
Di sebuah lembah
Terlihat ada sebuah pertarungan yang sangat sengit
Ya mereka adalah pasukan siluman dan pasukan Feng An
Kini terlihat kedua pasukan sudah mulai kelelahan karna sudah hampir sehari penuh mereka bertempur tanpa henti
Di pihak pasukan siluman terlihat banyak yang sudah terbunuh begitupun sebaliknya
Sedangkan Feng An sendiri kini ia masih bertarung dengan sengit melawan manusia serigala
"Manusia ternyata kekuatanmu cukup tinggi juga sehingga mampu menandingiku sampai sejauh ini"Kata Manusia serigala
Feng an tak langsung membalas ucapan manusia serigala itu,Ia hanya melirikan matanya untuk melihat sekitarnya
"Hmmm lebih baik aku akhiri saja pertarungan ini,Kasian murid-murid sekte sudah banyak yang di lumpuhkan"Batin Feng An
"Pedang Langit Membelah Awan"
Tanpa memberi kesempatan kepada si manusia serigala
Feng An meluncurkan seranganya dengan sangat cepat
"Akhhh"
Keluh si manusia serigala yang terlambat menghindar itu,Namun meskipun begitu ia hanya mengalami luka sayatan di bahunya saja
"Keparat kau manusia"Geram si manusia serigala
"Amarah siluman Serigala"
Si manusia serigala mengeluarkan jurus terbaiknya karna ia marah kepada Feng An
Tubuh manusia serigala itu tiba-tiba berubah menjadi merah,Matanya yang awalnya berwarna hitam kini berubah menjadi merah pula
Kuku-kukunya terlihat memanjang dan runcing menakutkan
__ADS_1
Si manusia serigala itu melolong dengan suara khasnya lalu menggeram sebelum ia menyerang Feng An
Mengetahui jika si manusia serigala itu mengeluarkan jurus terbaiknya,Feng an pun tak ingin membuang-buang waktu langsung saja menghadapinya
"Dewa Pedang Pembawa Bencana"
Ketika mereka bertemu di sebuah titik,Feng an mengeluarkan jurus Dew Pedangnya
Alhasil serangan kedua belah pihak bertemu yang mengakibatkan getaran yang cukup besar di sekitar lembah itu
Tak berhenti di situ,Feng An langsung bergerak cepat mengayunkan kembali pedang langitnya
"Tebasan Dari Neraka"
Pedang langit yang awalnya berwarna putih itu kini berubah menjadi merah
Membawa Aura yang cukup panas di sekitar sana
Lalu ia menebaskan ke arah Manusia Serigala itu
Sekelebat cahaya merah keluar dari pedang langit menghantam tubuh manusia serigala itu
Melihat ada serangan yang cukup berbahaya simanusia serigala mencoba ingin kabur,Namun Feng an tak berhenti disitu untuk menyerangnya
Kembali cahaya merah keluar dari pedang langit terus menerus menghantam ke arah manusia serigala
Sampai dimana simanusia serigala itu kelelahan yang mengakibatkan gerakanya sedikit lambat
Dengan telak cahaya merah yang bergerak dengan cepat itu mengenai tubuhnya dan langsung tembus
Ketika Cahaya merah itu melewati tubuhnya seketika simanusia serigala terdiam kaku
Dan ketika datang angin kencang menerpa tubuhnya itu simanusia serigala langsung ambruk ke tanah
Seseorang melihat apa yang terjadi kepada simanusa serigala itu langsung berterika
"Pimpinan kalian sudah mati"Teriak orang itu
__ADS_1
Sekejap pasukan siluman itu langsung berhenti
Mata mereka langsung tertuju ke arah dimana manusia serigala dan feng an bertarung
Dan benar sana mereka melihat jika simanusia serigala sudah terbujur kaku
Sontak pasukan siluman itu langsung berhamburan melarikan diri
"Jangan di kejar"teriak Feng An
"Kumpulkan murid-murid kita yang masih ada,Urus mayat-mayat mereka dan kuburkan,Sedangkan yang terluka obatilah terlebih dahulu sebelum kita melanjutkan perjalanan lagi,Kita akan beristirahat 3 hari di sini"Kata Feng An
"Baik Patriak"Kata mereka semua
#O
Sedangkan di lain tempat
Terlihat peperangan disinipun terjadi
Mereka tak lain adalah pasuakn kekaisaran dan pasukan Raja Iblis
Karna kalah akan jumlah akhirnya pasukan kekaisaran Awan merah dapat di pukul mundur
"Bagaimana ini jendral,Bantuan masih belum datang"Kata salah datu komamdan
"Utus seseorang untuk pergi menemui yang mulia kaisar cepat dan laporkan apa yang terjadi"Kata jendral utama pasukan
"Baik"Jawab si komandan
"Panglima Utama bagaiman kita selanjutnya"Kata Jendral Utama itu kepada panglima utama
"Untuk saat ini kita mundur terlebih dahulu,Sambil menunggu bala bantuan datang juga kita harus beristirahat dan mengobati yang terluka"Kata Panglima Utama
"Baik"Jawab Si Jendral Utama itu
Lalu ia memerintahkan pasukanya untuk mundur sampai bala bantuan datang baru akan menyerang mereka kembali
__ADS_1