Pendekar Topeng Emas

Pendekar Topeng Emas
Akhir Pertarungan


__ADS_3

Tetua agung langsung menyerang mereka,Tak hanya satu yang ia serang tapi semuanya,Tetua ke-19 yang berada di sampingnya pun turut andil dalam penyerangan itu


"Api Neraka"


Tetua agung mengeluarkan jurus tingkat dewanya,Ia tak ingin terlalu berlama-lama dalam situasi seperti ini,Ia ingin secepatnya selsai


Bara api keluar dari tubuhnya,Lalu di hantamkan ke orang-orang yang ada di depanya itu


Aura sekitar menjadi panas tentu saja,Daun-daun yang jaraknya 20 meter seketika menjadi kering dan berguguran


Si orang yang entah itu siapa sangat kaget dengan jurus yang di keluarkan tetua agung itu,Ia tak menyangka jika kekuatan tetua agung akan semengerikan ini


"Siall,Kanapa perempuan itu begitu kuat,Aku yang begini banyak tak mampu melawanya,Padahal ia hanya berdua"Batin orang itu


Lalu ia membalas serangan tetua agung dengan mengeluarkan jurus terbaiknya


"Tanah penghancur surga"


Seketika tanah yang ada di sekitar tetua agung terangkat,Lalu meledak dengan suara yang sangat besar,Sehingga terjadi guncangan di sana


Tak berhenti di situ saja,Tanah itu bagaikan bernyawa,Ia meliuk-liuk ke arah tetua agung,Lalu menyerangnya dengan ganas


Meskipun tak berbahaya bagi tetua agung tetap saja ia merasa kerepotan karna tanah itu menyerangnya dengan cepat


"Tapak Dewa Api"


Tetua agung menyerang kelompok mereka dengan serangan keduanya,Telapak tangan raksaksa tiba-tiba muncul dari langit


Sontak saja semua orang menjadi ketakutan,Karna melihat telapak tangan raksaksa turun membawa api yang sangat besar

__ADS_1


Semakin dekat telapak tangan itu semakin panas pula udara di sana


Untung saja jarak pertempuran tetua agung dan para tetua lainya cukup jauh sehingga tak terlalu ber-efek kepada mereka


Si orang misterius itu menjadi kaget,Ia tak menyangka jika dalam seumur hidupnya ia melihat telapak tangan yang begitu besar dan mengerikan


"Semuanya gabungkan kekuatan kita untuk menghadang tangan itu"Kata sesok itu


Lalu mereka semua mengeluarkan juru-jurus pamungkasnya tanpa menunggu lama


Jurus-jurus bermacam-macam menghadang serangan telapak tangan raksaksa itu,Namun bagaikan sebongkah api yang di lemparkan kedalam lautan,Jurus-jurus itu tak memberikan efek apapu


"Sial,Tak ada cara lain,Semuanya bantu aku"Kata sesok misterius itu


Lalu semua orang saling memegang tangan yang lainya dan di tempelkan ke punggung orang misterius itu


Si sesok misterius itu mengeluarkan mungkin saja jurus terakhirnya


Seberkas cahaya merah keluar dari tubuh si sesok misterius itu,Lalu menghantam tangan raksaksa tetua agung


Ketika kedua jurus itu bertemu terjadi lah ledakan yang sangat mengerikan


"Duarrr"


Sontak saja terjadi angin yang sangat besar,Saking besarnya pohon-pohon besar yang ada di sana menjadi terangkat,Begitu pun bangunan-bangunan sekte langsung rubuh seketika


"Akhhh"


Pekik kesakitan manusia,Dan ternyata itu teriakan dari kelompok misterius itu

__ADS_1


Ketika terjadi ledakan besar itu mereka semua mental ke belakang karna tak kuat menahan efek jurus itu


Darah keluar dari mulut mereka semua


Sedangkan keadaan tetua agung,Ia terlihat masih baik-baik saja,Di sampingnya masih berdiri tetua ke-19 dengan tenangnya


Tentu saja keadaan itu membuat kelompok si manusia misterius itu menjadi kaget,Mereka tak percaya jika tetua agung tak mengalami apapun meskipun itu kecil


"Mustahil"


"Bagaimana mungkin"


Hanya itu yang keluar dari mulut mereka


Sedangkan di tempat para tetua bertempur ketika terjadi kedakan besar itu,Mereka sangat kaget karna tiba-tiba saja angin besar menerjang mereka semua,Mereka yang tak kuat sudah pasti terbawa terbang


Mendapat kesempatan itu para tetua langsung mengeluarkan jurus rahasia sekte yaitu jurus Pelahap Jiwa


Dengan mengeluarkan kekuatan penuh,Mereka yang tersisa seketika menjadi terdiam dan mati


Sedangkan tetua agung ketika melihat musuhnya tak berdaya langsung mengeluarkan jurus kejamnya


"Angin Pelenyap Sukma"


Angin kembali berhembus dengan kencang,Ketika angin itu menerpa mereka semua langsung terjadi sesuatu di luar nalar


Keadaan mereka langsung bagaikan manusia kurus tak berdaging,Hanya kulit dan tulang saja yang tersisa


Sontak saja tetua ke-19 menjadi ngeri melihat tindakan tetua agung itu

__ADS_1


__ADS_2