
Ketika Feng Yin keluar dari pondok itu
Tiba-tiba saja ia merasakan Aura yang sangat ganas menuju puncak Gunung
Dengan inisiatif sendiri,Feng Yin mengurungkan niatnya untuk keluar dari Pondok tersebut,Ia kembali ke dalam dan diam di sana sambil memperhatikan keadaan di luar
Setelah beberapa saat menunggu,Benar saja,Terlihat dua sesok manusia dengan cepat berkelebat yang tau-tau sudah ada di depan Pondok dimana Feng Yin berada
Feng Yin cukup terkejut dengan gerakan orang itu yang begitu cepat,Sehingga matanya tak bisa melihat dengan jelas gerakan mereka
Ketika orang itu berdiri di depan pondok kayu itu,Barulah Feng Yin bisa melihat dengan jelas siapa orang itu
Ternyata mereka dua orang pemuda tampan,Dengan menggunakan jubah berwarna hitam bercampur merah
Rambutnya panjang di biarkan terurai,Di tanganya terlihat yang satu memegang seruling dan yang satu di punggungnya terluhat menyembul gagang pedang berwarna emas
Keduanya sama-sama tampan yang mampu membuat gadis manapun pasti jatuh hati kepada mereka berdua
Namun ada yang aneh,Terlihat jika mata mereka beruda cukup unik
Karna yang satu pupil matanya berwana merah darah sedangkan yang satu Pupil matanya berwarna Emas
Feng Yin yang melihatnya cukuo terkejut juga,Karna baru pertama ia melihat pupil mata berwarna seperti itu
Karna biasanya ia melihat ketika masih di Benua awan,Itu berwana biru dan berwarna perak
"Tua Bangka,Hari ini kami datang berkunjung ke tempatmu,Kenapa kau tidak menyambut kami"Teriak si pemegang seruling
"Siapa yang dia maqsud,Apa orang yang sudah mati ini"Batin Feng Yin
"Aku tau kau ada di dalam,Meskipun aku merasa aneh karna Aura mu yang sangat lemah itu"Teriak yang satunya lagi
Beberapa saat tak ada jawaban dari dalam pondok kayu,Sehingga mereka berdua terlihat sudah kesal
"Tua bangka,Jangan membuat kami kesal,Atau pondok reot mu ini kami bikin hangus"Kata si pemegang seruling
Karna tak punya pilihan lain,Feng Yin memberanikan diri untuk keluar dari pondok tersebut
Ketika dirinya keluar,Dua orang itu terlihat kaget karna yang keluar dari dalam pondok itu tak mereka kenal sama sekali
Sehingga keduanya bersiap untuk menyerang Feng Yin
__ADS_1
"Ehh kenapa ada bocah setampan dia di dalam pondok si Tua bangka itu"Kata si pemegang seruling dengan tatapan terkejut
"Bocah,Apa kau murid baru dari si tua bangka itu"Kata yang satunya lagi
"Senior,Saya Feng Yin,Dan saya bukan murid kake tua yang kalian maqsud"Jawab Feng Yin mengatakan apa adanya
"Namamu cukup aneh bocah tampan,Lalu jika kau bukan murid si tua itu,Kanapa kau bisa keluar dari dalam pondok miliknya"Kata Si pemegang Seruling
"Ceritanya panjang senior"Kata Feng Yin
"Baiklah itu tak penting,Sekarang yang terpenting,Dimana orang Tua itu,Kenapa dia tak ada"Kata si pemegang seruling
"Jika yang senior maqsud pemilik dari pondok itu,Beliau baru saja meninggal"Kata Feng Yin
"Bocah keparat,Jangan berbicara sembarangan,Bagai mana mungkin orang seperti dia bisa mati dengan cepat di tempat yang sepi seperti ini pula,Atau jangan-jangan kau yang membunuhnya"Kata orang yang satunya lagi
"Keparat kau bocah,Aku akan membunuhmu"Kata si pemegang seruling sambil menyerang Feng Yin
"Senior dengarkan aku terlebih dahulu"Kata Feng Yin sambil mengelak dari serangan orang itu
"Persetan dengan penjelasanmu bocah,Hari ini kau harus mati untuk membalas dendam Kaka Tertua kami"Kata si pemegang seruling sambil memainkan seruling itu layaknya sebilah pedang
Ketika seruling itu di ayunkan,Keluar suara yang sangat memekikan teling Feng Yin sehingga ia harus mengalirak tenaga dalamnya untuk menahan suara yang menyakitkan itu
Keduanya kini terlibat perkelahian yang cukup sengit,Feng Yin tak lagi hanya menghindar,Ia dengan gesit menyerang orang itu
Angin dari efek pertarungan mereka berdua cukup besar,Sehingga pepohonan bergoyang karna angin tersebut
Si pemegang seruling terlihat takjub juga dengan Feng Yin,Pasalnya sampai saat ini ia belum berhasil membekukan seorang bocah di hadapanya ini
"Ternyata kau cukup kuat juga bocah"Kata si pemegang seruling
"Seruling Pencabut Nyawa"
Orang itu mengeluarkan salah satu juruanya,Ketika ia mengeluarkan juru itu
Dari ayunan serulingnya keluar aura yang sangat mengerikan menekan Feng Yin
Bahkan suara dari seruling itu semakin membuat telinga Feng Yin kesakitan,Sehingga beberapa saat kemudian terlihat darah mengalir dari kedua teling Feng Yin
"Senior tunggu,Dengarkan penjelasanku,Setelah itu terserah kau mau apakan aku"Kata Feng Yin dengan sungguh-sungguh
__ADS_1
"Adik,Berhenti dulu,Aku melihat kesungguhan di matanya"Kata orang yang satu lagi yang sedari tadi hanya diam saja
"Kaka,Jangan mau di bohongi dengan kata-katanya"Kata si pemegang seruling
"Jika dia berbohong,Aku sendiri yang akan menghancurkan kepalanya"Kata orang itu dengan tatapan yang tajam ke arah Feng Yin
Feng Yin yang di tatapnya hanya bisa menelan air ludannya sendiri karna takut
"Bicara lah bocah,Jika penjelasanmu tak membuat kami puas,Aku akan membunuhmu"Kata orang itu
"Baik Senior"Kata Feng Yin
Lalu ia menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di sana,Dimulai dari dirinya yang bertarung di lembah sampai ia ada di sini
Dan juga ia membawa kedua orang itu masuk ke dalam dan mereka betapa terkejutnya ketika mereka melihat kondisi tubuh Si Tua Bertangan Kilat yang sangat mengenaskan itu
Ketika mereka melihat luka di tubuh Si Tua Bertangan Kilat,Akhirnya mereka percaya dengan keterangan Feng Yin
Si pemegang seruling,Ketika ia melihat kondisi Si Tua Bertangan Kilat,Langsung marah,Sehingga Pondok kayu tersebut atapnya menjadi hancur akibat Aura yang ia keluarkan
Untuk si orang yang satunya meredakan amarah si pemegang seruling,Sehingga tak membuat kerusakan Yang lain
"Panji,Murid Murtad itu biarkan aku sendiri yang akan menghancurkan tubuhnya,Aku akan memotongnya menjadi 1000 bagian,Tapi sebelum itu aku akan menguliti kulitnya terlebih dahulu,Lalu aku akan menceburkanya kedalam Air garam,Setelah itu aku akan mencongkel kedua matanya dan seterusnya hingga menjadi 1000 bagian"Kata si pemegang seruling denga keadaan yang masih marah
"Tenanglah,Sekarang kita laksanakan perintab kaka tertua untuk membakar pondok ini,Bocah sebelum pondok ini di bakar,Kau ambilah apa yang sudah kaka tertua kami berikan kepadamu"Kata si kaka dari si pemegang seruling
Lalu Feng Yin keluar pondok,Dan ia mengambil Kotak yang terkubur di bawah pondok itu
Ternyata benar,Disana ia menemukan sebuah kotak berukuran sedang yang tebuat dari kayu,Setelah mengambilnya ia memberi tahu kedua saudara itu yang ada di dalam
Setelah kedua saudara itu keluar,Mereka pun membakar pondok kayu itu
"Bocah,Maaf kan aku yang menyerangmu dengan tiba-tiba,Kami adalah Dua Dewa Iblis,Kami berdua adalah adik dari Si Tua Bertangan Kilat,Bocah kau di mintai pertolongan oleh kaka kami,Kami berdua sangat berterimakasi kedamu,Pelajari lah terlebih dahulu kitab itu,Setelah itu baru lah kau cari bangsat bernama Panji dan istrinya itu,Aku akan membantumu sebisa mungkin"Kata si pemegang seruling
"Bocah,Jika kau memerlukan pertolongan kami,Pergi lah ke Goa Neraka di gunung Agung,Kami harus pergi secepat mungkin untuk mengabarkan tentang ini kepada adik bungsu kami"Kata si kaka dari si pemegang seruling itu
"Baik senior,Saya kan melaksanakan apa yang senior katakan"Kata Feng Yin
Lalu setelah api padam,Kedua Dewa Iblis itu pergi dari puncak gunung
Sedangkan Feng Yin,Ia memilih untuk tinggal beberapa saat di gunung ini sambil mempelajari Kitab pemberian Sia Tua Bertangan Kilat itu
__ADS_1
Ia belum mengetahui kitab apa yang di buat oleh Si Tua Bertangan Kilat itu,Sehingga ia memutuskan untuk mempelajarinya di puncak gunung ini