangisan para wanita dan anak muda pecah saat itu juga
Feng Yin terlihat heran ketika melihat hal tersebut, Kenapa mereka begitu sedih ketika mendengar kabar itu
Feng Yin yang masih tak mengerti dengan kejadian tersebut, Ia berlari keluar dari ruangan tersebut
Ketika dirinya berlari, Tiba-tiba saja sebuah anak panah melesat, Tepat menembuh jantungnya
"Akhhh"Pekiknya kesakitan
Ketika ia terkena anak panah itu, Ia sontak langsung bangun dari dalam mimpi yang membuatnya kebingungan
Ketika ia bangun ternyata hari sudah malam, Dan terlihat malam ini sungguh sangat cerah
Namun Feng Yin tak menikmati keindahan itu, Fikiranya masih larut dalam mimpinya tadi, Ia masih memikirkan apa yang sebenarnya terjadi itu
__ADS_1
Entah itu nyata atah tidak, Benar atau tidak itu masih tidak jelas, Yang pasti nenurutnya itu hanyalah sebuah mimipi, Namun ia juga sadar jika mimpi itu terlihat seperti benar-benar terjadi