
Tetua agung langsung menyerang mereka,Tak hanya satu yang ia serang tapi semuanya,Tetua ke-19 yang berada di sampingnya pun turut andil dalam penyerangan itu
"Api Neraka"
Tetua agung mengeluarkan jurus tingkat dewanya,Ia tak ingin terlalu berlama-lama dalam situasi seperti ini,Ia ingin secepatnya selsai
Bara api keluar dari tubuhnya,Lalu di hantamkan ke orang-orang yang ada di depanya itu
Aura sekitar menjadi panas tentu saja,Daun-daun yang jaraknya 20 meter seketika menjadi kering dan berguguran
Si orang yang entah itu siapa sangat kaget dengan jurus yang di keluarkan tetua agung itu,Ia tak menyangka jika kekuatan tetua agung akan semengerikan ini
"Siall,Kanapa perempuan itu begitu kuat,Aku yang begini banyak tak mampu melawanya,Padahal ia hanya berdua"Batin orang itu
Lalu ia membalas serangan tetua agung dengan mengeluarkan jurus terbaiknya
"Tanah penghancur surga"
Seketika tanah yang ada di sekitar tetua agung terangkat,Lalu meledak dengan suara yang sangat besar,Sehingga terjadi guncangan di sana
Tak berhenti di situ saja,Tanah itu bagaikan bernyawa,Ia meliuk-liuk ke arah tetua agung,Lalu menyerangnya dengan ganas
Meskipun tak berbahaya bagi tetua agung tetap saja ia merasa kerepotan karna tanah itu menyerangnya dengan cepat
"Tapak Dewa Api"
Tetua agung menyerang kelompok mereka dengan serangan keduanya,Telapak tangan raksaksa tiba-tiba muncul dari langit
Sontak saja semua orang menjadi ketakutan,Karna melihat telapak tangan raksaksa turun membawa api yang sangat besar
__ADS_1
Semakin dekat telapak tangan itu semakin panas pula udara di sana
Untung saja jarak pertempuran tetua agung dan para tetua lainya cukup jauh sehingga tak terlalu ber-efek kepada mereka
Si orang misterius itu menjadi kaget,Ia tak menyangka jika dalam seumur hidupnya ia melihat telapak tangan yang begitu besar dan mengerikan
"Semuanya gabungkan kekuatan kita untuk menghadang tangan itu"Kata sesok itu
Lalu mereka semua mengeluarkan juru-jurus pamungkasnya tanpa menunggu lama
Jurus-jurus bermacam-macam menghadang serangan telapak tangan raksaksa itu,Namun bagaikan sebongkah api yang di lemparkan kedalam lautan,Jurus-jurus itu tak memberikan efek apapu
"Sial,Tak ada cara lain,Semuanya bantu aku"Kata sesok misterius itu
Lalu semua orang saling memegang tangan yang lainya dan di tempelkan ke punggung orang misterius itu
Si sesok misterius itu mengeluarkan mungkin saja jurus terakhirnya
Seberkas cahaya merah keluar dari tubuh si sesok misterius itu,Lalu menghantam tangan raksaksa tetua agung
Ketika kedua jurus itu bertemu terjadi lah ledakan yang sangat mengerikan
"Duarrr"
Sontak saja terjadi angin yang sangat besar,Saking besarnya pohon-pohon besar yang ada di sana menjadi terangkat,Begitu pun bangunan-bangunan sekte langsung rubuh seketika
"Akhhh"
Pekik kesakitan manusia,Dan ternyata itu teriakan dari kelompok misterius itu
__ADS_1
Ketika terjadi ledakan besar itu mereka semua mental ke belakang karna tak kuat menahan efek jurus itu
Darah keluar dari mulut mereka semua
Sedangkan keadaan tetua agung,Ia terlihat masih baik-baik saja,Di sampingnya masih berdiri tetua ke-19 dengan tenangnya
Tentu saja keadaan itu membuat kelompok si manusia misterius itu menjadi kaget,Mereka tak percaya jika tetua agung tak mengalami apapun meskipun itu kecil
"Mustahil"
"Bagaimana mungkin"
Hanya itu yang keluar dari mulut mereka
Sedangkan di tempat para tetua bertempur ketika terjadi kedakan besar itu,Mereka sangat kaget karna tiba-tiba saja angin besar menerjang mereka semua,Mereka yang tak kuat sudah pasti terbawa terbang
Mendapat kesempatan itu para tetua langsung mengeluarkan jurus rahasia sekte yaitu jurus Pelahap Jiwa
Dengan mengeluarkan kekuatan penuh,Mereka yang tersisa seketika menjadi terdiam dan mati
Sedangkan tetua agung ketika melihat musuhnya tak berdaya langsung mengeluarkan jurus kejamnya
"Angin Pelenyap Sukma"
Angin kembali berhembus dengan kencang,Ketika angin itu menerpa mereka semua langsung terjadi sesuatu di luar nalar
Keadaan mereka langsung bagaikan manusia kurus tak berdaging,Hanya kulit dan tulang saja yang tersisa
Sontak saja tetua ke-19 menjadi ngeri melihat tindakan tetua agung itu
__ADS_1