
Keadaan semakin kacau balau
Dimana murid-murid perguruan Rajawali Perak mulai berjatuhan
Terlebih lagi tetua desa atau Tetua Perguruan Rajawali Perak hanya ada 5 orang saja dimana jumlah itu tak bisa mengimbangi Perguruan Tebing Dosa
Rekso masih baku hantam dengan Jagabaya,Tapi kini keadaan Jagabaya terlihat tak menguntungkan karna dari mulutnya terlihat ada darah yang keluar akibat terkena pukulan Rekso
"Rajawali Pembunuh"
Rekso berkelebat dengan cepat bak seekor Rajawali yang terbang ingin memangsa
Tangannya di buka dengan lebar-lebar sampai akhirnya tangan itu berhasil menggapai apa yang ia tuju,Yaitu leher Jagabaya
Karna kondisi yang sudah lemah Jagabaya tak bisa mengendarai serangan Rekso alhasil lehernya dapat di tangkap dengan mudah oleh tangan Rekso
Suara tulang Patah terdengar cukup jelas ketika Rekso dengan sadis mematahkan Leher Jagabaya
"Kematian adalah yang terpantas untukmu manusia hina"Kata Rekso sambil meludahi mayat Jagabaya
Baru saja ia ingin membalikan badannya tiba-tiba
"Plakk"
Punggung sebelah kanan Rekso terkena hantaman tenaga dalam yang besar sehingga ia memuntahkan darah segar cukup banyak
"Keparat kau Bajra,Apa ini sifat seorang pendekar"Kata Rekso
Ya selagi Rekso lengah ketika berhasil membunuh Bawahannya
Bajra tak membiarkan kesempatan untuk bersiaga kembali untuk Rekso,Ia langsung menyerangnya dengan tenaga dalam penuh dan caranya itu berhasil membuat Rekso terluka dalam
"Hahaha Rekso,Siapa yang cerdik maka dia yang menang,Kekuatan saja Takan cukup untuk bertahan di dunia persilatan Ini"Kata Bajra sambil tertawa
"Lebih baik kau serahkan Kitab Pusaka itu,Mungkin aku akan sedikit mengurangi penderitaanmu"Kata Bajra
__ADS_1
"Sampai mati pun aku tak akan memberikan kibat itu kepada manusia licik sepertimu"Jawab Rekso
"Dasar tua Bangka keparat,Terima saja kematianmu"Kata Bajra sambil mengeluarkan pedang dari sarungnya
Kemudian ia menerjang Rekso dengan berutal,Keadaan Rekso yang terluka menghambat gerakannya membuat ia sedikit lambat
Rekso hanya bisa menghindar dan menghindar dari serangan Bajra,Sampai dimana gerakannya melambat dan pedang Bajra berhasil melukai tangan kiri Rekso
Darah mulai keluar dari luka tanganya,Rasa sakit mulai ia rasakan dan makin lama ia merasakan makin gatal
"Racun"Batin Rekso
Tanpa berfikir panjang Rekso langsung menarik lengan kirinya sampai putus
"Akhhh"Pekik Rekso yang berhasil membuat putus tanganya sendiri
Kemudian ia menotok urat nadinya supaya darahnya terhenti
"Hahaha cukup pintar juga kau orang tua,Hahaha bagaimana rasanya kehilangan satu tangan,Tak nyaman buka,Lebih baik aku akhiri saja hidupmu itu"Kata Bajra
"Tebasan Pedang Dosa"
"Membunuh Tanpa Menyentuh"
Bajra langsung membabatkan Pedangnya itu ke arah Rekso,Sinar merah dari pedangnya langsung meluncur ke arah Rekso
Tekanan yang cukup kuat bisa di rasakan oleh Rekso sehingga gerakanya menjadi semakin melambat untuk menghindar
Hanya tinggal beberapa centi lagi mengenai tubuh Rekso tiba-tiba saja Cahaya yang memiliki daya tekanan yang kuat itu terhenti
Bajra yang melihat serangannya bisa di hentikan menjadi kaget,Matanya langsung mencari-cari siapa orang yang berani ikut campur dalam pembunuhannya itu
Sebaliknya Rekso ketika melihat serangan Bajra terhenti ia langsung melesat dengan cepat menghindari jurus tersebut
Setelah Resko menghindar cahaya merah itu kembali meluncur seperti semula menerjang pepohonan dan langsung terjadi ledakan besar di sana
__ADS_1
Wajah Bajra seketika memerah tandanya ia marah karena ia tak berhasil membunuh Rekso dalam sekali serangan
"Keparat,Siapa yang berani mengganggu ku"Teriak Bajra sambil mengerahkan tenaga dalamnya sehingga suaranya menggema ke seluruh penjuru angin
"Tak perlu berteriak,Aku dari tadi di belakangmu manusia bodoh"Jawab sebuah suara dari belakang Bajra
Ia langsung membalikan badanya,Begitu melihat siapa yang ada di belakangnya,Bajra cukup terkejut
Pasalnya yang kini ada di belakangnya adalah sesok manusia yang wajahnya di tutupi oleh sebuah topeng berwarna Emas
"Si-siapa kau"Kata Bajra
"Aku hanya orang yang kebetulan lewat saja,Dan aku melihat pembantaian yang cukup membuat hatiku terhenyak untuk menghentikan kekejaman ini"Jawab sesok pendekar bertopeng emas itu
"Hahaha dengan cara apa kau ingin menghentikanya"Kata Bajra yang sudah kembali bisa tertawa
"Dengan cara,,,,Membunuhmu"Jawab sesok pendekar bertopeng itu
Selsai berbicara pendekar tersebut langsung berkelebat dengan cepat menyerang Bajra
Saking cepatnya Bajra tak kuasa untuk menghindar serangan pendekar misterius itu
"Telapak Tangan Membelah Gunung"
Sesok misterius itu membentangkan tanganya lalu memukulkannya ke arah Bajra
Jarak yang dekat membuat Bajra tak bisa lari kemana-mana sehingga dengan telak serangan itu menghantam tubuhnya dan
"Duarrr"
Suara ledakan te dengan di semua telinga orang-orang sehingga pertempuran pun menjadi terhenti mata semua orang tertuju ke arah ledakan itu terjadi
Ketika debu sudah hilang,Terlihat berceceran potongan-potongan tubuh manusia yang sudah tentu itu adalah tubuh Bajra yang dengan sekali hantaman orang misterius itu mampu membuatnya seperti itu
Rekso yang menyaksikan dengan jelas pertarungan itu menjadi sangat terkejut
__ADS_1
Ia hanya mampu membuka mulutnya saja tanpa mampu berkata apa-apa dengan kejadian barusan itu
Hanya ada satu kata dalam benaknya "Mengerikan"