
Matahari bersinar dengan sangat terik hari ini
Para petani di ladang maupun di sawah,Terlihat begitu merasa tak nyaman,Tapi meski begitu,Mereka tetap bekerja dengan tekun demi anak dan istri mereka yang sedang menunggunya di rumah
Keringat bercucuran di wajah dan tubuhnya,Sesekali mereka mengusap keringatnya dengan ujung baju mereka
"Betara Surya hari ini mungkin sedang mendapatkan kegembiraan sehingga matahari bersinar dengan terik"Kata seorang petani sawah
"Ini namanya bukan kegembiraan,Ini namanya penyiksaan untuk manusia,Kau lihat sendiri bagaimana kita hari ini bekerja,Huhhh sungguh sangat melelahkan dan lihat tubuh kita begitu panas,Sebenarnya aku tak tahan dengan panas ini,Tapi mau bagaimana lagi,Jika aku tak bekerja,Anak dan istriku maka. apa"Kata si petani yang satunya lagi sambil menyeka air keringatnya
"Hahaha kadang kita sebagai manusia tak pernah bersyukur,Sang pencipta memberi kita panas yang panjang,Kita pasti mengeluh,Di beri hujan terus kita masih mengeluh juga,Entah bagaimana yang benar agar kita bisa bersyukur atas apa yang sudah di berikan olehnya"Timpal petani tua yang masih tekun dengan pekerjaanya
"Pak tua,Kau benar juga,Cuaca sudah hampir 1 tahun kemarau,Tapi Kita tak mensyukurinya,Tahun lalu pas Musim hujan yang panjang,Semua orang mengeluh,Haha jika di fikir-fikir lucu juga"Kata si petani yang pertama bicara
"Yahh begitu lah manusia,Mereka tak akan pernah merasa puas dengan apa yang telah di berikan sang pencipta kepada kita"Kata si kake tua
Ketika para petani itu sedang asik-asik berbincang di tengah sawah,Terlihat dari arah depan seorang pemuda tampan berbaju pendek dengan dada terbuka berjalan dengan terburu-buru
Rambutnya hitam panjang di biarkan terurai,Di keningnya terdapat secarik kain yang terikat
"Huhh kenapa tiba-tiba saja cuaca di sini panas seperti ini,Dimana sebenarnya ini,Apakah ini neraka"Gerutu si pemuda tampan itu sambil sesekali menyeka keringatnya yang bercucuran di wajahnya
"Sungguh pekerja keras,Dalam cuaca panas seperti ini mereka masih bekerja dengan giat"Kata si pemuda itu ketika matanya melihat para petani yang sedang bekerja
Pemuda itu berjalan dengan langkah cepat melewati sawah yang luas itu dengan cepat,Ia berharap di depan sana ada desa untuk ia singgah
__ADS_1
Karna susah beberapa hari pemuda itu berjalan di bawah teriknya sinar matahari
Para petani yang melihatnya berjalan dengan terburu-buru,Hanya menggelengkan kepala saja
Setelah berjalan melewati sawah itu,Benar saja,Sebuah pedesaan yang damai menyambut kedatangan si pemuda tersebut
Ia dengan langkah cepat berjalan menuju desa itu
"Akhirnya,Setelah berjalan selama 1 minggu,Aku bisa melihat manusia kembali"Kata si pemuda itu
Ia berjalan menuju sebuah kedai makanan
Sesampainya di sana,Ternyata kedai itu cukup ramai juga
Tak hanya para pedagang dan orang biasa yang ada di sana,Terlihat juga para pendekar ada di sana
"Sial,Kenapa tak ada yang kosong"Gerutu si pemuda tersebut
Akhirnya ia memutuskan untuk mencari kedai lain saja
Namun sebelum ia pergi dari sana,Seseorang memanggilnya dari belakang
"Tuan,Jika kau tidak keberatan,Bergabunglah bersama kami di sini"Kata suara itu
Pemuda tersebut yang menyadari jika perkataan itu untuk dirinya,Langsung membalikan badanya kembali
__ADS_1
Ia melihat ada sekitar 4 orang pendekar muda yang sedang makan
Mereka sepertinya dari sebuah perguruan silat,Karena terlihat dari baju mereka yang berwarna sama
"Tuan,Apa perkataan itu untuk saya"Kata pemuda tersebut
Para pendekar muda itu hanya mengangguk saja
Lalu si pemuda pun berjalan menghampiri mereka semua,Dan benar saja,Disana masih ada dua kursi yang masih kosong
"Silahkan duduk tuan"Kata si rambut aga keriting tapi berwajah tampan
"Terimakasih tuan"Jawab si pemuda
Lalu si pemuda itu memanggil pelayan kedai tersebut,Dan ia memesan makanan sederhana
Hanya ayam kecap dan karedok saja yang ia pesan
"Tuan,Perkenalkan nama saya Jaka,Yang ini Dursena,Ini Subali dan yang ini Arya,Kami berempat berasal dari Perguruan Tapak Geledek"Kata orang yang bernama Jaka memperkenalkan mereka semua kepada si pemuda itu
"Salam kenal tuan-tuan sekalian,Nama saya Feng Yin,Saya berasal dari tempat yang cukup jauh dari sini"Kata pemuda itu yang ternyata ia adalah Feng Yin
"Hmmm,Namamu cukup asing di telinga kami,Mungkin benar kau berasal dari tempat yang jauh dari sini"Kata Arya
Tak lama makanan pun datang,Dan Feng Yin langsung menyantap makanan itu dengan cukup lahap
__ADS_1
Karna ia sudah hampir seminggu tak makan nasi seperti ini