
"Rong'er bagaimana kabarmu selama ini"Kata Feng An sambil melepas pelukanya
"Aku selama ini baik-baik saja"Jawab Kin Rong
"Syukurlah kalau begitu"Kata Feng An sambil melihat ke arah perut Kin Rong yang terlihat besar
"Usia kandungan ini sudah memasuki bulan ke 8 gege"Kata Kin Rong sambil mengelus perutnya itu
Feng An yang mendengar itu menjadi terharu dan juga merasa bersalag
Terharu Karna sebentar lagi ia akan memiliki seorang anak dan bersalah karna ia meninggalkan Kin Rong sendirian di masa hamilnya
"Rong'er maafkan aku yang tak bisa menemani di masa-masa hamilmu ini"Kata Feng An
"Gege aku tak mempermasalahkan itu,Yang terpenting kau di sini baik-baik saja"Kata Kin Rong
Feng An yang merasakan ketulusan dari kata-kata kin rong menjadi terharu
"Terimakasi"Kata Feng An sambil memeluk kembali Kin Rong
Lin Hua Yang melihat adegan itu tak menjadi cemburu karna ia sudah mengetahui tentang itu
"Ahh baiklah kelian belum aku persilahkan duduk,Mari silahkan duduk kita akan mengadakan pesta untuk menyambut kaisar Bulan Darah dan juga Istri ku"Kata Feng An
Lalu semuanya duduk di kursi yang sudah di sedikan dan menyantap makanan yang sudah di hidangkan sambil berbincang-bincang
Lin Hua yang memperhatikan Kin Rong dari tadi cukup terkejut ketika pertama kali ia melihat kin rong turun dari kereta kuda
Apasalnya kecantikan yang di miliki kin rong melebihi dirinya
Sedangkan kin rong yang merasakan ada yang memperhatikanya menjadi celangak celingku mencari siapa itu
Dan ketika mencarinya ia melihat seorang perempuan yang duduk di dekat feng an yang terus melihat ke arahnya
"Siap dia kenapa terus melihat ke arahku"Batin Kin Rong
Feng An yang menyadari itu langsung berbicara
"Ahh sampai aku lupa memperkenalkan kalian"Kata Feng An
"Rong'er kenalkan dia Lin Hua istri aku"Kata Feng An
Kin Rong Yang mendengar itu cukup kaget sampai dadanya berdetak dengan cepat entah apa yang di rasakan Cemburu kah Marah atau Hanya kaget saja
Ingin marah ketika mendengar perkataan feng an barusan namun ia sadar seorang patriak besar seperti feng an pasti takan cukup untuk memiliki satu istri bahkan jika ia menikah dengan seorang pangeran dari sebuah kekaisaran pun pasti suaminya itu akan memiliki lebih dari satu istri
"Mmm Sudah lama kalian Menikah"Kata Kin Rong
"Baru 3 bulan,Sebelumnya aku ingin meminta maaf kepadamu karna aku tak bilang terlebih dahulu jika aku akan menikah di sini"Kata feng an dengan suara pelan
"Tak apa-apa gege aku memakluminya asalkan kau tak pilih kasih kepada istri-istrimu nantinya"Kata Kin Rong sembari menguatkan hatinya meskipun ia ingin menangis
"Rong'er maafkan aku karna sudah merebut suami mu"Kata Lin Hua sambil menatap kin rong dengan mata berkaca-kaca
Karna ketika mendengar kata-kata kin rong barusan lin hua menjadi terharu apalagi melihat keteguhan hati kin rong yang tak marah mendengar feng an menikah denganya
"Tak apa-apa sekarang kita adalah istri nya kewajiban kita sekarang adalah menjadi istri yang baik untuknya"Jawab Kin Rong lembut
"Rong'er terimakasi kau sudah mau menerimaku sebagai madu mu"Kata Lin Hua
__ADS_1
Kin Rong Hanya menganggukan Kepalanya saja sebelum ia meminta izin kepada feng an
"Gege aku disini sedikit panas dan sedikit pusing,Aku ingin istirahat terlebih dahulu"Kata Kin Rong
"Baiklah jika seperti itu,Hu'er antarkan kin rong ke kamarnya di kediamanku"Kata Feng An
"Baiklah Gege"Jawab Lin Hua
Lalu mereka berdua pergi dari pesta yang di adakan itu
Lin Hua Dan Kin Rong berjalan menuju kediaman patriak sekte
Sesampainya mereka di depan bangunan besar nan megah kin rong menjadi takjub melihatnya
"Apa ini kediaman dari Feng Gege"Kata Kin rong
"Benar ini kediaman kita"Jawab Lin Hua
Memang benar setelah menikah dengan feng an lin hua tinggal di kediaman feng an
"Baiklah jika seperti itu dan itu lebih baik karna aku bisa bersamamu untuk saling berbagi cerita"Kata Kin Rong sambil tersenyum kepada Lin Hua
"Benar,Sebaiknya kita masuk saja"Kata Lin Hua
Lalu keduanya masuk ke dalam dan terus berjalan ke lantai dua untuk mencari kamar
Karna di kediaman feng an tak hanya memiliki 3 kamar tapi memiliki hampir 15 kamar besar
Sesampainya di kamar pilihan Kin Rong mereka berdua masuk dan Di lanjutkan dengan saling bercerita satu sama lain sehingga membuat mereka cepat akrab meskipun barusaja bertemu
Sesangkan di luar pesta masih berlanjut sampai hari menjelang malam barulah mereka bubar
Sesampainya di sana karna mereka lelah dan hari pun sudah mulai memasuki malam akhirnya mereka beristirahat dan tidur
#O
Hari menjelang pagi
Penghuni rumah feng an sudah bangun bahkan kini mereka semua sedang makan bersama
Disana pun bukan hanya ada pasangan suami istri namun ada seorang peria paruh baya
Dan itu tak lain adalah Ta Mui
Kemarin Ta Mui tak ikut menyambut kedatangan Kaisar karna ia sedang berlatih di kamarnya
"Jadi kau akan tinggal di sini selama 5 atau 6 bulan"Kata Feng An bertanya kepada Kaisar
"Benar aku ingin tinggal aga lama karna ingin melihat-lihat benua ini"Kata Kaisar
"Baguslah jika seperti itu nanti kau bisa berjalan-jalan mengelilingi benua ini semaumu"Kata Feng An
"Hahaha itu sudah pasti adik ipar"Kata Kaisar
Mereka terus makan sambil berbincang-bincan di sana
#O
Tak terasa hari terus berlalu berganti minggu minggu pun berganti bulan
__ADS_1
Kini sudah 1 bulan lebih Kin Rong berada di Sekte Teratai Hijau
Kin Rong merasa betah berada di sini karna suasananya yang sejuk dan indah
Apalagi ada lin hua dan feng an yang selalu menemaninya di masa-masa hamil tuanya
Sedangkan Kaisar dan istri nya selama ini sudah hampir mengelilingi Kekaisaran Awan Putih
Kini ada sedikit keanehan di sekte teratai hijau ini
Terlihat dari hampir semua murid sekte yang terlihat cemas
Ternyata kecemasan itu datang karna istri pertama Patriak Sekte Kin Rong Akan melahirkan
Terlihat di kediaman patriak berkumpul Feng An,Lin Hua, Ta Mui,Kaisar dan istrinya
Sedangkan di kamar,Kin Rong Terlihat sedang berbaring sambil menjerit kesakitan
Di Sekelilingnya terlihat ada beberapa tabib wanita yang sedang membantu peroses persalinanya
"Terus Nyonya sedikit Lagi ia akan keluar"Kata Tabib wanita itu
"Akhh ini sangat sakit"Kata Kin Rong
"Sabar Nyonya sedikit lagi saja,Anda harus bertahan"Kata Tabib Itu
Sedangkan di luar terlihat wajah Feng An yang tak memakai topeng sedang khawatir dan cemas karna sudah hampir 3 jam istrinya itu menjerit namun bayinya belum keluar
"Paman bagaimana ini"Kata Feng An
"Sabarlah Nak,Peroses melahirkan anak pertama kadang sedikit lebih lama"Kata Ta Mui menenangkan
"Ini sudah hampir 3 jam tapi bayi itu belum keluar juga,Apa aku masuk saja ke dalam"Kata Feng An
"Tak usah kau diam saja di sini"Kata Ta Mui
Ketika mereka sedang berbincang-bincang Terdengar suara petir yang menyambar sangat keras di luar
"Duarrr"
Hanya sekali saja petir itu bersuara
Semau penghuni sekte menjadi terkejut di buatnya karna hari secerah ini namun ada suara petir
Lalu feng An dan yang lainya melihat keluar
Sesampainya di luar mereka cukup terkejut ketika melihat ke arah langit
"Paman Ada Apa Ini,Kenapa Banyak Kilatan-kilatan Petir namun tak menimbulkan suara ledakanya"Kata Feng An heran
Pasalnya di langit terlihat kilatan-kilatan petir yang menyambar kesana kesini namun tak menimbulkan suara ledakan
"Ntah Lah tapi yang pasti menurut insting paman ini adalah sesuatu hal yang baik dan juga buruk"Kata Ta Mui
"Maqsud Paman"Kata Feng An yang heren
Ketika Ta Mui akan menjawab pertanyaan Feng An tiba-tiba saja Hujan pun turun di hari yang cerah ini
Maaf Kalau Ga Nyambung
__ADS_1