Pendekar Topeng Emas

Pendekar Topeng Emas
Pendekar Dewa Giok


__ADS_3

Feng Yin terdiam sesaat, Lalu ia kembali memberi hormat kepada si wanita tersebut


"Baik Nona"Jawab Feng Yin


"Hmmm, Mari tuan kita harus secepatnya pergi menuju Istana"Kata wanita tersebut


Lalu si wanita itu menyuruh Feng Yun untuk menaiki Angsa tersebut


Setelah keduanya naik, Mereka langsung pergi dari tempat itu menuju Istana Sawarga Loka


#O


Sedangkan di daratan Java bagian timur


Terjadi sebuah kekacauan yang sangat meresahkan


Dimana muncul seorang pendekar muda yang di juluki Pendekar Pemetik Bunga


Pendekar itu muncul sekitar satu tahun yang lalu, Ilmu tenaga dalamnya sangat tinggi dan mumpuni


Menurut orang-orang pendekar itu masih berusia muda, Berparas tampan, Usianya mungkin baru 19 tahun


Kemunculanya itu membuat resah orang-orang, Terutama mereka yang memiliki anak gadis


Sehingga mereka merajuk meminta bantuan kepada para pendekar untuk menangkap pendekar tersebut yang sudah memakan banyak korban


Karna tidak hanya ia perkosa, Tapi korbanya itu ia bunuh juga dengan meninggalkan tanda yang sudah familiar


Yaitu sebuah tanda hitam di leher sang korban, Yang di yakini itu adalah jurus Jari Iblis

__ADS_1


Semua orang langsung meyakini jika pendekar pemetik bunga adalah murid dari Pendekar Jari Iblis yang legendaris


Sehingga kini, Terlihat banyak pendekar yang berkumpul di depan sebuah pondok kayu di dalam hutan Iblis


"Pendekar Jari Iblis, Kami semua datang ketempatmu untuk meminta pertanggung jawabanmu atas apa yang sudah di lakukan oleh muridmu"Teriak seorang pendekar tua berjubah biru


Mereka semua menunggu beberapa saat di luar, Namun tidak ada jawaban sama sekali dari dalam pondok tersebut


Sehingga membuat seorang pendekar yang ada di sana menjadi kesal, Alhasil ia mengerahkan tenaga dalamnya lalu memukul pondok tersebut dengan kekuatan penuh


Aura dari pukulan itu mampu menghancurkan batu karang sebesar gajah sekali pun


Tapi begitu pukulan itu mendarat di pondok tersebut, Sama sekali tidak menimbulkan efek sedikit pun


Jangan kan hancur, Ada yang tergores saja tidak ada


Tentu saja semua orang kaget melihat hal tersebut, Tapi mereka ingat siapa penghuni dari pondok itu


"Manusia-manusia lancang, Beraninya kalian mengusik ketenanganku selama ini, Apa kalian semua sudah bosan hidup"Kata suara yang berasal dari dalam pondok tersebut


Suara itu makipun pelan namun dapat membuat telinga semua pendekar yang ada di sana menjadi kesakitan


Sehingga mereka harus mengerahkan tenaga dalam mereka untuk melindungi gendang telinga mereka agar tidak pecah


"Jari Ibli, Kami datang kesini dengan baik-baik, Tapi kau malah menyambut kami dengan cara seperti ini"Kata pendekar tua berjubah biru


"Hahaahaha, Baik-baik apa kalian lupa apa yang si gendut itu lakukan"Kata suara itu lagi


"Bergi kalian dari tempatku sekarang juga, Dan aku tegaskan aku sama sekali tidak pernah menerima seorang murid satu pun di dunia ini hahahaha"Kata suara dari dalam beriringan dengan munculnya aura yang menekan jiwa mereka semua

__ADS_1


Sehingga nafas mereka menjadi sesak dan kepala mereka menjadi pening akibat tekanan tersebut


"Jari Iblis, Jika kebenaranya terungkap dan kau terlibat dalam masalah ini, Maka aku yang akan membunuhmu dengan tanganku sendiri"Kata suara seorang anak muda dari jajaran paling belakang


Nada bicaranya kalem, Tetapi mampu membuat hati semua orang bergetar


Juga seketika aura yang menekan mereka semua hilang tak berbekas


Semua orang mengalihkan pandanganya kapada sesok anak muda berjubah hitam merah


Mereka langsung mengenali siapa pemuda berwajah tampan tersebut


"Pendekar Dewa Giok"


Gumam semua pendekar yang hadir di sana sembari memberi jalan kepada si pendekar muda tersebut


Si pemuda atau Pendekar Dewa Giok memang seperti julukanya, Ia memiliki wajah yang tampan dan indah untuk di pandang


Sehingga tidak heran jika ia di dewa-dewakan oleh para wanita


"Jari Iblis, Lihat lah bukti yang ku bawa ini, Apa kau mengenalinya"Kata Pendekar Dew Giok sambil memperlihatkan sebuah senjata berupa sarung tangan baja berwarna perak


"Kau tentu tau artinya jika benda ini sudah terlepas dari tanganya"Kata Pendekar Dewa Giok


"Bocah ingusan, Tau apa kau tentang benda itu"Kata suara dari dalam pondok


"Hahahahaha, Hari ini atas nama korban kebiadapan muridmu, Aku akan menghukum kau sebagai gurunya, Karna tidak becus mendidik moral muridmu itu"Kata Dewa Giok


"Hahahahaha Pendekar Dewa Giok, Aku sudah mendengar reputasimu di dunia persilatan, Apa kau tidak melihat dirimu sendiri yang tidak bermoral, Mempermainkan banyak wanita lalu meningglkanya hahahaha, Sungguh naif sekali"Kata suara dari samping pendekar Dewa Giok

__ADS_1


Ternyata di sana sudah berdiri seorang laki-laki tua berjubah hitam, Rambutnya sudah memutih seluruhnya


Di tanganya ia menggenggam tongkat berkepala naga


__ADS_2