
Pesta yang di adakan di sekte Teratai Hijau telah usai 2 hari yang lalu
Kini kegiatan di sekte seperti biasa saja mulai dari berlatih teknik jurus,meningkatkan Kultivasi dan sebagainya
Dewa Es dan kedua temanya sudah pergi sejak 1 hari setelah perayaan pesta di adakan karna waktu yang tersisa tak banyak lagi mereka harus secepatnya kembali ke Alam Para Dewa
Sedangkan Ta Mui ia berencana tinggal 2 bulan lagi di sekte teratai hijau untuk menghabiskan hari-harinya bersama cucu barunya itu
#O
Sekte Langit Hitam
Di sebuah lembah di tengah hutan terlihat bangunan sekte yang tak terlalu besar yang mungkin hanya menampung sekitar 50 rumah berukuran sedang saja
Dengan satu bangunan yang lumayan besar sebagai Aula d tempat ituh
Terlihat di Aula Sekte hari ini seperti sedang mengadakan rapat terlihat dari berkumpulnya para tetua sekte kecil itu
"Bagaimana Tetua pertama Apa semuanya sudah siap"Kata seorang laki-laki paruh baya berbaju hitam itu
"Patriak semuanya sudah siap untuk di laksanakan"Kata tetua pertama
"Bagus kita hanya tinggal menunggu waktunya saja untuk membangkitkan Raja Iblis dan menunggu saatnya kita menguasai Dunia ini hahahaaha"Kata Patriak Sekte itu Mo Tian
__ADS_1
"Malam bulan purnamah hanya tinggal 3 hari lagi,Kalian semua persiapkan dari sekarang untuk keperluan ritualnya dan undang tetua Klan Iblis di Alam Neraka nanti malam untuk memimpin acara yang mulia ini dan kabarkan juga kepada Kaisar Iblis di Alam Neraka Jika salah satu pecahan jiwa Putranya akan bangkit kembali dalam waktu dekat ini dan akan meneruskan ambisi Putranya untuk menguasai alam fana ini sebagai titik awal untuk merebut kekuasaan Kaisar Langit di Alam Para Dewa"Kata Mo Tian dengan penuh semangat
"Siap di laksanakan patriak"Jawab Para tetua
"Bagus dan pada saatnya tiba kalian panggil seluruh bawahan kita dan kita akan membangun sebuah sekte yang besar dan kuat di daratan ini untuk menunjukan kapada dunia jika Klan Iblis Di Alam Fana Ini benar-benar ada dan kita akan membuat mimpi buruk untuk semua manusia hahahahahaha"Kata Mo Tian dengang suara lantangnya sambil tertawa
"Kalian sekarang boleh keluar untuk melaksanakan tugas"Kata Mo Tia
"Baik Patriak"Kata Para tetua
Lalu mereka semua keluar dari aula itu untuk menjalankan tugas yang di berikan patriak mereka
Sedangkan Mo Tian sendiri ia masih duduk di aula sambil bergumam-gumam dengan wajah bahagia
"Meskipun kebangkitan Tuan Muda akan membawa mimpi buruk bagi manusia namun setelah tuan muda bangkit kembali keadaan di Benua Awan ini akan Berubah derastis karna Energi Langit dan Bumi sudah tak di serap lagi oleh tuan muda dan itu kembali menjadi seeprti sedia kala dimana benua Awan ini menjadi benua yang amat sangat Melimpah akan Sumber Daya dan kebutuhan untuk berkultivasi,Sebelum manusia-manusia itu memetik dari keadaan itu dan menjadi kuat aku harus cepat-cepat menguasai Benua Ini supaya bisa mengendalikan semuanya dibawah telapak kakiku"Gumam Mo Tian
Setelah selesai dengan fikiranya ia beranjak dari tempat duduknya keluar dari Aula itu menuju tempat tinggalnya
#O
Sekte Teratai Hijau
Terlihat Ta Mui yang sedang bersemedi namun terlihat di wajahnya sekelebat kegelisahan yang nyata
__ADS_1
Ntah apa yang sedang berkecambuk di dalam fikiran dan hatinya itu
"Hatiku merasakan kegelisahan yang sebegini rupa ada apa ini kenapa hatiku tak setenang biasanya"Gumam Ta Mui
",,,Sepertinya akan terjadi sesuatu di Benua Ini dalam waktu dekat tapi apa yang akan terjadi itu,Aku masih belum mengetahuinya"Gumam Ta Mui Lagi
Lalu ia terus memaksakan untuk tetap supaya bisa tenang dalam semedinya
#O
Di Ruangan Feng An
Ia kini sedang duduk di hadapan anak-anaknya yang belum tertidur itu
Sambil memainkan anaknya dengan gemas mencubit pipi tembem anak pertamanya itu
"Hmmm kau anaku yang paling tampan dan adimu ini adalah anaku yang terkuat"Kata Feng An sambil mencubit pipi kedua anaknya
Karna terlalu keras cubitan feng An saking gemasnya akhirnya kedua anaknya itu menangis dengan kecang
Lin Hua dan Kin Rong yang sedang menyiapkan makanan di ruang makan langsung berlari ke kamar anak-anak mereka
Sesampainya di sana mereka melihat feng an yang sedang kesibukan meredakan tangisan kedua anaknya
__ADS_1
Lin Hua dan Kin Rong yang melihat feng an kerepotan hanya bisa tertawa saja