
Ke-esok harinya
Pagi-pagi sekali di kamar Feng Yin terlihat dia yang sedang merapihkan pakaianya ,Lalu setelah semuanya selsai ia menyimpan baju itu kedalam sebuah buntalan
Pakaianya yang ia gunakan cukup ringkas,Hanya baju jubah putih biasa meskipun biasa tetap saja harganya cukup mahal karna terbuat dari sutra pilihan
Rambutnya panjang di ikat seperti buntut kuda,Di keningnya terlihat sebuah tanda atau tato sebuah cakram persegi enam yang ukuranya sekepal tangan anak dewasa ada yang aneh dengan tato itu
Tato itu terlihat bergerak memutar seperti hidup dan kenyataanya memang hidup tato cakram persegi enam itu
"Ahhh semuanya sudah selsai,Sekarang tinggal berpamitan saja" Kata Feng Yin
Lalu ia mengambil buntalan yang berisi baju itu dan keluar dari kamarnya
#O
Feng Yin berjalan menyusuri istana menuju kediaman ayahnya
Setelah berjalan beberapa saat akhirnya ia sampai di kediaman ayah dan ibunya itu
"Sepertinya ayah belum bangun" Gumamnya
Ketika ia sedang melamun di depan pintu kediaman ayahnya datanglah para pelayan yang membawa makanan untuk Kaisar
"Selamat Pagi Yang Mulia Putra Mahkota" Kata para pelayan
"Apa kaisar sudah bangun" Kata Feng Yin
"Sudah,Apa anda ingin menemui beliau" Kata kepala pelayan
"Benar" Jawab Feng Yin
"Baiklah mari" Kata Kepala Pelayan itu
Lalu si kepala pelayan membuka pintu kediaman kaisar dan mereka masuk ke dalam
Sesampainya di dalam benar saja Kaisar dan istrinya sudah bangun,Mereka kini sedang duduk di kursi dan terlihat sedang bercakap-cakap
Melihat para pelayan dan putranya masuk ke dalam dan pembicaraan mereka berdua langsung di hentikan
__ADS_1
"Putraku ada apa kau pagi-pagi sudah mengunjungi ku" Kata Kaisar
"Maaf kan Yin'er mengganggu Istirahat anda Yang Mulia" Kata Feng Yin dengan hormat karna kini sedang ada banyak pelayan
"Ahh tidak putraku,Ouyah simpan semuanya di meja dan kalian boleh keluar" Kata kaisar kepada para pelayan
Lalu pera pelayan menyimpan makanan untuk kaisar setelah itu mereka keluar
Kini tinggal Feng Yin,Kaisar dan Istrinya Kin Rong
"Ayah aku mau berangkat sekarang,Aku kesini untuk berpamitan kepada ayah dan ibu" Kata Feng Yin
"Ouh begitu yah,Yin'er apa kau yakin mau meninggalkan istana seorang diri,Ayah tau kau sudah berhasil membuka kitab Dasendria pemberian Guru ayah itu,Tapi tetap saja ayah merasa khawatir kepadamu,Apalagi kau masih berusia 13 tahun masih kecil meskipun kau seperti orang dewasa tetap saja kau masih 13 tahun putraku" Kata Kaisar yang sepertinya enggan melepaskan putranya
"Ayah aku sudah yakin,Aku akan menjalankan tugasku seorang diri,Tenang saja ayah semuanya akan baik-baik saja,Ayah dalam waktu 1 tahun kau jangan pernah mencariku apapun yang terjadi,Lalu Jika dalam waktu 1 tahun aku belum kembali,Maka kau boleh mencariku" Kata Feng Yin dengan mantap
Kaisar lalu membuka Topengnya,Wajahnya terlihat khawatir dan tak rela
"Yin'er segel yang kakemu buat pasti akan mempersulit keadaanmu,Pakailah ini untuk menutupi segel itu" Kata Kaisar sambil memberikan topeng emasnya yang semala ini ia pakai
"Ayah bukankah ini topeng yang menjaga wajahmu,Jika kau memberikanya kepadaku lalu kau bagaimana" Kata Feng Yin
Feng Yin terdiam sejenak lalu kemudian ia menerima topeng emas ayahnya itu
"Terimakasi ayah" Kata Feng Yin
"Ouyah ini untuk bekalmu" Kata Kaisar sambil memberikan sebuah cincin
"Ayah aku juga punya untuk bekalku semala satu tahun,Kau tak usah memberikanya kepadaku" Tolak Feng Yin
"Tida putraku,Selain adanya uang di dalam cincin ini juga terdapat beberapa pusaka untuk kau gunakan,Sumber daya dan pil untuk pelatihanmu dan juga beberapa kitab pusaka yang bisa kau pelajari tanpa harus menggunakan Qi" Kata Kaisar
"Baiklah ayah aku terima pemberianmu ini,Ibu jaga kaka jangan sampai ia pergi meninggalkan istana sebelum aku kembali,Aku tau dia pasti akan menyusulku,Ayah jangan pernah mengizinkan Ka Sun Long untuk pergi meninggalkan istana,Aku tau meskipun ia lebih tua dariku tetap saja ia masih bodoh dan kekanak-kanakan" Kata Feng Yin
Mendengar ucapan Feng Yin Kaisar dan Kin Rong tersenyum,Sedangkan kin rong bukan hanya tersenyum ia sampai menitikan air mata karna terharu
Ya memang meskipun Sun Long lebih tua dari Feng Yin dalam urusan fikiran kedewasaan lebih dewasa Feng Yin
"Baik putraku,Kau harus pandai-pandai menjaga diri di luar sana,Buatlah bangga ibumu yang kini ada di surga putraku"Kata Kin Rong
__ADS_1
" Baik ibu"Kata Feng Yin
Lalu ia memeluk Kin Rong setelah itu ia memeluk Kaisar
"Ayah,Ibu aku pamit pergi sekarang" Kata Feng Yin
"Apa kami harus mengantarmu sampai gerbang istana" Kata Kin Rong
"Tak perlu ibu" Jawab Feng Yin
Lalu ia memberi hormat kepada ayah dan ibunya setelah itu ia tersenyum lalu pergi keluar dari kediama ayahnya
#O
Feng Yin berjalan ke kandang kuda lalu memilih kuda terbaik yang ada di sana
Setelah memilihnya ia langsung menungganginya dan memacu kuda itu dengan cukup kencang
Para perajurit yang menjaga gerbang istana menjadi heran ketika melihat seseorang menunggang kuda dengan cepat menuju ke gerbang
Tapi ketika mereka melihat siapa yang ada di atas kuda itu semuanya langsung bersikap hormat
"Hormat kami kepada yang mulia" Kata para perajurit
Para perajurit mengira jika yang menunggang kuda itu adalah kaisar karna memakai Topeng Emas yang sering di gunakan kaisar
Feng Yin tak menjawab ia hanya memberi isyarat supaya gerbangnya di buka
Lalu para perajurit membuka gerbang istana setelah terbuka Feng Yin memacu kudanya dengan cepat
Setelah aga jauh ia memberhentikan kudanya kemudian menengok ke belakang dimana istana kekaisaran berada
"Sampai jumpa di kemudian hari Ayah,Ibu,Kaka bodohku" Gumam Feng Yin
Kemudian Feng Yin Lalu narik nafas lalu membuangnya
"Pulau Java,Kemana aku harus mencarinya" Gumam Feng Yin
Kemudian ia memacu kembali kudanya ke arah selatan
__ADS_1
Perjalanan Sang Pendekar Topeng Emas Dimulai