Pendekar Topeng Emas

Pendekar Topeng Emas
Jiwa Kedua Raja Iblis


__ADS_3

Di Alam Neraka


Tepatnya di kedaman Raja Iblis terlihat sang Raja Iblis sedang duduk di tempat peribadinya


Tubuhnya terlihat bergetar sangat hebat,Cahaya merah tiba-tiba menyelimuti tubuhnya sehingga Raja iblis tak terlihat karna terhalang oleh cahaya merah itu


Setelah cukup lama,Cahaya merah itu tiba-tiba lenyap menampakan kembali sesok Raja Iblis


Namun kini dari dalam diri Raja Iblis ada yang berbeda dari yang tadi


Matanya semakin tajam ketika ia menatap sesuatu,Raut Mukanya semakin percaya diri


Aura dari dalam tubuhnya semakin besar Membahan


"Hahahahaahha Akhirnya tanpa aku bergerak sendiri Pecahan Jiwa ku yang kedua terlepas sendiri hahhha,Siapa manusia bodoh yang melepaskan Jiwaku ini,hahaha dengan keadaanku yang sekarang aku semakin yakin untuk kembali menyerang Alam Para Dewa,Memporak porandakan Alam Manusia,Merebut kursi Kaisar Langit bahkan akan ku rebut juga tahta Maha Dewa hahahha,Hanya sedikit Lagi yaa hanya sedikit lagi Jurus yang ku ciptakan akan sempurnya sutuhnya,Maka ketika jurus itu sudah tuntas seluruhnya kebangkitan Bangsa Iblis akan dimulai hahahaha,Tapi-Tapi kenapa Jiwa kedua ku bisa terlepas,Apa Dewa yang menjaga Segel itu sudah mati kembali ke Alam Para Dewa"Kata Raja Iblis di sela-sela tawa bahagianya


"Ahhh itu tak penting yang terpenting kini rencana ku akan semakin mulu dengan bersatunya jiwa kedua ku ini hahaha"Kata Raja Iblis Dengan Tawa Menggelegarnya karna bahagia


Lalu ia kembali bersemedi yang tentunya itu untuk menuntaskan jurus Yang ia Ciptakan sekaligus untuk menyempurnakan jiwanya yang baru sanja bersatu


#O


Sedangkan di lain tempat


Terlihat wajah seseorang yang terlihat sangat cemas


Ia adalah seorang kake tua renta yang di perkirakan umurnya sudah hampir 1000 tahun

__ADS_1


Meskipun sudah terlihat tua renta tetapi sorot matanya sangat tajam dan menakutkan meskipun dalam keadaan cemas


Rambutnya yang putih di biarkan terurai,Kumis dan jenggotnya bersatu memanjang sampai kedadanya


Dia hanya memakai selempang kain putih dan celana putih saja


Kulitnya putih bersih tandanya ia selalu merawatnya


"Siapa yang akan menahan kekutanya,Jangankan kini yang jiwa keduanya telah bersatu,Ketika jiwanya hanya satu saja aku yakin di benua ini tak akan ada yang mampu menahan kekuatany,Hanya mereka yang dari benua Cahaya dan Matahari saja yang mampu menahanya itu pun jika mereka sudah mencapai Ranah Dewa Sejati Dewa Langit,Apa aku harus turun kembali ke dunia Kultivator ini"Gumam si kake tua itu


Ketika ia sedang termenung tiba-tiba ada seberkas cahaya melintas di hadapanya


Cahaya itu berwarna hijau terang Tak besar hanya sekepal anak kecil saja


Cahaya itu terus melesat ke arah timur dengan cukup kencang


Sungguh ajaib,Baru saja ia melopat bangun tetapi sudah hilang dalam sekejap


Dan kini si kake tua itu ada di belakang cahaya itu dengan menjaga jarak


"Cahaya apa itu dan akan keman dia terbang"Gumam si kake


Setelah sekian lama akhirnya cahaya itu membawanya ke sebuah kota yang besar dan megan,Yang tak lain itu adalah ibu kota kekaisaran Tanah Surga


Keadaan masih sangat sepi karna malam belum berganti pagi


"Kota apa ini,Kenapa ada kota semegah ini di benua ini,Dan istana apa itu yang berdiri sangat kokoh dan besar itu"Kata si kake heran

__ADS_1


Cahaya itu terus melesat ke arah istana itu dengan cepat,Sedangkan si kake tua itu masih setia membuntutinya


"Masuk ke istana itu"Gumamnya ketika melihat cahaya hijau itu masuk ke kawasan istana


"Aku tetap harus mengejarnya,Ada apa di balik cahaya itu"Kata si kake tua yang langsung meningkatkan terbangnya memasuki kawasan istana mengejar cahaya hijau yang kini sudah hilang di balik sebuah bangunan yang megah


"Masuk ke bangunan itu"Kata si kake tua


Ia melesat dengan sangat cepat dalam hitungan detik dia sudah ada di atas genteng bangunan itu


"Tak salah kesini cahya hijau tadi masuk"Kata si kake tua memastikan


Lalu ia menyingkapkan Genteng bangunan itu dengan sangat hati-hati


Baru saja ia akan membuka genteng itu tiba-tiba saja


"Tak perlu mengintip seperti itu senior,Bukan kah itu perbuatan yang tak baik"Terdengar suara kalem dari dalam bangunan itu


Si kake tua cukup terkejut dibuatnya


"Kenapa dia bisa tau,Padahan aku sudah menyembunyikan aura kehidupanku serapi mungkin"Batin si kake tua


"Tak perlu heran,Masuklah kesini aku ingin berbincang-bincang dengan mu"Kata suara kalem itu lagi


Si kake menjadi penasaran siapa pemilik suara yang tenang itu


Lalu ia membuka genteng itu tanpa takut ketahuanSetelah terbuka ia meloncat kebawah

__ADS_1


Tak ada suara ketika si kake tua itu menjejakan kakinya ke lantai


__ADS_2