
Semua orang terlihat hanya mematung saja,Melihat kejadian yang baru saja terjadi di depan mata mereka
Dimana seorang pendekar misterius hanya dengan sekali hantaman saja membuat tubuh Bajra si Ketua Perguruan Tebing Dosa hancur seketika
Mata dan hati mereka tak bisa meng Iya kan apa yang baru saja terjadi
Secara Bajra adalah sesok pendekar dari Aliran Hitam yang sangat di perhitungkan keberadaanya,Ia mampu di sejajarkan dengan para Resi atau Begawan kelas bawah dalam kekuatannya
Mungkin hanya Setingkat Resi dan Begawan saja yang mampu membuat Bajra seperti itu
Tapi kenyataanya kini yang ada di hadapan mata mereka bukan lah seorang Resi atau Begawan ternama seperti Resi Abyasa atau Begawan Narendra yang kedudukannya sangat di takuti di daratan Java ini
Yang ada di hadapan mereka Hanyalah seorang pendekar yang bisa di taksir jika usianya masih muda,Karna terlihat dari kulitnya yang putih dan halus
"Ba-bagaimana mungkin"Kata para tetua Perguruan Tebing Dosa yang melihat pimpinan mereka sudah hancur berkeping-keping
"Sekarang giliran kalian untuk menyusul Ketua kalian"Kata sesok pendekar bertopeng emas itu dengan tatapan yang sangat tajam
Hanya melihat tatapan mata si pendekar misterius itu,Para tetua perguruan Tebing Dosa terlihat gemetar ketakutan
Mereka cukup sadar diri,Bagaimana pun Ketua mereka kekuatannya lebih tinggi daripada mereka,Dan dengan mata kepalanya,Mereka menyaksikan bagaimana sang Ketua itu di bunuh hanya dengan sekali Hantam saja oleh pendekar tersebut
"Semuanya Mundur"Teriak salah seorang tetua
Sontak semua murid Perguruan Tebing Dosa berlari mundur dari gelanggang pertarungan
"Kabur,Hah itu tak akan pernah terjadi"Kata pendekar misterius itu
Lalu ia berkelebat sangat cepat sehingga tak mampu mata biasa untuk mengikutinya
Sekejap kemudian terlihat beberapa murid Perguruan Tebing Dosa bergeletakan tak bernyawa
Sontak para Tetua Perguruan Tebing Dosa menghentikan langkahnya ketika menyaksikan Anak Muridnya di bantai dengan sangat berutal oleh Pendekar Misterius bertopeng itu
"Keparatt,Dasar iblis"Geram para Tetua Perguruan Tebing Dosa
"Hahaha Iblis,Bukankah itu namanya maling teriak Maling"Jawab pendekar bertopeng emas
Si tetua Perguruan Tebing Dosa hanya bisa menggerakkan giginya saja menahan Geram karna merasa di permalukan
"Hari ini,Aku pastikan tak akan ada lagi Perguruan Yang Bernama Tebing Dosa"Ucap si Pendekar Topeng Emas
Lalu ia kembali melesat ke arah para Tetua yang berdiri mematung
Melihat ada serangan dari musuh semua Tetua langsung menghadangnya dengan bersama-sama
__ADS_1
"Cincang dia sampai menjadi bubur untuk persembahan Ketua kita"Ucap seorang Tetua yang paling tua
Terjadi lah saling serang satu sama lain,Jurus demi jurus di lewati dengan sengit
Terlihat meskipun pendekar topeng emas itu sendiri melawan hampir 10 orang tetua tetap saja ia bisa mengimbangi mereka semua
"Gawat tenaga dalamku sudah mulai menurun,Aku harus secepatnya membereskan mereka semua"Batin Pendekar Topeng Emas
Lalu ketika melihat sebuah kesempatan ia mundur ke belakang beberapa langkah
Lalu dengan secara Ajaib dari tanganya Tiba-tiba saja keluar sebuah Pedang berwarna Emas
"Cincin Jiwa"Serempak para tetua dan juga Rekso dengan nada kaget ketika melihat Pendekar itu mengeluarkan pedang dari alam hampa
"Bagaimana mungkin ia memiliki Cincin Roh,Jika benar berarti kita semua bukan tandingannya"Kata tetua yang terlihat masih paruh baya
"Benar kakang,Hanya yang sudah membuka 555 Titik Meridian saja yang bisa memiliki Cincin Jiwa,Berarti Tenaga Dalamnya sudah tak terbatas karna semua Titik Meridianya sudah terbuka"Timpal tetua yang lainya dengan wajah takut dan khawatir
Sedangkan Pendekar Topeng Emas terlihat mata dan tingkahnya yang seperti kebingungan
"Apa Cincin Jiwa,Dan apa Titik Meridian kenapa mereka semua seolah-olah takut kepadaku"Batin pendekar itu
"Siapa sebenarnya pendekar itu,Kenapa kekuatannya tak bisa di terka"Kata Rekso yang kini sudah di bantu oleh beberapa Murid-muridnya
Sedangkan si Tetua yang paling tua wajahnya terlihat bermuram durja tak bisa di tebak
Semua tetua terlihat kembali sedikit bersemangat meskipun kekhawatiran dan ketakutan menyelimuti diri mereka semua
"Dosa Iblis Neraka"
Si Tetua yang paling tua tiba-tiba saja melompat ke udara dan langsung mengeluarkan jurus menyerang Pendekar Topeng Emas
Di ikuti oleh tetua lainya yang sama-sama mengeluarkan jurus mereka masing-masing
Sehingga tempat di sana menjadi bergetar dan bercampur tak tentu
"Cukup mengerikan juga ternyata jurus mereka semua,Baiklah aku harus mengakhirinya dengan cepat"Gumam Pendekar Topeng Emas itu
"Tarian Pedang Sang Narayan"
"Tebasan Tak Berujung"
Pendekar Itu kembali menyerang semua Tetua Perguruan Tebing Dosa
Benturan kedua jurus dari kedua belah pihak mampu membuat tanah bergetar cukup hebat
__ADS_1
Tapi tiba-tiba saja dari belakang Pendekar Topeng Emas terlihat sebuah sinar berwarna Kuning,Lama kelamaan sinar Cahaya kuning itu semakin banyak dan banyak lalu membentuk sebuah pedang yang terhunus siap untuk menghujani apapun yang ada di bawah
Mata Rekso membelalak menyaksikan apa yang ada di depan matanya itu
"Ini,,,Ini jurus Resi Abyasa yang mampu menghancurkan sebuah Kota besar,Kenapa pendekar itu bisa memilikinya,Apa dia murid dari Tiga Resi Utama"Kata Rekso terbata-bata menyaksikan apa yang terjadi
"Semuanya menghindar,Jangan ada yang mendekat atau kalian semua akan mati terbakar"Kata Resko kepada Murid-muridnya
Mendapat peringatan dari Guru merek,Sudah tentu mereka menurutinya
Kini yang ada di sana hanya para anggota Perguruan Tebing Dosa saja
Para Tetua kembali menggabungkan jurus mereka sehingga tercipta sebuah bola api berwarna hitam sebesar kepala kerbau
"Meteor Dari Neraka"
Lalu mereka melepaskan jurus gabungan mereka yang di sambut dengan jurus dari Si Pendekar Topeng Emas
Ketika dua jurus itu bertemu kembali terjadi getaran hebat di sana,Saking banyaknya cahaya pedang milik Pendekar Topeng Emas sehingga jurus Meteor Dari Neraka sedikit demi sedikit menghilang dari pandangan mereka semua
Ketika seluruhnya menghilang Jurus Milik Pendekar Topeng Emas meluncur dengan bebas ke arah para anggota Perguruan Tebing Dosa
Tak sempat menghindar sehingga terdengar suara jeritan demi jeritan kematian yang memekikan telinga
Saking Banyaknya cahaya pedang itu hampir menyerupai hujan yang lebat saja
Suara-Suara ledakan terdengar beruntunan
Para tetua mereka tak bisa kabur dan mereka pun terkena Hujaman cahaya pedang itu sehingga tubuh mereka semua meledak tak tersisa
Setelah semua Cahaya pedang itu habis keadaan kambali hening,Tak ada apa-apa lagi hanya tersisa kerusakan yang amat dahsyat akibat jurus dari Pendekar Topeng Emas itu
Si Pendekar Topeng Emas masih terlihat berdiri kokoh namun
"Uhukk"
Ia batuk dan dari mulutnya memuntahkan darah segar yang menandakan jika ia terluka di bagian dalam
"Aku harus secepatnya pergi dari sini"Gumam Pendekar Topeng Emas
Baru saja ia ingin melangkah tiba-tiba saja pandanganya kabur dan semuanya menjadi gelap
Melihat sang penolong mereka tiba-tiba tergeletak Rekso memerintahkan murid-muridnya untuk mengangkat Pendekar itu
"Bawa dia ke rumah ku,Siapatau masih bisa di selamatkan dan lukanya tak parah"Perintah Rekso
__ADS_1
"Baik Guru"Jawab murid yang membawa Pendekar penolong mereka
Lalu mereka semua pergi menuju kediaman Rekso atau kediaman Ketua mereka untuk mengobati yang terluka