
Tiga resi utama terlihat masih berbisik-bisik dengan saudaranya, Ntah apa yang sedang mereka bicarakan
Sedangkan di tempat lain, Feng Yin dan Resi Pancadria kini sedang berhadapan kembali, Resi Pancadria terlihat sedikit terkejut ketika melihat sesuatu yang bergerak di kening Feng Yin
Sang resi merasakan jiwanya sedikit hidup kembali ketika melihat itu, Namun tidak berlangsung lama, Karena jiwa yang sudah tak bisa ia kendalikan itu kembali memberontak untuk menyerang Feng Yin
Sedangkan Feng Yin, Ia begitu geram ketika Resi Pancadria menghancurkan topeng emas pemberian ayahnya itu
Selain geram ia juga terkejut karena Artefak tingkat surgawi dapat di hancurkan oleh seorang manusia yang sudah hilang akalnya
"Tarian Dewa Siwa"
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Feng Yin mengeluarkan jurus yang pernah sekali ia gunakan ketika melawan Pendekar Naga Langit
Seketika langit di atas mereka kali ini berubah menjadi kuning emas, Aura di sekitar pun menjadi sangat menindas siapapun
"Ini,,,Ini jurus yang legendaris itu, Tarian Dewa Siwa, Siapa sebenarnya anak itu kenapa ia memiliki jurus legendaris yang sudah di katakan hilang"Gagap Raja Jenggala ketika melihat jurus yang di keluarkan oleh Feng Yin
"Sepertinya benar, Dia adalah anak yang di katakan oleh Maha Guru"Gumam Resi Abyasa sambil mengelus-elus jenggotnya
"Entah apa mampu mengalahkanmu atau tidak jurus yang aneh ini"Kata Feng Yin
Feng Yin sebenarnya tidak yakin dengan jurus yang menurutnya sangat aneh itu, Bagaimana pun juga menurutnya jurus ini hanyalah sebuah tarian saja, Tidak mungkin bisa mengalahkan musuh hanya dengan sebuah tarian, Apalagi dirnya adalah seorang laki-laki
Feng Yin terus terlihat menari-nari dengan sangat lincah, Sehingga tanpa ia sadari dari belakang dirinya muncul siluet Trisula yang sangat menakutkan
Resi Pancadria yang melihat hal itu pun terlihat seperti ketakutan, Sehingga ia mundur beberapa langkah ke belakang dengan wajah yang di penuhi keringat
"Ladalah kenapa aku menjadi ketakutan seperti ini ketika melihat Trisula itu"Batin Resi Pancadria
Sedangkan di tempat lain para Resi dan yang lainya juga sama terkejut ketika melihat Siluet Trisula itu
"Inikah Trisula Maha Dewa itu, Sangat pantas menjadi senjata Maha Dewa, Aura yang keluar dari Trisula itu sangat mengerikan sehingga aku pun seperti tertindas"Kata Resi Abyasa sambil berjalan mundur untuk sedikit menjauh dari lingkungan pertarungan
"Pantas saja jurus ini dapat menghancur leburkan Pancasona, Waringin Sungsang, Rawarontek dan Batara Karang itu, Ternyata kekuatanya sekuat ini"Kata Prabu Tribuana
Sedangkan Feng Yin, Ia seperti sudah mencapai puncak jurus tersebut, Karena dari tubuhnya terlihat seperti mengeluarkan cahaya hijau, Dan gerakanya seperti akan menombak sesuatu
__ADS_1
"Hiaattt"
Pekik Feng Yin sambil melemparkan kehampaan di tanganya mengarah ke Resi Pancadria
Namun tak di sangka, Siluet Trisula yang sangat menyeramkan itu meluncur bersama dengan lemparan Feng Yin itu
Trisula itu meluncur dengan sangat cepat menuju Resi Pancadria, Aura yang sangat menakutkan pun merembes ke segala penjuru sehingga pepohonan di sana tumbang dan hancur seketika
Resi Pancadri yang melihat hal tersebut menjadi semakin ketakutan, Ia mengeluarkan sesuatu dari balik kain yang ada di tubuhnya
Kemudian ia seperti sedang melakukan gerakan tangan, Tak lama sinar kuning menyelimuti tubuh sang Resi
Begitu tubuh itu terselimuti Cahaya kuning itu, Trisula yang sedang meluncur itu menghantam tempat dimana sang resi berada
Sontak saja Trisula dan cahaya yang menyelimuti tubuh Resi Pancadria itu saling berbenturan
Yang mengakibatkan ledakan yanh sangat besar dan guncangan yang menakutkan
"Duarrr"
Debu membumbung tinggi menutupi area sekitar, Pepohonan sektika banyak yang hancur dan tempat di sana pun banyak yang menjadi porak poranda
Setelah cukup beberapa lama, Debu itu mulai menipis perlahan, Dan tak lama debu itu menghilang
Ketika pandangan semua orang sudah tak terhalang oleh debu, Mereka langsung dapat melihat keadaan di sekitar sudah banyak yang porak poranda
Sedangkan di tempat sang resi keadaanya yang lebih parah, Dimana di sana terdapat sebuah kubangan yang cukup besar dan lumayan dalam
Ketika keadaan sudah normal kembali, Semua orang menjadi penasaran dengan kubangan tersebut, Sehingga perlahan mereka mendekati kubangan tersebut
Ketika kaki mereka hampir mencapai bibir kubangan tersebut, Tiba-tiba saja muncul sebuah tangan yang sudah melepuh
Tak lama kemudian muncul sesok manusia yang keadaanya sangat menyedihkan, Dimana semua kulitnya seperti terbakar, Bahkan keadaan kulitnya berubah menjadi hitam dan merah
"Akhhh"
Pekik sesok manusia itu yang seperti kesakitan yang amat sangat
__ADS_1
"Apakah dia Resi Pancadria"Gumam salah seorang pendekar
"Bisa jadi, Soalnya kubangan ini adalah lokasi dimana Resi gila itu berdiri dan menerima hantaman jurus pemuda itu"Kata temanya yang lain
"Haha,,,Akhirnya aku bisa terkalahkan haha"Kata sesok manusia itu sambil tertawa menahan sakit
"Ketika saatnya tiba, Aku akan muncul kembali, Tapi dalam keadaan yang berbeda"Kata sesok hitam itu sambil berusaha untuk berdiri
Lalu dengan tertatih-tatih ia berjalan perlahan meninggalkan mereka semua yang masih kebingungan
Sepeninggalan sesok yang di yakini sebagai Resi Pancadria itu, Semua orang langsung mengalihkan pandanganya kepada Feng Yin yang kini sedang duduk sambil minum bersama teman-temanya seolah-olah tidak ada kejadian yang berarti
"Bagaimana bisa setelah bertarung dengan sangat hebat dia malah langsung bersantai"Kata Seorang pendekar
Lalu terlihat Resi Abyasa berjalan mendekati Feng Yin
"Nak sudah berapa lama kau ada di negri ini"Tanya Resi Abyasa tiba-tiba yang sepertinya sudah bisa menebak siapa dan darimana Feng Yin berasal
"Kalau tidak salah, Aku di negri ini sudah lebih dari lima tahun Resi"Jawab Feng Yin dengan sedikit heran
"Masih belum terlambat"Gumam pelan Resi Abyasa namun dapat di dengar oleh Feng Yin
"Apa maqsud Resi"Tanya Feng Yin
"Jika ada waktu, Kau temui aku di desa pertama kita melakukan upacara"Kata Resi Abyasa sambil berlalu dari hadapan Feng Yin
Sedangkan Feng Yin, Ia masih terlihat kebingungan dengan sikap Resi itu
"Saudara Feng, Kau harus menumi Maha Resi Utama, Ini adalah sebuah anugrah dewa yang besar, Apalagi kau di undang secara peribadi oleh beliau"Kata Arya dengan antusias
"Hmm aku masih heran dengan perkataanya, Sepertinya, Kita memang harus menemui dia sekarang untuk menanyakan apa maksud perkataanya tadi"Kata Feng Yin
"Setujuuu"
Kata keempat temanya serentak, Lalu kelima anak muda yang memiliki wajah tampan itu pergi menyusul sang resi ke desa
Sedangkan di sisi lain, Semua orang juga mulai meninggalkan tempat itu satu persatu
__ADS_1