
Keduanya kembali saling serang menyerang,Terlihat kali ini Feng Yin tersudutkan oleh Resi Deswara
Ketika kedua senjata mereka beradu,Getara-getaran kecil terjadi di sekitar
Terlihat jika memang pusaka milik Feng Yin lebih rendah daripada pusaka milik sang resi
Terlebih pusaka Resi Deswara mengeluarkan Hawa yang sangat mengerikan,Hawa itu tak lain adalah hawa racun,Feng Yin sendiri harus extra berhati-hati ketika berdekatan dengan pusaka itu
"Hiat"
"Tring"
"Happ"
Suara dentingan dan teriakan kedua orang itu terdengar menggema di alam terbuka ini
Keduanya masih sama-sama imbang,Meskipun Feng Yin harus secara penuh menggunakan Tenaga Dalamnya untuk mengimbangi serangan si Resi yang ganas
"Racun Ular Neraka"
Si Resi mengeluarkan jurus yang cukup berbahaya,Terlihat dari pusakanya keluar kabut hitam
Lalu ia menyerang kembali Feng Yin,Ketika ia menyerang,Kabut itu secara otomatis menyerang Feng Yin juga
Sehingga kini ia semakin kewalahan menghadapi seorang Resi namun sangat mengerikan
"Tarian Betara Siwa"
Feng Yin mengeluarkan jurus yang tak pernah ia gunakan sebelumnya,Jurus yang sangat ia sisihkan
Namun entah kenapa kini dia menggunakan jurus itu dengan sendirinya
Tubuh Feng Yin terlihat bergerak menari-nari,Pedang nya ia todongkan ke arah Resi Deswara
__ADS_1
Lalu ia menyerang sang resi dengan keadaan tubuhnya yang masih menari-nari khas Betara Siwa
Semakin lama tarian itu semakin aneh gerakanya,Bahkan kini serangan Feng Yin mengungguli serangan sang Resi
Kini bagian sang Resi yang harus mengeluarkan sepenuhnya tenaga dalam miliknya
Jurus Racun Ular Neraka tidak lagi mempan untuk Feng Yin yang kini sedang menyerangnya itu
"Sial,Kenapa ia bisa menggunakan jurus legenda itu"Batin sang Resi tetkala melihat jika di belakang Feng Yin
Samar-samar terlihat dua buah mata yang sangat menakutkan,Sehingga tubuh sang resi terlihat menjadi gemetaran
Tak hanya mata saja,Di belakang Feng Yin juga terlihat ada sebuah Teri Sula besar yang siap untuk menghujam siapa saja
"Aku harus kabur"Batin si Resi sambil menyerang Feng Yin juga sambil mencari celah untuk kabur
"Murka Sang Iblis Racun"
Si Resi menyerang Feng Yin kali ini dengan sangat cepat dan ganas,Dari seluruh tubuh si Resi terlihat keluar asap hitam yang membuat udara menjadi sesak
Pada satu kesempatan,Ia menyerang Feng Yin,Membabatkan belatinya ke arah perut Feng Yin
Sehingga Feng Yin harus menghindar dengan Cepat
Ketika Feng Yin menghindar,Disitu lah sang Resi menggunakan jurus Langkah 1000
Hanya sekejap saja,Sang Resi sudah tidak ada lagi di sana
Feng Yin yang melihat lawan ya sudah kabur,Langsung menghentikan Jurus Tarian Betara Siwanya
Sehingga kedua bayangan itu hilang dari belakang Feng Yin
"Kenapa dia kabur,Padahal jika di teruskan aku pasti akan kalah oleh dia"Gumam Feng Yin sambil mengatur nafasnya yang sudah memburu
__ADS_1
Lalu ia memakan sebuah Pil kemudian duduk,Lalu memejamkan matanya
Setelah cukup lama,Terlihat ia membuka matanya kembali,Dan keadaanya kini sudah kembali seperti semula
"Hufff,Sekarang kita pergi ke perbatasan"Gumam Feng Yin
Lalu ia berkelebat secepat kilat menuju arah timur
#O
Sedangkan di kota Perbatasan Timur kini sedang terjadi pertarungan yang sangat sengit
Dimana disana bangunan-bangunan rumah warga sudah hancur menjadi puing-puing
Sepertinya ini ulah pertarungan itu
Pertarungan itu tidak melibatkan banyak orang,Karena disana hanya terlihat ada dua orang saja yang sedang bertarung
Keduanya kini sudah tidak menggunakan baju,Karena terlihat jika baju mereka sudah hancur
Keduanya adalah sesok pemuda yang sama tampan,Namun ada yang berbeda dari si pemuda yang satu,Dimana ia memiliki dua buah tanduk di keningnya
Ia memegang sebuah tombak bermata tiga,Matanya terlihat merah menyala,Tatapanya seperti menahan amarah
Tubuhnya di selimuti aura merah
Sedangkan yang satu lagi,Pemuda itu terlihat sama keadaanya seperti pemuda yang bertanduk itu
Di tanganya ia memegang sebuah pedang yang gagangnya berbentuk kepala burung elang
Tubuhnya di selimuti dengan petir yang gemerlapan,Yang pasti memuat siapa saja yang melihatnya akan merasa takut
Sedangkan para warga kota itu,Terlihat mereka sedang berlindung di tempat yang cukup jauh dari rumah-rumah mereka yang sudah hancur itu
__ADS_1
Terlihat wajah kepasrahan dan kesedihan di mata mereka semua