Pendekar Topeng Emas

Pendekar Topeng Emas
Melanjutkan Perjalanan


__ADS_3

Pendekar Topeng Emas dibawa oleh murid-murid perguruan Rajawali Perak ke rumah Ketua mereka untuk mendapatkan pengobatan karna kondisi pendekar penolong mereka yang terlihat terluka dalam


Rekso langsung memerintahkan beberapa muridnya untuk segera memanggil Tabib


Setelah beberapa lama munculah seorang pemuda yang berpakaian layaknya seorang tabib


"Akhhh akhirnya kau datang juga,Cepat periksa dia"Kata Rekso


"Ketua siapa dia"Tanya si pemuda yang tak lain itu adalah tabibnya


"Dia adalah penolong kami,Cepat jangan banyak omong,Takut keadaanya semakin memburuk"Kata Rekso


Lalu si tabib pun memeriksa keadaan Pendekar Topeng Emas yang masih tergeletak lemah tak berdaya


"Buka saja Topengnya"Kata tabib itu


"Jangan,Tak sopan membuka identitas seseorang,Kita jangan lancang"Kata Rekso


Akhirnya si tabib pasrah saja dan langsung memulai pemeriksaanya


"Hmm dia tak terluka parah,Hanya saja tenaga dalamnya terkuras habis,Mungkin ketika ia mengeluarkan jurus terakhirnya itu adalah sisa dari Tenaga Dalamnya yang terakhir"Kata tabib


"Syukurlah jika hanya seperti itu"Kata Rekso


"Aku akan memberinya Pil untuk memulihkan tenaga dalamnya dalam waktu singkat,Ini adalah pil buatan terbaruku dan sudah teruji keampuhanya"Kata sang tabib sambil mengeluarkan sebuah botol kaca yang di dalamnya berisikan bitiran-butiran pil berwarna pitih


"Kau memang layak di sebut Tabib jenius,Di usiamu yang masih muda kau sudah hampir menyaingi gurumu dewa obat"Kata Rekso

__ADS_1


"Ini semua berkat guruku,Jika bukan karna dia mungkin aku bukan siapa-siapa"Jawab si tabib


Lalu ia mengambil pil itu dan memasukanya ke mulut sang Pendekar


"Tunggu beberapa saat lagi,Setelah tenaga dalamnya pulih dia akan siuman"Kata si tabib


"Terimakasi"Kata Rekso


"Yasudah aku mau melanjutkan kegiatanku kembali di desa tetangga yang sesang terjadi wabah penyakit"Kata Tabib itu


Lalu si tabib berkemas dan bergegas untuk pulang,Sedangkan Rekso ia masih berdiri mematung di samping si Pendekar itu menunggunya siuman


"Sepertinya aku melupakan sesuatu"Gumam Rekso


"Ouyah kemana anak muda itu,Kenapa aku tak melihatnya dari tadi"Kata Rekso yang baru menyadari sesuatu


Setelah sampai di kamar Feng Yin,Rekso tak menemukan keberadaan Feng Yin


"Kemana dia,Kenapa tak ada di kamarnya"Gumam Rekso


Lalu ia keluar dari kamar itu,Baru saja ia melangkah tiba-tiba


"Ahh kepala desa"Kata sesok pemuda remaja tampan


Sontak Rekso terkejut melihat keberadaan sesok remaja itu yang tiba-tiba saja ada di hadapanya


"Akhh kau Nak Feng Yin,Dari mana saja,Barusan aku mencarimu tapi kau tak ada di kamar"Kata Rakso

__ADS_1


"Tadi aku pergi jalan-jalan keluar untuk melihat keadaan desa ini,Ouyah kepala desa kenapa di dekat gerbang Desa seperti terjadi sesuatu"Tanya Feng Yin


"Itu karna ada sesuatu yang terjadi di sana,Tapi semuanya sudah bisa di atasi berkat pertolongan seorang pendekar yang hebat"Kata Rekso


"Tuan Kepala Desa,Kenapa tanganmu"Kata Feng Yin dengan nada raut wajah yang kaget


"Ini,Ahh sudah lah yang terpenting semuanya sudah kembali baik"Jawab Rekso dengan wajah yang sulit di artikan


"Ouyah Tuan,Sekalian aku mau pamit untuk melanjutkan perjalanku kembali,Terimakasi untuk semuanya,Semoga di lain waktu kita bisa berjumpa kembali"Kata Feng Yin


"Nak,Hati-hati lah di jalan,Kapan-kapan kau singgahlah di desaku ini"Kata Rekso


"Pasti Tuan"Jawab Feng Yin


Setelah berpamitan Feng Yin melanjutkan untuk berkemas dan setelah semuanya selsai ia pergi dan melanjutkan kembali perjalananya


Sedangkan Rekso,Ia hanya menatap punggung Feng Yin dari jauh yang semakin lama semakin menghilang


"Sepertinya pendekar itu sudah siuman"Gumam Rekso


Lalu ia pergi ke dalam untuk memeriksa keadaan sang pendekar penolongnya


Tapi alanglah kagetnya ia ketika melihat tempat dimana pendekar itu tergeletak tadi kini sudah kosong hilang entah kemana orangnya


"Kemana pendekar itu,Apa dia sudah pergi selagi aku tadi berbincang-bincang dengan Nak Feng Yin"Gumam Rekso


"Jika benar semoga di lain waktu aku bisa berjumpa kembali denganya dan bisa membalas budi kebaikan Pendekar Topeng Emas itu"Kata Rekso bertekad di dalam hati dan jiwanya

__ADS_1


__ADS_2