
Feng Yin terdiam sesaat, Lalu ia kembali memberi hormat kepada si wanita tersebut
"Baik Nona"Jawab Feng Yin
"Hmmm, Mari tuan kita harus secepatnya pergi menuju Istana"Kata wanita tersebut
Lalu si wanita itu menyuruh Feng Yun untuk menaiki Angsa tersebut
Setelah keduanya naik, Mereka langsung pergi dari tempat itu menuju Istana Sawarga Loka
#O
Sedangkan di daratan Java bagian timur
Terjadi sebuah kekacauan yang sangat meresahkan
Dimana muncul seorang pendekar muda yang di juluki Pendekar Pemetik Bunga
Pendekar itu muncul sekitar satu tahun yang lalu, Ilmu tenaga dalamnya sangat tinggi dan mumpuni
Menurut orang-orang pendekar itu masih berusia muda, Berparas tampan, Usianya mungkin baru 19 tahun
Kemunculanya itu membuat resah orang-orang, Terutama mereka yang memiliki anak gadis
Sehingga mereka merajuk meminta bantuan kepada para pendekar untuk menangkap pendekar tersebut yang sudah memakan banyak korban
Karna tidak hanya ia perkosa, Tapi korbanya itu ia bunuh juga dengan meninggalkan tanda yang sudah familiar
Yaitu sebuah tanda hitam di leher sang korban, Yang di yakini itu adalah jurus Jari Iblis
__ADS_1
Semua orang langsung meyakini jika pendekar pemetik bunga adalah murid dari Pendekar Jari Iblis yang legendaris
Sehingga kini, Terlihat banyak pendekar yang berkumpul di depan sebuah pondok kayu di dalam hutan Iblis
"Pendekar Jari Iblis, Kami semua datang ketempatmu untuk meminta pertanggung jawabanmu atas apa yang sudah di lakukan oleh muridmu"Teriak seorang pendekar tua berjubah biru
Mereka semua menunggu beberapa saat di luar, Namun tidak ada jawaban sama sekali dari dalam pondok tersebut
Sehingga membuat seorang pendekar yang ada di sana menjadi kesal, Alhasil ia mengerahkan tenaga dalamnya lalu memukul pondok tersebut dengan kekuatan penuh
Aura dari pukulan itu mampu menghancurkan batu karang sebesar gajah sekali pun
Tapi begitu pukulan itu mendarat di pondok tersebut, Sama sekali tidak menimbulkan efek sedikit pun
Jangan kan hancur, Ada yang tergores saja tidak ada
Tentu saja semua orang kaget melihat hal tersebut, Tapi mereka ingat siapa penghuni dari pondok itu
"Manusia-manusia lancang, Beraninya kalian mengusik ketenanganku selama ini, Apa kalian semua sudah bosan hidup"Kata suara yang berasal dari dalam pondok tersebut
Suara itu makipun pelan namun dapat membuat telinga semua pendekar yang ada di sana menjadi kesakitan
Sehingga mereka harus mengerahkan tenaga dalam mereka untuk melindungi gendang telinga mereka agar tidak pecah
"Jari Ibli, Kami datang kesini dengan baik-baik, Tapi kau malah menyambut kami dengan cara seperti ini"Kata pendekar tua berjubah biru
"Hahaahaha, Baik-baik apa kalian lupa apa yang si gendut itu lakukan"Kata suara itu lagi
"Bergi kalian dari tempatku sekarang juga, Dan aku tegaskan aku sama sekali tidak pernah menerima seorang murid satu pun di dunia ini hahahaha"Kata suara dari dalam beriringan dengan munculnya aura yang menekan jiwa mereka semua
__ADS_1
Sehingga nafas mereka menjadi sesak dan kepala mereka menjadi pening akibat tekanan tersebut
"Jari Iblis, Jika kebenaranya terungkap dan kau terlibat dalam masalah ini, Maka aku yang akan membunuhmu dengan tanganku sendiri"Kata suara seorang anak muda dari jajaran paling belakang
Nada bicaranya kalem, Tetapi mampu membuat hati semua orang bergetar
Juga seketika aura yang menekan mereka semua hilang tak berbekas
Semua orang mengalihkan pandanganya kapada sesok anak muda berjubah hitam merah
Mereka langsung mengenali siapa pemuda berwajah tampan tersebut
"Pendekar Dewa Giok"
Gumam semua pendekar yang hadir di sana sembari memberi jalan kepada si pendekar muda tersebut
Si pemuda atau Pendekar Dewa Giok memang seperti julukanya, Ia memiliki wajah yang tampan dan indah untuk di pandang
Sehingga tidak heran jika ia di dewa-dewakan oleh para wanita
"Jari Iblis, Lihat lah bukti yang ku bawa ini, Apa kau mengenalinya"Kata Pendekar Dew Giok sambil memperlihatkan sebuah senjata berupa sarung tangan baja berwarna perak
"Kau tentu tau artinya jika benda ini sudah terlepas dari tanganya"Kata Pendekar Dewa Giok
"Bocah ingusan, Tau apa kau tentang benda itu"Kata suara dari dalam pondok
"Hahahahaha, Hari ini atas nama korban kebiadapan muridmu, Aku akan menghukum kau sebagai gurunya, Karna tidak becus mendidik moral muridmu itu"Kata Dewa Giok
"Hahahahaha Pendekar Dewa Giok, Aku sudah mendengar reputasimu di dunia persilatan, Apa kau tidak melihat dirimu sendiri yang tidak bermoral, Mempermainkan banyak wanita lalu meningglkanya hahahaha, Sungguh naif sekali"Kata suara dari samping pendekar Dewa Giok
__ADS_1
Ternyata di sana sudah berdiri seorang laki-laki tua berjubah hitam, Rambutnya sudah memutih seluruhnya
Di tanganya ia menggenggam tongkat berkepala naga