Pendekar Topeng Emas

Pendekar Topeng Emas
Kehadiran Tiga Resi Utama


__ADS_3

Suasana kembali tenang seperti sedia kala,Namun ada beberapa di antara mereka yang masih berbincang-bincang mengenai ketidak hadiranya Putra Mahkota dari Kerajaan Besar Jenggala


Mereka cukup heran,Karena biasanya Pangeran Laksamana selalu hadir di acara sakral ini,Namun kali ini ia tidak terlihat di sana


Juga keterlambatan orang yang mereka tunggu-tunggu cukup membuat mereka semua kesal


"Kemana Tiga Resi Utama,Kenapa lama sekali dia datangnya"Celoteh salah seorang pendekar yang ada di atas panggung


"Apa kau sudah lupa,Jika mereka sudah mengundurkan diri dari dunia persilatan,Sudah jelas jika mereka akan datang terlambat kesini karena mereka kini menjadi seperti orang biasa saja yang tidak memiliki kekuatan"Timpal salah satu dari mereka


Orang-orang yang mendengar perkataan ini mengangguk-anggukan kepalanya karena mengerti dengan keadaan Tiga Resi Utama yang sekarang


Tapi tak lama kemudian,Dari arah selatan terlihat orang-orang membuka jalan,Seperti akan mempersilahkan seseorang untuk lewat


Dan terlihat juga semua orang begitu hormat menundukan kepala mereka


Tak selang lama,Munculah tiga sesok kake tua membawa tongkat dari kayu,Rambutnya terlihat sudah memutih semuanya


Tubuhnya kurus kerempeng,Tapi tatapan matanya sangat tajam,Serta dari tubuhnya seperti mengeluarkan aura kharisma yang sangat tinggi melebihi sang perabu sendiri

__ADS_1


Mereka semua memakai Kain selempang putih bersih seperti seorang Resi pada umumnya,Rambut putihnya di sanggul di atas kepala mereka


Meskipun sudah tua,Mereka bertiga berjalan seperti seorang yang gagah dan kuat,Tubuhnya tegap tidak bungkuk


Senyuman di bibirnya terlihat tidak pernah hilang ketika mereka berjalan melewati semua orang sambil melambaikan tanganya


Sepertinya semua orang sudah mengenali sesok ketiga kakek Tua tersebut,Karena terlihat dari cara mereka menghormati kedatanganya


Bahkan para pendekar tua muda,Yang memiliki jabatan bahkan para pendekar dan raja saja langsung berdiri ketika ketiga kakek tua itu sampai di panggung tempat mereka berada


"Salam Eyang Resi"


"Salam kalian aku terima,Semoga Sang Yang Widi Wisesa memberkahi kehidupan kita semua"Kata salah satu dari tiga orang yang tak lain adalah Tiga Resi Utama


Lalu sang resi itu duduk di kursi yang sudah di sediakan


Tiga Resi itu tak lain adalah orang yang sangat di takuti dan di hormati di daratan java ini,Mereka bernama Resi Abyasa yang paling tua,Resi Darma dan yang terakhir Resi Durkala


Namun kini mereka sudah tidak lagi mencampuri urusan dunia persilatan semenjak 6 tahun yang lalu,Sehingga ketidak ikut andilan mereka di dunia persilatan

__ADS_1


Kini dunia persilatan mulai goyah akibat para pendekar aliran hitam yang sedang unjuk gigi dan kekuatan di alam bebas


"Ananda Perabu,Kemana putra anda Laksamana,Kenapa dia tidak kelihatan"Kata Sang Resi Abyasa yang menyadari jika Pangeran Mahkota sekaligus muridnya itu tidak ada di sana


Dengan wajah pucat dan takut,Sang Perabu menjawab pertanyaan Sang Resi dengan gugup


"Dia semenjak 1 minggu yang lalu tidak terlihat di istana Eyang Resi"Kata Perabu Tribuana dengan hormat


"Hmmm sudah 1 minggu,Apa kau tau kemana dia"Kata Resi Abyasa


"Tidak Eyang Resi,Kami semua di istana tidak ada yang tau kemana dia pergi,Tapi menurut para penjaga istana dia pergi pada malam hari menunggangi kuda memasuki Alas Roban Eyang Resi,Tapi sampai sejauh ini kami belum bisa memastikan kebenaranya"Kata Perabu Tribuana


Mendengar perkataan sang perabu,Resi Abyasa hanya mengangguk-angguk saja sambil mengelus-elus jengotnya


"Semoga saja,Kekhawatiran Rai Dewangkara tidak nyata terjadi,Jika itu terjadi maka tidak akan ada yang bisa menghentikanya selain Murid dari Betara Ismaya itu yang kini entah dimana keberadaanya"Batin Resi Abyasa dengan wajah penuh kekhawatiran


Ketika dirinya sedang larut dalam fikiranya,Tiba-tiba saja suara Tambur di pukul dengan sangat keras saling beriringan dengan suara-suara pukulan alat musik khas mereka


Sedetik itu juga,Orang-orang menjauh dari dekat panggung,Sehingga kini di depan panggung itu menjadi kosong

__ADS_1


Namun tak lama kemudian datang lah iring-iringan warga desa membawa sesaji dan lain-lain sebagainya yang akan di gunakan untuk acara tersebut


__ADS_2