
Upacara yang rutin setiap tahun itu kini resmi di mulai,Di awali dengan menaburkan bunga ke sebuan Altar yang terbuat dari batu hitam mengkilap
Setelah selsai,Terlihat Resi Abyasa turun dari panggung,Lalu ia berjalan menuju Altar itu yang di ikuti oleh semua yang ada di atas panggung tersebut
Sesampainya di sana sang Resi langsung menuangkan Air dari kendi ke Altar itu sambil mulutnya terlihat komat kamit
Setelah selsai,Ia kembali menaburkan Bunga yang bermacam-macam warnanya ke Altar tersebut
Setelah selsai sang Resi langsung mengangkatkan Tanganya
Seketika suara-suara alunan tetabuhan pun langsung berhenti seketika
"Memberi Hormat Kepada Langi Dan Bumi"
Seketika semua orang langsung bersujud memberi Hormat
Suara-suara tetabuhan pun kembali terdengar ketika semua orang bersujud
Tak lama kemudian mereka berdiri kembali
"Memberi Hormat Kepada Para Dewa"
Kembali mereka semua bersujud dengan penuh kehidmat
Tak lama kemudian mereka kembali berdiri
"Kita Berangkat Sekarang"Kata Sang Resi
Lalu sang Resi berjalan terlebih dahulu,Di ikuti oleh yang lainya di belakang
Altar dan bunga yang tadi,Mereka bawa bersama-sama
Di sisi lain
__ADS_1
Feng Yin dan yang lainya begitu kagum ketika melihat Tiga Resi Utama yang baru pertama kali mereka lihat itu
Ternyata meskipun mereka sudah tidak menggunakan Ilmu Kanuragan,Mereka bertiga masih terlihat gagah dan berwibawa bak seorang Pendekar Kelas Atas
Ketika upacara di laksanakan,Feng Yin dan yang lainya pun ikut melaksanakan Upacara Penghormatan tersebut
Setelah itu mereka berjalan di belakang mengikuti langkah sang Resi
Namun ketika mereka sedang berjalan,Belum egitu jauh dari tempat semula,Tiba-tiba saja datang angin kencang yang di sertai dengan suara Tertawa yang menggelegar menyakitkan telinga siapapun juga
Semua orang menghentikan langkahnya, bahkan banyak dari mereka yang berteriak kesakitan, khususnya para wanita
Sang Resi yang melihat kejadian tersebut cukup terkejut juga, pasalnya baru kali ini ada yang berani mengganggu upacara besar ini
Semua para pendekar yang hadir di sana langsung bersiap siaga menjaga dan mengamankan keadaan, para pendekar muda langsung menghadang di tempat paling depan dengan semua senjata yang sudah di keluarkan dari sarungnya
"Keparat, siapa yang berani mengganggu upacara kami, apa kau bosan hidup"Teriak seorang pendekar muda yang memakai baju merah di dadanya ada sebuah lambang perguruanya berbentuk gunung dengan dua puncak yang tak lain adalah Perguruan Gunung Kembar
Tapi tak selang beberapa lama angin berhenti dan kembali normal, tapi seseorang tiba-tiba saja muncul di hadapan mereka semua
Orang itu ada seorang Kakek tua bertubuh kurus bak tengkorak saja, ia hanya menggunakan cawet yang terbuat dari kulit binatang
Rambutnya hitam tak beraturan, sebagian menutupi wajahnya
Sang Resi yang melihat kemunculan orang itu seketika membulatkan matanya seperti terkejut dengan kehadiran orang aneh itu
"Hahahaha sepertinya pesta ini cukup meriah, tapi sayang tidak ada darah di sini, jika ada sudah tentu pesta ini akan semakin meriah hahaha"Kata si kakek kurus itu dengan suara yang nyaring menyakitkan telinga
"Keparat kau orang tua"Kata seorang laki-laki paruh baya berbaju hitam yang memegang sebuah golok besar
Selsai berbicara ia langsung berkelebat menerjang si kakek aneh tersebut
"Berhenti jangan gegabah"Cegah Resi Abyasa
__ADS_1
Tapi itu sudah terlambat, karena laki-laki itu sudah menyerang si kakek itu
Tiba-tiba saja ketika si kakek aneh itu mengangkatkan tanganya, seketika laki-laki paruh baya itu berhenti mematung tidak bergerak
Terlihat si kakek itu berjalan menghampiri laki-laki tersebut, setelah sampai di sana ia meniup tubuh yang mematung itu, seketika tubuh itu menjadi bagaikan serbuk pasir yang tertiup angin
Tubuh itu hancur begitu saja tanpa ada yang tau apa penyebabnya, Melihat hal demikian semua orang menjadi syok dan kaget
Hanya tiga resi utama saja yang terlihat biasa-biasa saja seperti sudah tau apa yang terjadi
"Orang tua biadab, siapa kau sebenarnya, kenapa kau mengacau di upacara sakral ini"Kata Salah satu kekek tua yang tadi duduk di atas panggung
"Hahaha aku tidak penting siapa aku, yang terpenting adalah kalian harus memeriahkan pesta ini dengan darah hahaha"Jawab si kakek aneh itu
"Bedebah rupanya kau bosan hidup"Kata si kakek yang merupakan sesepuh dunia persilatan yang bernamah Damarsuta itu
"Damarsuta, jangan gegabah dia bukan tandingamu"Kata Resi Abyasa mencegah si kakek yang akan menyerang orang aneh itu
Tentu saja semua orang terkejut mendengar perkataan sang resi, bagaimana pun Damarsuta adalah pendekar kosen yang sangat sakti mandraguna, jarang ada orang yang bisa menandinginya di selatan sana
Tapi kini sang resi mengatakan jika dia bukanlah tandingan orang aneh itu
"Tapi resi kenapa, dia sudah berani mengacau di acara yang suci ini"Kata Damarsuta yang menanyakan alasanya terlebih lagi ia juga terejut mendengar perkataan sang resi
"Dia bukan tandinganmu, di antara kita semua tidak ada yang bisa menandinginya, meskipun disini ada aku itu tetap saja tidak bisa menandinginya"Kata Resi Abyasa
Sontak saja semua orang di landa ketakutan dan keterkejutan mendengar perkataan sang resi yang menjadi jagoan nomer 1 itu, jika benar apa yang di katakann sang resi
Berarti orang itu setidaknya kesaktianya melebihi sang resi nomber 1, Dapat di bayangkan betapa hebatnya orang aneh itu
"Siapa dia sebenarnya Resi"Tanya Perabu Tribuana Wisesa
"Resi Pancadria"Kata Resi Abyasa
__ADS_1