
Feng An terus berlarut dalam kesedihanya karna istri yang ia cintai kini sudah pergi meninggalkanya
Hari sudah menjelang malam,Feng An masih memeluk jasad istrinya
Tak ada satu orang pun yang berani mengganggu Feng An
Orang-orang di luar terlihat cemas karna dari tadi siang Feng An belum keluar dari kamar
Hingga ketika mereka sedang berbincang-bincang Feng An tiba-tiba saja keluar dengan raut wajah yang tak bersemangat
"Patriak anda sudah keluar"Tanya Huang Mei
"Jelaskan padaku tentang kejadian di sini,Karna aku tak mengetahuinya"Kata Feng An
Lalu Huang Mei dan beberapa tetua yang ada disaat kejadian waktu lalu menceritakanya kepada Feng An
"Lalu apa kalian tau siapa yang berada di belakng Kaisar itu"Tanya Feng An kepada mereka semua
Semua orang terdiam yang menandakan jika mereka tak mengetauinya
"Mohon maaf patriak jika hamba lancang"Tiba-tiba saja seorang peria paruh baya berbicara
"Tak apa berbicara lah apa yang ingin kau bicarakan"Kata Feng An
"Baiklah patriak,Setelah kejadian menimpa tetua agung hamba langsung mengerahkan mata-mata untuk mencari tahu apa pangkal dan motif dari kejadian itu,Setelah beberapa hari hamba mengerahkan mata-mata terbaik kami mendapatkan informasi yang sangat penting"Kata peria itu
"Informasi apa"Kata Feng An
__ADS_1
"Semua kejadian yang kini sedang terjadi ternyata itu adalah ulah seseorang"Kata peria itu
"Maqsudmu"Kata Feng An yang masih kurang paham
"Kejadian yang terjadi di benua awan ini adalah hasil dari upaya seseorang untuk menguasai benua ini,Ia menggunakan tangan-tangan orang lain untuk menjalankan rencananya itu,Bisa di sebut juga jika dia adalah dalang dari semua ini,Sesungguhnya kekacauan yang terjadi di benua awan,Khususnya di kekaisaran awan merah itu bukan di sebabkan oleh pasukan Raja Iblis"Kata peria itu
Seketika semua orang terdiam mendengar perkataan si peria itu
"Hmmm bukan Raja Iblis,Berarti ini semua ulah dari bangsa siluman"Kata Feng An pelan
"Ba-bagaimana Patriak bisa tau"Kata si peria itu yang mendengar kata-kata Feng An itu
"Karna aku sudah berhadapan dengan mereka di perjalananku menuju kekaisaran awan merah"Kata Feng An
Semua orang terdiam
"Benar patriak,Menurut mata-mata kami pasukan Raja Iblis belum menunjukan wajahnya di daratan ini"Kata Peria Itu
"Baiklah,Jangan dulu membahas tentang itu"Kata Feng An
"Ouyah tetua ke-19 kemana istriku yang pertama serta anak-anaku"Kata Feng An
"Beliau pergi ke benua bulan atas perintah tetua agung,Karna ia mendapatkan firasat yang tak baik ketika datang utusan dari kekaisaran awan biru,Beliau berangkat bersama tetua ke-20 dan beberapa murid"Jawab tetua ke-19
Feng An bernafas lega mendengarnya
Karna andai saja Kin Rong dan putra-putranya ada di sini ketika kejadian penyerangan itu mungkin mereka akan di jadikan sasaran empuk oleh para musuh
__ADS_1
"Baiklah,Besok kita akan menguburkan tetua agung,Perintahkan kepada semua sekte yang berada di bawah naungan sekte teratai hijau di kekaisaran awan putih ini untuk berkabung atas kematian istriku"Kata Feng An
"Baik patriak"Jawab mereka serempak
Lalu Feng An kembali masuk ke kamar dimana jasad tetua agung berada
#O
Sedangkan di Alam lain
Tepatnya di Alam Neraka
Di Dalam sebuah bangunan kuno nan menyeramkan terlihat makhluk yang memiliki tanduk sedang berkumpul di sebuah ruangan yang sangat besar
Di hadapan mereka semua terlihat sesok makhluk yang tampan namun memiliki satu tanduk yang runcing di kepalanya
Rambut hitam terurai tanpa terikat menambah ketampanan wajahnya
Namun kini wajah tampan itu seperti sedang menahan amarah
"Bedebah bangsa siluman"Kata Mahkluk tampan itu yang tak lain ia adalah Raja Iblis
"Apa ada berita yang lain"Kata Raja Iblis
Semua orang terdiam
"Baiklah karna bangsa siluman sudah memulai terlebih dahulu maka kita jangan membiarkan mereka terus mencoreng bangsa iblis,Siapapun yang melihat bangsa siluman wajib membunuhnya di tempat itu juga jangan biarkan mereka seenaknya saja menggunakan Nama bangsa kita,Juga kalian usahakan jangan membuat masalah dulu dengan bangsa manusia,Paham kalian semua"Kata Raja Iblis
__ADS_1
"Kami paham dan mengerti yang mulia"Jawab mereka semua