
Tak lama kemudian sesok itu tiba di Kota Bintang Terang yang kini tinggal reruntuhan saja
Sesok berjubah kuning itu tak lain adalah Feng Yin yang kini ia sudah sampai di tempat tujuanya
Tapi alangkah terkejutnya ia ketika melihat kota perbatasan yang akan ia singgahi,Kini sudah tinggal reruntuhan saja,Bahkan kepulan asap masih bisa terlihat
"Kota ini sudah hancur,Dan ini baru saja terjadi,Tapi siapa yang begitu keji melakukan ini sehingga tidak ada satu nyawa pun yang hidup di kota ini"Gumam Feng Yin dengan perasaan tak percaya
"Setidaknya,Ini terjadi akibat peperangan mungkin,Tapi jika akibat peperangan tentu di sini banyak mayat dan puing-puing bangunan,Tapi kenapa ini tidak ada sama sekali"Kata Feng Yin sambil memperhatikan seluruh area tersebut
Setelah cukup lama,Feng Yin tidak menemukan ada sumber kehidupan manusia di sana,Akhirnya ia berhenti di bawah sebuah pohon besar sambil menunggu Fajar keluar
Setelah cukup lama,Malam pun berganti pagi,Sinar matahari perlahan namun pasti menyinari seantero jagat raya
Ketika Feng Yin masih diam sambil bermeditasi di bawah pohon besar itu,Tiba-tiba saja muncul sekitar 10 orang laki-laki muda berpakaian serba putih
Di pimpin oleh seorang peria paruh baya yang membawa sebilah Pedang bergagang kepala naga
"Tetua pasti dia orangnya yang sudah memusnahkan Kota Bulan Terang itu"Kata salah satu pemuda berpakaian putih itu
"Hmmm,Bangunkan dia"Kata peria paruh baya itu
Salah seorang pemuda mencoba membangunkan Feng Yin,Tapi sebelum ia berhasil Feng Yin sudah terlebih dahulu membuka matanya
__ADS_1
"Ternyata ada tamu"Gumam Feng Yin sambil tersenyum ramah ke arah semua orang
Tapi senyumnya itu di tanggapi denga. tatapan sinis orang-orang berpakaian putih itu
"Sepertinya mereka dari sebuah Perguruan Silat"Batin Feng Yin sambil memperhatikan wajah mereka satu persatu
"Anak muda menyerahlah sebelum aku bertindak berlebihan,Dan mengaku lah atas semua apa yang kau perbuat,Dosa mu sungguh bersar,Melenyapkan satu kota besar beserta nyawa manusia yang tidak bersalah,Ini sudah tidak bisa di ampuni"Kata peria paruh baya itu sambil menatap Feng Yin dengan penuh kebencian
Feng Yin yang mendengar perkataan itu menjadi tak enak hati,Bagaimana ia bisa di salahkan disini
"Penatua,Aku sama sekali tidak tau akan lenyapnya kota ini,Ketika aku tiba di sini,Kota ini sudah tiada,Jangan salahkan aku"Kata Feng Yin membela diri
"Huhh,Masih tidak mau mengaku,Memang mana ada Maling yang mengaku sebagai maling"Kata si peria paruh baya itu
"Kalian dari Istana Kerajaan rupanya"Kata Feng Yin
"Tak hanya itu,Kami juga adalah Anggota Perguruan Naga Suci"Kata peria paruh baya itu sambil mengangkat dadanya
"Penatua,Aku sama sekali tidak bersalah di sini,Aku kebetulan ada di sini karena sedang menunggu teman-temanku yang lainya,Mohon penatua bisa berfikir dengan bijak"Kata Feng Yin
"Anak muda,Pembelaanmu di sini tidak akan berlaku,Lebih kau kau ikut kami ke Istana Kerajaan untuk di adili"Kata Peria itu
"Ada apa ribut-ribut"
__ADS_1
Kata suara yang tiba-tiba saja muncul
"Saudara Feng Ada apa ini"
Kata suara lain
"Tetua Saketi,Ada apa ini,Kenapa sepertinya kau mempunyai masalah dengan saudaraku ini"
Kata suara lain yang baru saja tiba
Tak lama muncul empat sesok pemuda berparas tampan yang tak lain adalah Arya dan teman-temanya
"Arya,Jaka,Subali,Dursena"Gumam Peria paruh baya itu sambil memasang wajah terkejut
"Ia tetua saketi,Kami adalah Murid Resi Dasabaya dari Puncak Gunung Ciremai"Kata Arya
"Apa dia teman kalian"Kata tetua Saketi sambil menunjuk Feng Yin
"Tentu saja,Dia juga adalah saudara kami,Memangnya kenapa"Kata Jaka
"Dia harus di adili karena sudah membunuh orang tak bersalah,Juga dia sudah melenyapkan kota perbatasan ini"Kata tetua Saketi
Sontak saja Arya dan teman-temanya kaget,Ia langsung memandang Feng Yin dengan tatapan meminta penjelasan
__ADS_1