
Selang beberapa saat,Munculah dua orang kake tua
Tubuh keduanya sudah sangat keriput tinggal kulit pembalut tulang saja
Kedua sesok kakek berjubah putih dan kuning itu,Sama-sama mengeluarkan Aura yang sangat besar
Rambut keduanya sudah berwarna putih,Kumis dan jenggotnya pun sama
Yang satu di tanganya membawa sebuah tongkat yang ujungnya berbentuk kepala Harimau
Yang satunya lagi di tanganya membawa sebuah pedang berukuran kecil,Sarung pedang itu berwarna emas,Terlihat ukiran sebuah naga melintang di sarung pedang itu,Dan gaganya berbentuk kepala naga
Semua orang di buat terkejur dengan kemunculan dua orang kake tua itu,Jika tadi mereka sama terkejut ketika kedatangan Pendekar Iblis Neraka
Kini semua para pendekar,Kembali terkejut ketika melihat kedatangan dua kekek tua itu,Tak terkecuali Si Dewa Petir
Ia pun sama terkejut dengan kemunculan dua orang kakek itu
"Pendekar Hariamu Langit dan Pendekar Naga Langit,Ada apa mereka datang kesini,Apa dua pendekar kosen tersebut masih tertarik dengan duniawi,Bukankah menurut kabar jika mereka berdua sudah mengundurkan diri dari dunia persilatan"Gumam Pendekar Dewa Petir yang terlihat ketakutan
"Dia datang kesini,Pasti bukan ingin memiliki pusaka itu,Dia pasti ingin mencari pembunuh murid mereka"Kata seorang pendekar yang membawa sebuah tombak bermata tiga
"Apaa,Jangan bilang,Jika Pendekar Harimau Gurun adalah murid mereka berdua"Jawab pendekar lainya yang seperti terkejut mendengar perkataan si orang pembawa tombak bermata tiga itu
"Benar,Pendekar Harimau Langit dan Pendekar Naga Langit adalah guru dari Pendekar Harimau Gurun,Meskipun mereka memiliki banyak murid terkenal,Tetap saja Pendekar Harimau Gurun adalah murid kesayangan mereka,Karena diantara para murid-muridnya,Dia yang paling hebat"Kata si pendekar pembawa tombak bermata tiga
"Jika seperti itu,Sudah dapat di pastikan,Jika nanti akan ada pertarungan yang hebat,Secara pembunuh Pendekar Harimau Gurun itu sangat hebat"Kata pendekar lainya
"Tentu saja,Bagaimana tidak,Ka membunuh Pendekar Harimau Gurun dengan mudah,Sudah pasti dia sangat hebat"Kata pendekar lainya
Ketika semua orang membicarakan kedatangan para pendekar tingkat tinggi ith,Tiba-tiba saja seseorang berteriak
"Lihat,Pusaka itu sudah muncul"
__ADS_1
Teriak orang itu yang membuat semua orang langsung mengalihkan penglihatan mereka ke atas puncak bukit
Benar saja,Disana terlihat sang Naga Taksaka merentangkan tubuhnya,Sehingga panjang dari tubuhnya itu membentang panjang
Tak lama kemudian sang naga itu bergerak,Terlihat kepalanya melihat ke atas langit,Dimana sang rembulan berada
Kemudian
"Goarrrrr"
Naga itu menggeram sangat keras,Sehingga tanah pun ikut bergetar karenanya
Tak selang beberapa lama,Naga itu pergi terbang ke atas
Disaat itu lah terlihat,Sebuah cahaya putih menyilaukan mata mengapung di udara,Di atas bukit Nirwana
Melihat cahaya itu,Semua orang langsung berkelebat memburu cahaya tersebut
Karena cahaya itu tak lain dan tak bukan adalah wujud dari Pusaka Cupu Manik Sangkakala
Ia di serang dengan juru-jurus pedang si pendekar paruh baya itu
Terpaksa,Pendekar Dewa Petir harus meladeni penyerangnya itu,Namun sial,Ternyata yang menyerang dirinya tidak hanya satu orang
Melainkan ada sekitar sepuluh orang,Sehingga dirinya begitu kewalahan,Karena yang menyerang dirinya memiliki tenaga dalam yang hanya beberapa tingkat di bawahnya
"Bodoh,Kenapa kalian diam saja,Cepat bantu aku untuk membunuh para najingan ini"Teriak pendekar Dewa Petir kepada para pengikutnya
Mendapat intruksi dan perintah dari tuanya,Mereka semua langsung menyerang mereka
Sehingga pertarungan di sana berlangsung cukup sengit
Sedangkan di sisi lain,Tak jauh beda seperti itu,Di atas bukit nirwana,Kini di penuhi dengan orang-orang yang sedang bertarung memperebutkan pusaka yang mengambang di udara itu
__ADS_1
Pendekar Iblis Neraka,Terlihat sangat bersemangat,Ia berkelebat untuk mengambil pusaka itu
Namun sebelum dirinya menyentuh pusaka itu,Pendekar Harimau Langit menghadangnya di tengah jalan
Sehingga pertarungan pun tak dapat di elakan
Setelah beberapa lama,Terlihat banyak mayat yang bergelimpangan di atas bukit nirwana
Memang sudah menjadi kebiasaan para pendekar,Jika sedang memperebutkan sebuah pusaka
Pasti akan terjadi perahara seperti ini
Di sisi lain,Terlihat Arya dan teman-temanya yang sedang berusaha untuk menjadi pemenang dari perebutan tersebut
Mereka terlihat begitu kompak dalam pertarungan melawan saingannya
Di tempat lain,Terlihat sang pendekar topeng emas masih berdiri di tas sebuah pohon
Kadang kala ia menggelengkan kepalanya ketika melihat pertarungan di sana
Ketika ia sedang memperhatikan pertarungan di atas bukit,Tiba-tiba saja matanya melirik ke arah atas
Disana ia melihat jika sang naga pelindung pusaka itu kini sedang menukik turun ke arah bukit nirwana
"Matilah mereka semua,Sang penjaga pusaka itu sudah kembali"Gumamnya
Semuanya yang sedang bertarung di atas bukit tak menyadari,Jika sanga naga sedang kembali turun
Sampai tiba dimana mereka semua merasakan ada angin yang berhembus kencang ke arah mereka
Barulah mereka sadar akan bahaya,Namun mereka sudah terlambat menyadarinya
Karena kini dari atas,Terlihat sang naga sedang membuka mulutnya,Sesaat kemudian,Dari mulut yang terbuka itu keluar semburan api yang mengarah kemeraka semua
__ADS_1
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Bagi Yang Beragama Muslim