Pendekar Topeng Emas

Pendekar Topeng Emas
Memulai Masalah


__ADS_3

Hari-hari berlalu 1 hari menjelang pertemuan hampir seluruh tamu undangan sudah datang


Tinggal dari kekaisaran awan putih serta 3 perwakilan sekte terbesar di benua awan yang belum datang


Kini terlihat banyak manusia di sekte teratai hijau


Untung saja area sekte sangat besar jadi mampu untuk menampung jutaan manusia


Di Aula utama


Terlihat para tetua sekte sedang berkumpul tapi kursi patriak tak ada yang menduduki


Hanya kursi tetua agung saja yang terisi oleh lin hua


"Baiklah karna patriak tidak bisa hadir maka aku yang akan memimpin rapat ini,Besok adalah hari dimana pertemuana kan di gelar aku ingin semuanya berjalan sesuai harapan patriak tak ada gangguan dari manapun"Kata lin hua tegas


"Mengerti tetua agung"Jawab mereka


Rapat pun terus berlalu hingga selesai


Kini hari sudah mulai malam tapi di sekte teratai hijau suasana masih ramai karna banyaknya orang-orang disana


sedangkan para tetua atau pimpinan mereka sudah beristirahat


Ada yang ngobrol bersama teman lama yang kebetulan bertemu di sana,ada yang jalan-jalan dan lain sebagainya


Tak lama terdengar teriakan dari luar


"Perwakilan SEKTE NAGA API Telag tiba"Teriak seseorang dari luar

__ADS_1


Lalu Gerbang utama sekte pun terbuka dan tak lama terlihat sebuah rombongan yang memasuki sekte terdiri dari 50 orang laki-laki muda


Terlihat mereka menggunakan jubah merah cerah yang bercorakan Naga yang menyemburkan api


Ya itulah Sekte besar ke 3 di benua awan kini kedatangan mereka di pimpin oleh Seorang murid luar Yang kultivasinya hanya di ranah Langit tingkat 2 saja bukan oleh seorang tetua


Orang-orang yang melihat kedatangan mereka dan mengetahui jika rombongan mereka hanya di pimpin oleh seorang murid dalam mendapati beberapa komentar pedas


Rombongan sekte Naga Api yang menyadari itu langsung mengeluarkan aura Ranah Langit tingkat 2 yang cukup menekan orang-orang disana


"Apa keberadaan kalian melebihi kami,cihh dasar sampah hanya dengan aura ku saja kalian sudah tak berdaya"Ucap pimpinan mereka


Orang-orang yang menyadari jika kultivasi pimpinan rombongan mereka hampir menyamai tetua sekte mereka menjadi cukup menggigil ketakutan


"Enyah lah kalian semua sampah-sampah seperti kalian tak layak untuk menyambutku"Ucapnya sombong


"Hemm kenapa sekte manengah seperti ini begitu sombong tak menyambut kedatangan tamu dari sekte besar ini"Gerutu pimpinan mereka


Lalu tak lama ada seorang murid dalam sekte yang menghampiri mereka


Karna ia mendapati laporan jika di dekat gerbang utama ada sedikit kendala


Maka ia langsung bergegas ke sana untuk melihat situasi


Sesampainya di sana ia melihat rombongan dari sekte besar ke 3 di benua awan ini


Ia pun langsung menghampirinya


"Selamat datang di sekte kami"Sapanya

__ADS_1


"Hemm hanya seorang murid yang menyambut kedatangan kami,sungguh arogan sekali sekte ini"Gumamnya kesal


Sang murid yang mendengar itu jelas menjadi sedikit marah dibuatnya


"Tuan maaf jika tetua kami tak bisa menyambut kedatangan tuan karna para tetua sedang sibuk mengurus urusan yang lain"Kata murid itu dengan nada masih santai


"Hemm baik lah"Katanya singkat


"Mari tuan silahkan ikut saya ke tempat istirahat rombongan tuan"Ajak murid itu


Lalu mereka pun berjalan ke tempat yang akan di tunjukan si murid itu


#O


Hari sudah larut malam suasana sekte sudah mulai sunyi


Tapi tak lama terdengar suara erangan kesakitan seorang perempuan


Terlihat di sebuah rumah yang cukup besar di dalam kamar seorang laki-laki yang lumayan tampan dengan menggumuli seorang perempuan yang cantik


Terlihat si perempuan terus meronta dan memaki


"Setan alas jika para tetua tau bukan hanya kau yang akan di hancurkan tapi seluruh penghuni sekte kalian akan di hancurkan oleh tetua"Teriaknya sambil terus berusaha melawan laki-laki itu


"Hahaha teruslah kau memaki bodoh,Aku tadi cukup bersabar karna tak di perlakukan dengan istimewa oleh tetua kalian,sekarang aku mendapatkan hadia istimewa itu sendiri ahhaha,dan juga siapa yang takut dengan ancaman kau itu"Kata laki-laki itu dengan terus menggumuli wanita di bawahnya yang terus meronta-ronta


Si laki-laki itu tak menyadari jika di dekat jendela ada seorang anak yang masih berusia 14 tahun sedang memperhatikan mereka


Dengan tatapanya yang tajam ia terus memperhatikan si cabul itu dengan penuh nafsu membunuh

__ADS_1


Sampai pada saat yang genting bagi si perempuan itu ia langsung melompat ke dalam kamar itu dan


"Jahanammm kau keparat"Teriak anak itu


__ADS_2